Review Nintendo

Review SHINOBI: Art of Vengeance: Kisah Balas Dendam dan Harga Diri

Berikut adalah review Gamedaim setelah memainkan SHINOBI: Art of Vengeance selama 18 jam di PC.

Review SHINOBI: Art of Vengeance: Kisah Balas Dendam dan Harga Diri
Komentar

Shinobi legendaris, Joe Musashi, kembali beraksi lagi untuk membalaskan dendamnya setelah Klan Oboro dibasmi oleh Lord Ruse dan anak buahnya. Apakah aksi balas dendamnya akan berhasil? Siapa sekutu misterius yang akan menemani Musashi di perjalanan balas dendamnya nanti? Gamedaim telah mendapatkan kesempatan spesial dari SEGA dan Lizardcube untuk memainkan dan menulis review SHINOBI: Art of Vengeance.

Berikut adalah review Gamedaim setelah memainkan SHINOBI: Art of Vengeance selama 18 jam di PC.

SHINOBI: Art of Vengeance sudah tersedia di PS5, Xbox Series X, Xbox Series S, Nintendo Switch 2, PS4, Xbox One, Nintendo Switch, dan PC (Steam).

Review SHINOBI: Art of Vengeance


Kisah Balas Dendam dan Harga Diri

Review SHINOBI: Art of Vengeance: Kisah Balas Dendam dan Harga Diri
Sumber; lizardcube / sega

Harus saya akui, saya tidak memiliki ilmu yang mendalam tentang game-game Shinobi sebelumnya, jadi saya tidak akan menjadi seorang ahli tentang lore-nya. Namun, sebagai pemain baru yang diperkenalkan ke waralaba ini melalui SHINOBI: Art of Vengeance, saya dapat meyakinkan kalian bahwa game ini merupakan entri yang sempurna bagi siapa pun yang tertarik dengan waralaba Shinobi melalui alur cerita linear yang sederhana namun kompleks.

Game ini memperkenalkan kalian kepada sebuah organisasi paramiliter yang kuat bernama ENE Corporation, yang dipimpin oleh seorang tokoh berpengaruh bernama Lord Ruse. Pengaruh dan kekuatan organisasi ini mengalahkan sleuruh kekuatan semua negara di dunia, kecuali satu: Klan Oboro.

Review SHINOBI: Art of Vengeance: Kisah Balas Dendam dan Harga Diri
Sumber: lizardcube / sega

Klan Oboro adalah klan shinobi mistis yang kuat yang telah melindungi umat manusia selama berabad-abad dari ancaman bencana dan saat ini dipimpin oleh Shinobi legendaris Joe Musashi bersama istrinya yang sedang hamil, Naoko.

Saat memasuki bagian pengantar, kalian akan diperkenalkan ke dalam sebuah cutscene di mana Musashi meninggalkan rumahnya untuk melatih muridnya, Tomoe, dalam seni shinobi. Namun tragedi terjadi ketika ENE Corporation menyerang dan menghancurkan desanya, serta membunuh sebagian besar murid Musashi dengan pasukan bersenjata dan ninja mereka.

Dalam perjalanan menyusuri desanya, Musashi menemukan bahwa sebagian besar anggota klannya telah dikutuk oleh Lord Ruse dan ENE Corporation berhasil menguasai pasukan Yokai untuk mengisi barisan mereka.

Review SHINOBI: Art of Vengeance: Kisah Balas Dendam dan Harga Diri
Sumber: lizardcube / sega

Sebagai satu-satunya yang selamat, Musashi bersumpah untuk membalas dendam atas klannya dengan mengalahkan ENE Corporation dan Lord Ruse. Meskipun kelanjutan ceritanya akan menjadi spoiler, kalian dapat mengharapkan sekutu dan kejutan tak terduga di sepanjang perjalanan.

Setelah menikmati alur cerita SHINOBI: Art of Vengeance, pengembangnya, Lizardcube, sangat terlihat ingin menyajikan game ini sebagai kisah balas dendam, tetapi dengan sentuhan yang menjanjikan. Meskipun menyedihkan mengetahui bahwa sebagian besar murid Musashi dibunuh oleh Lord Ruse, ini bukanlah kisah balas dendam jika protagonisnya tidak memiliki kebencian di dalam dirinya.

Kebencian itulah yang mendorong perjalanan Musashi untuk menghadapi Lord Ruse, dengan menghadapi berbagai tantangan dan musuh berat di sepanjang perjalanan. Di akhir perjalanannya, Musashi harus menghadapi kebenciannya dan apa yang membuatnya menjadi seperti sekarang, dan apakah ia merasa puas dengan kebencian tersebut.

