Review TTRacing Titus X: Paket Lengkap untuk Dukung Produktivitas Depan Layar

Review
TTRacing Titus X Oak Series
Komentar

Duduk di depan layar komputer berjam-jam sudah menjadi kebiasaan kita di abad modern ini. Mungkin, di antara kalian yang sedang membaca artikel ini juga sedang menatap layar komputer maupun smartphone. Manusia pun semakin didorong bekerja di depan layar dan bahkan dari rumah semenjak terjadinya pandemi beberapa tahun lalu. Hal tersebut mengubah pandangan mengenai produktivitas yang tidak hanya terjadi di sebuah bilik meja kerja kantor, namun juga di rumah.

Kami melihat bahwa tren yang bergerak ke arah produktivitas rumahan mendorong para pelaku usaha untuk menyediakan solusi bagi para pekerja yang acapkali WFH (Work From Home), salah satunya TTRacing yang ikut andil dalam menghadirkan TTRacing Titus X.

Dapat kami katakan bahwa Titus X sebagai meja pintar hadir sebagai solusi paket lengkap pendukung untuk beraktivitas bekerja dari rumah. Tentu saja, meja pintar ini tidak terbatas hanya diperuntukkan bagi pekerja yang berkaitan dengan komputer, tetapi juga sebagai pendukung aktivitas lainnya.

Pertanyaan krusial saat ini ialah, dengan banyaknya opsi meja pintar, apa yang membuat Titus X berbeda? Apa keunggulannya? Dan apakah biaya investasi yang kalian keluarkan setara dengan apa yang didapatkan? Itulah yang penulis coba kulik dalam artikel ulasan Titus X ini.

Simak review TTRacing Titus X berikut ini.

Unboxing

TTRacing Titus X Oak Gamedaim Review 22
Dua boks yang terpisah

Paket TTRacing Titus X hadir dalam 2 boks berbeda dengan total bobot paket hampir 40 kg.

Boks pertama yakni top table atau daun meja berwarna Oak yang memang kebetulan kami menerima Oak Series. Tanpa menebak isi boks pertama pun, dari bentuknya sudah merepresentasikan bahwa boks inilah yang menjadi wadah daun meja dikarenakan ukurannya yang lebar dan bobotnya yang lebih ringan dibandingkan boks kedua.

Kemudian boks kedua yakni desk frame inilah yang di dalamnya terdapat sepasang kaki meja, frame meja, baut-baut, hingga aksesoris Titus X. Boks ini yang paling berat bobotnya sehingga penulis sarankan agar membawanya minimal 2 orang.

TTRacing Titus X Oak Gamedaim Review 21
Boks ke-2 ketika pertama kali dibuka
TTRacing Titus X Oak Gamedaim Review 20
Boks desk frame yang berisikan frame dan kaki-kaki meja, lembar panduan perakitan, aksesoris, baut-baut, dan pendukung lainnya

Pemisahan dua boks ini adalah keputusan yang bagus karena mendistribusikan beban. Jadi, ketika penulis membawa paket dari mobil kurir ke rumah, menjadi lebih mudah. Selain itu, fokus dalam merakit pun bisa diarahkan dengan baik karena penulis dapat menaruh perhatian penuh terlebih dahulu ke bagian kaki-kaki.

Perakitan yang Hampir Mulus

TTRacing Titus X Oak Gamedaim Review 15
Disarankan untuk merakit meja dilakukan oleh 2/3 orang sekaligus

Secara pribadi, penulis sudah pernah merakit meja pintar merk lain sebelumnya, dan itu pun merakitnya sendirian. Pada perakitan Titus X kali ini, penulis dibantu 2 orang tambahan dalam merakit meja.

Penulis akui, TTRacing cukup detail menyoal perakitan dikarenakan mereka menyediakan lembar panduan perakitan (assembly guide) yang lengkap, mengingatkan penulis ketika merakit TTRacing Surge X Jiraiya Edition maupun TTRacing Swift X. Sepertinya ini menjadi semacam footprint atau ciri khas produk TTRacing, di mana mereka mempermudah pengguna nya dengan menyediakan panduan perakitan.

TTRacing Titus X Oak Gamedaim Review 19
Tahap awal, yakni mengencangkan baut area motor

Dalam proses perakitan, tahap awal yang dilakukan ialah mengencangkan penggerak (motor) meja dengan baut. Proses mengencangkan baut ini terbilang mudah mengingat paket penjualan sudah menyediakan toolkit berupa Kunci L untuk mempermudah perakitan.

TTRacing Titus X Oak Gamedaim Review 18
Pengencangan baut base kaki dengan batang kaki

Bagian kaki menjadi fokus selanjutnya, yakni menggabungkan base kaki meja dengan batang kaki menggunakan 4 baut. Terdapat label pada kaki kanan maupun kiri sebagai penanda agar tidak tertukar.

