Microsoft dilaporkan tengah mencari mitra pengembangan untuk membantu menyelesaikan Marvel’s Blade, game aksi yang dikembangkan Arkane Lyon. Langkah ini muncul ketika masa depan studio asal Prancis tersebut masih belum jelas di tengah restrukturisasi besar-besaran divisi gaming Xbox.
Menurut laporan yang dikutip dari Le Monde, Microsoft sedang menjajaki sejumlah opsi untuk menentukan masa depan Arkane Lyon, termasuk kemungkinan menjual studio tersebut kepada pihak lain.
Situasi ini turut memengaruhi nasib Marvel’s Blade, yang telah dikembangkan selama beberapa tahun sejak pertama kali diumumkan pada The Game Awards 2023.
Masa Depan Marvel’s Blade Masih Belum Pasti

Dalam pernyataannya kepada Le Monde, Microsoft mengatakan bahwa mereka secara aktif mencari mitra yang dapat mendukung tahap pengembangan berikutnya sekaligus membantu membawa Marvel’s Blade ke pasar.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa perusahaan masih mencari jalan agar proyek ini dapat berlanjut. Namun, belum ada kepastian mengenai perusahaan yang akan mengambil alih atau membantu pengembangan game tersebut.
Masa depan Arkane Lyon juga masih menjadi perhatian, terutama karena keputusan terkait studio dapat berdampak pada sekitar 217 karyawan. Arkane Lyon dikenal melalui game seperti Dishonored dan Deathloop.
Karena itu, ketidakpastian mengenai kelangsungan studio ini menimbulkan kekhawatiran, baik bagi para pengembang maupun penggemar yang menantikan petualangan terbaru Blade.
Situasi tersebut juga terjadi di tengah rencana Microsoft memangkas sekitar 3.200 posisi pekerjaan dalam restrukturisasi divisi gaming. Proses konsultasi mengenai masa depan Arkane dilaporkan masih berlangsung, sementara opsi penjualan dan kemungkinan penutupan studio belum sepenuhnya terselesaikan.
Untuk saat ini, Marvel’s Blade belum secara resmi dinyatakan batal. Meski begitu, kelanjutan proyek tersebut masih bergantung pada keputusan Microsoft dan kemungkinan hadirnya mitra baru.

Membalas