Review SHINOBI: Art of Vengeance: Kisah Balas Dendam dan Harga Diri
Sumber: lizardcube / sega

Alur cerita disajikan seiring kalian melakukan perkembangan dalam game ini, dengan cerita yang dibagi menjadi beberapa area dan lokasi, dan formula ini akan selalu kembali. Meskipun ada beberapa referensi dan easter egg di sana-sini, saya harus mengakui bahwa saya tidak terlalu memperhatikannya karena saya tidak memiliki nostalgia dari game-game Shinobi sebelumnya.

Kisahnya yang sederhana namun kompleks, cukup membuat kalian terus tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang kesulitan Musashi dalam bertemu dan menghadapi Lord Ruse untuk membalaskan dendam klannya.

Gameplay dan Fitur

Review SHINOBI: Art of Vengeance: Kisah Balas Dendam dan Harga Diri
Sumber; lizardcube / sega

Seperti game-game Shinobi sebelumnya, SHINOBI: Art of Vengeance adalah platformer aksi 2D, tetapi gameplay-nya hadir dengan sentuhan Metroidvania. Ya, artinya kalian perlu menjelajahi area untuk menemukan musuh tersembunyi dan item rahasia untuk membuka skill eksklusif.

Yang saya perhatikan dalam game ini adalah Lizardcube benar-benar berusaha memadukan eksplorasi dan aksi, mengingat Metroidvania adalah genre yang mengharuskan kalian menjelajahi area secara menyeluruh dengan beberapa jebakan, tantangan, dan musuh.

Hal lain yang saya perhatikan adalah Joe Musashi dapat menebas musuh dalam jarak dekat, sehingga kalian dapat menciptakan atau memperluas kombo dengan menyerang terus-menerus. Persenjataan Musashi juga mencakup Kunai untuk serangan jarak jauh, Ninpo untuk serangan ninja yang menghasilkan kerusakan tinggi, dan Ninjutsu untuk teknik yang menyebabkan kerusakan dahsyat pada musuh atau menyembuhkan Musashi.

Review SHINOBI: Art of Vengeance: Kisah Balas Dendam dan Harga Diri
Sumber: lizardcube / sega

Bagian menariknya adalah kalian dapat meningkatkan execution meter setiap kali melakukan kombo pada musuh, di mana kalian dapat mengeksekusi “Shinobi Execution” dengan menekan LB/L1 dan RB/R1 secara bersamaan.. Melakukan “Shinobi Execution” juga akan selalu memberi kalian sejumlah gold, Kunai, meningkatkan Rage gauge dari Ninjutsu, atau memulihkan sebagian kecil darah Musashi.

Karena ini adalah game Metroidvania, teknik pergerakan Musashi diperluas dengan kait pengait, sepasang cakar, dan glider. Semuanya penting untuk melintasi area, baik di tanah, bergelantungan di dinding, maupun di udara.

Dengan eksplorasi untuk menemukan item seperti Oboro Artefacts, pemain dapat membeli upgrade di Shop yang terletak di setiap area, yang mencakup gerakan baru, amulet, Ninpo, dan kostum alternatif.

Review SHINOBI: Art of Vengeance: Kisah Balas Dendam dan Harga Diri
Sumber: lizardcube / sega

Ada juga Ankou Rifts, portal ke dimensi lain yang menawarkan tantangan platforming sulit dengan hadiah pecahan pedang Musashi. Harus saya akui, tantangan Ankou Rifts cukup sulit, bahkan setelah saya menyelesaikan semua area dan merasa nyaman dengan peralatan traversal yang diberikan.

Yang membuat saya senang selama memainkan SHINOBI: Art of Vengeance adalah tidak ada bug yang ditemukan sama sekali. Selain kesal karena saya selalu mendapat animasi memanjat otomatis setiap kali saya menggunakan pengait di tepi dinding saat melakukan platforming, game ini memberi saya pengalaman bermain yang mulus.

Grafis dan Visual

Review SHINOBI: Art of Vengeance: Kisah Balas Dendam dan Harga Diri
Sumber; lizardcube / sega

Harus saya akui, saya sangat menyukai gaya grafis lukis yang diterapkan Lizardcube untuk SHINOBI: Art of Vengeance. Meskipun bukan hal baru karena setiap pengembang, baik indie hingga AAA, sudah melakukannya, rasanya istimewa melihat game Shinobi kembali menggunakan gaya grafis seperti itu.

Karena Lizardcube tidak terpaku pada penggunaan setiap warna yang tersedia untuk membuat game ini semarak dan estetis, tema balas dendamnya cukup terasa pada visualnya sehingga menimbulkan rasa tidak enak, meskipun warna-warnanya sangat cerah.

Ketika saya melihat beberapa tangkapan layar pertama game ini, saya khawatir Lizardcube tidak dapat menangani banyak UI yang tumpang tindih dengan musuh lain, karena game ini memiliki proyektil, kunai, busur, senjata, peluru, dll. Namun, kekhawatiran saya hilang setelah mencobanya sepenuhnya.