TTRacing Titus X Oak Gamedaim Review 17
Pengencangan baut
TTRacing Titus X Oak Gamedaim Review 16
Pemasangan batang penyangga ke batang kaki meja

Kami menggabungkan batang penyangga daun meja sebagai tumpuan beban di atas daun meja nantinya—meja Titus X ini sendiri, berdasarkan spesifikasi teknis tertulis, mampu menahan beban hingga 80 kg. Dalam tahap ini, pastikan bahwa ukuran konektor antarbatang penyangga tepat, di mana penulis sendiri mengencangkan baut pada posisi 1.4 m, menyesuaikan panjang meja Titus X, yakni 140 cm. Lalu dilanjutkan dengan memasang batang penyangga tersebut ke lubang baut (total 8 baut) pada masing-masing kaki meja.

TTRacing Titus X Oak Gamedaim Review 14
Pemasangan batang transmisi

Kemudian kami melanjutkan proses ke tahap yang paling krusial, yakni pemasangan komponen penggerak meja. Tahap ini berfokus pada kople (coupling) yang berfungsi untuk menghubungkan motor elektrik meja dengan batang transmisi (rod) pada area bawah daun meja. Kople tersebut bertugas untuk mengirimkan tenaga putaran dari motor ke kedua sisi meja agar naik-turun meja seimbang. Bagian ini harus presisi karena menjadi penggerak utama agar meja dapat dinaikkan maupun diturunkan.

Hanya saja, ketika proses pencocokan kople, terdapat coakan yang kurang mengunci rod secara sempurna. Alhasil, rod tidak terkunci pakem oleh kople yang mengakibatkan anomali sensor meja di awal. Hal ini juga terlihat ketika unit panel kontrol dipasang ke meja dan dicolokkan ke sumber listrik, muncul kode error—penulis akan membahasnya lebih lanjut pada bab Performa dan Fitur.

TTRacing Titus X Oak Gamedaim Review 13
Side brackets dikencangkan

Tidak lupa juga memasang Side Brackets (sayap meja) kanan dan kiri sebagai penopang lebar daun meja agar tetap berada di posisinya.

Berikutnya ialah memasangkan daun meja ke kaki-kaki lewat sayap meja tadi menggunakan total 8 baut (4 baut di kanan, 4 baut di kiri). Pada tahap ini tidaklah rumit, hanya saja pastikan bagian meja yang agak melengkung adalah bagian yang dekat dengan tubuh kita nantinya, sedangkan bagian yang lurus rata adalah bagian belakang meja.

TTRacing Titus X Oak Gamedaim Review 9
Tampilan area bawah meja setelah perakitan selesai

Tahap terakhir ialah memasangkan unit kontroler motor beserta 2 aksesoris tambahan meja, yakni mug holder (tempat botol minum) dan hanger headset (tempat naruh headset/headphone). Semua unit dan aksesori ini dipasangkan menggunakan baut dan dikencangkan ke daun meja agar tidak mudah goyang.

Hasilkan Visual yang Natural

TTRacing Titus X Oak Gamedaim Review
Setup meja ttracing titus x disandingkan dengan ttracing swift x

TTRacing Titus X yang penulis terima ialah varian Oak, di mana menampilkan kesan minimalis yang juga didukung dengan kaki meja berwarna putih. Penggabungan warna Oak pada daun meja yang natural dengan kaki meja putih yang terang menjadi perpaduan visual yang menimbulkan tema minimalistic aesthetic.

Bukan hanya mengedepankan visual, permukaan daun meja Titus X sudah dilapisi termoform yang TTRacing mengklaim memiliki ketahanan lebih baik terhadap goresan, noda, benturan, atau bahkan ketumpahan air. Pelapisan termoform ini menjamin agar meja lebih awet dalam jangka panjang.

Sepengalaman penulis, menumpahkan air mineral ke permukaan daun meja memang tidak menimbulkan masalah yang berarti. Hanya saja, memang airnya tidak menyerap ke meja, alhasil harus dielap menggunakan tisu secepat mungkin. Juga, agar permukaan lebih mantap lagi, penulis memilih menaruh deskmat agar benturan/goresan dari mouse dan keyboard tidak meninggalkan jejak pada permukaan meja.

TTRacing Titus X Oak Gamedaim Review 6
Sudut meja yang dibuat agak rounded

Daun meja Titus X tidak mengambil pendekatan tradisional di mana meja haruslah bentuk sisi dan sudut yang tegas, melainkan cenderung mengambil pendekatan bentuk yang agak rounded. TTRacing sendiri menyebut bahasa desain ini sebagai knife-edge contour ergonomic design, yang secara sederhana desainnya dibuat melandai ke dalam secara halus dengan tujuan memadukan visual yang modern dan fungsi secara ergonomis. Penerapan desain ini juga bertujuan meminimalkan risiko benturan dengan suatu benda atau tubuh kita.