Review SHINOBI: Art of Vengeance: Kisah Balas Dendam dan Harga Diri
Sumber: lizardcube / sega

Meskipun desain visual musuhnya sangat mencolok, mata saya tidak perih saat menatap kombo dan gerakan musuh dan bos yang ada. Ini sudah kabar baik karena saya menyadari beberapa game terkadang memiliki pertarungan bos yang membuat visualnya kabur akibat terlalu banyak gerakan dan warna yang digunakan.

Saya juga mengapresiasi Lizardcube karena menambahkan beberapa kostum yang membuat Joe Musashi tidak membosankan setelah menatap karakternya selama beberapa jam. Terkadang, saya perlu menyegarkan visual yang mereka tawarkan dengan sesuatu yang baru untuk menyegarkan pengalaman bermain.

Audio dan Musik

Tak dapat dipungkiri bahwa soundtrack SHINOBI: Art of Vengeance sangat menenangkan dan catchy, terutama dengan sentuhan rock, pop, dan techno, menghidupkan nuansa pertarungan dan eksplorasi yang intens.

Sebagai komposer utama, Tee Lopez, yang dikenal sebagai komposer waralaba Sonic the Hedgehog, bersama komposer legendaris Yuzo Koshiro, menciptakan soundtrack game yang sangat berfokus pada tema Jepang dan memiliki sentuhan modern yang disukai semua orang.

Kombinasi rock, pop, dan techno, ditambah sedikit sentuhan opera dan synth di sana-sini, akan membuat kalian merasa energik setiap kali menyelesaikan tugas-tugas menantang dalam game karena adrenalin kalian  terpacu setiap kali bagian melodi tertentu muncul.

Jika seorang komposer dapat membuat kalian merasakan hal itu dan membuat kalian mendengarkan soundtracknya secara terpisah, kaliansudah tahu bahwa sang komposer telah melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam menyampaikan perasaannya ke dalam karya-karyanya.

Selain itu, saya ingin memberikan pujian kepada tim Lizardcube atas kemampuan mereka dalam melakukan mixing audio dengan kualitas terbaik yang dapat mereka capai. Dari dedaunan yang berkibar hingga kereta api yang melaju, terutama pada bagian pertempuran, beberapa detail kecil dapat didengar bahkan tanpa menggunakan headphone.

Replay Value dan Harga

Review SHINOBI: Art of Vengeance: Kisah Balas Dendam dan Harga Diri
Sumber; lizardcube / sega

SHINOBI: Art of Vengeance menawarkan replay value yang sangat tinggi bagi para pemainnya, terutama setelah mencapai akhirnya, di mana mereka dapat membuka Arcade Mode dan Boss Rush untuk melakukan aktivitas speedrun, no hit, atau hal-hal kreatif lainnya.

Dengan beberapa achievement yang terkunci di balik Arcade Mode dan Boss Rush, saya dapat membayangkan para pemain pada akhirnya akan mencoba kedua mode tersebut karena merupakan suatu keharusan jika kalian seorang kolektor achievement.

Review SHINOBI: Art of Vengeance: Kisah Balas Dendam dan Harga Diri
Sumber: lizardcube / sega

Selain itu, Lizardcube juga menawarkan pemburuan koleksi item di setiap area yang dikunjungi, sehingga kalian dapat kembali dan merasakan aspek Metroidvania yang mereka tawarkan, terutama satu bagian yang disebut Ankou Rifts. Wah, sangat sulit jika kalian tidak memiliki koordinasi yang tepat antara otak dan tangan Anda.

Soal harga, SHINOBI: Art of Vengeance sendiri sangat murah untuk standar harga Indonesia, dengan harga dasarnya dibanderol sekitar Rp178.000. Saking murahnya, saya tidak dapat menyangkal bahwa ini terlihat seperti harga diskon murah meriah yang tidak disengaja dipasang oleh SEGA dan Lizardcube.


Review Summary

SHINOBI: Art of Vengeance adalah titik awal yang sempurna bagi para penggemar baru Shinobi berkat ceritanya yang sederhana namun kompleks, gaya seni lukis yang artistik, soundtrack yang memikat yang memadukan rock, pop, dan tekno dengan sempurna, replay value yang tinggi, dan harga yang sangat terjangkau. Namun, elemen Metroidvania-nya masih sedikit kurang memuaskan dan animasi auto-climb-nya bisa membuat frustrasi saat eksplorasi.

Criteria

80
Story
100
Gameplay
100
Graphics
100
Audio
80
Replay Value
90
Challenges
100
Price

Follow Gamedaim — everywhere

Stay updated wherever you scroll.

Lanjut baca

Overtype, Game Roguelike Indie Baru Dari Zozo Studio
Berita

OVERTYPE, Game Roguelike Typing Indie Baru dari Zozo Studio

20 Oktober 2025 Fransiskus Sukardi Ruata 2 mnt baca

OVERTYPE adalah game roguelike typing berlatar dunia cyberpunk bermandikan cahaya neon yang diperintah oleh rezim yang kejam.

Baca selengkapnya