TTRacing Titus X Oak Gamedaim Review 2
Hook untuk headset pada sisi kanan meja
TTRacing Titus X Oak Gamedaim Review 3
Holder cup/mug pada sisi kiri meja

Pada bagian sisi meja yang dekat dengan badan kita ini, yang mendominasi karena paling melengkung di antara sisi lainnya. Bentuk yang agak cembung ini memberikan ruang lebih untuk posisi badan yang lebih maju. Bukan hanya itu, aksesori tambahan seperti dual-hook headphone holder (tempat headphone/headset) dan retractable mug/cup holder (tempat minum yang bisa diubah arahnya) pada sisi kanan dan kiri mudah dijangkau dengan tangan.

Ketebalan daun meja ini sebenarnya tidak begitu tebal, hanya sekitar 2-3 cm saja, di mana bagian bawah di dekat semua sisi ini agak landai. Meski tidak begitu tebal, meja ini tetap kokoh.

Guna membuktikan seberapa kuat meja pintar ini, kami melakukan stress test pada Titus X ini untuk mengetahui apakah meja ini mampu menahan beban hingga 80 kg seperti yang tertulis pada spesifikasi.

Penulis mencoba menduduki daun meja ini dan rangka atau kaki meja tetap kuat dan berdiri kokoh—bobot penulis sendiri di kisaran 48 kg. Lalu, ketika teman penulis yang berbobot 72 kg duduk di meja, pun kaki-kaki meja juga tetap kuat.

Posisi duduk dilakukan di beberapa titik, terutama pada bagian tengahnya yang tidak ada tiang penyangganya, tidak seperti duduk pada sisi kanan dan kiri, di mana beban terdistribusi ke kaki meja saja.

Hasilnya, tidak ada suara berdecit atau tanda-tanda meja daun melengkung ketika menahan beban terpusat pada bagian tengah meja. Kaki-kaki meja pun juga tetap berdiri tegak menopang beban.

Baik untuk mode penggunaan setup laptop maupun system unit PC dan monitor, area daun meja mampu menaruh semua barang tersebut di satu tempat. Tidak lupa juga, TTRacing menyediakan solusi agar pengaturan setup kerja kalian lebih rapi dengan menyediakan “perintilan” atau aksesori seperti pengatur kabel, deskmat, bahkan monitor arm yang tentu dibeli secara terpisah karena tidak termasuk dalam paket meja ini.

Fitur Motorized dan Pengalaman Penggunaan

TTRacing Titus X Oak Gamedaim Review 8
Meja ketika ketinggiannya diatur ke maksimal, yakni 120 cm

Meninggalkan urusan fisik dan rancang bangun yang terbukti tangguh, mari kita beralih ke daya tarik utama dari sebuah smart desk, yaitu mekanisme naik-turun atau height adjustment.

TTRacing Titus X Oak Gamedaim Review 12
Panel kontrol

TTRacing Titus X dibekali dengan motor elektrik dan sebuah panel kontrol pada sisi kanan meja yang memungkinkan kalian menyesuaikan serta menyimpan profil ketinggian favorit. Meja ini memiliki ketinggian maksimum 120 cm dan minimum 72 cm yang di mana sebenarnya cukup standar seperti meja pintar merk lainnya.

Penulis yang memiliki tinggi badan di 169 cm, posisi yang nyaman dan terasa ergonomic itu ialah Ketika mengatur ketinggian meja di kisaran 80-82 cm. Pada ketinggian tersebut, posisi tangan penulis dengan daun meja sejajar, sehingga produktivitas tetap terjaga dengan minim fatigue.

Bagi penulis yang kerap berganti posisi dari duduk saat fokus mengetik naskah artikel hingga berdiri saat sedang lelah duduk agar badan tidak pegal, fitur pengatur ketinggian tentu menjadi nyawa utama dari meja ini. Ekspektasinya jelas: sebuah transisi ketinggian yang mulus dan stabil, serta mekanisme penggerak motornya yang minim menimbulkan suara, jadi tidak mengganggu ritme kerja.

Namun, pengalaman awal ketika penulis menguji fitur motorized ini justru dihadapkan pada sebuah insiden kecil yang cukup mengejutkan. Begitu penulis menekan tombol pada panel kontrol untuk menaikkan meja, pergerakan motor tiba-tiba terhenti secara mendadak.

Alih-alih meluncur naik dengan mulus, layar kecil pada panel kontrol justru berkedip dan menampilkan sebuah kode peringatan: ER02. Bagi kalian yang mungkin belum familier, pada kebanyakan sistem standing desk, kode ER02 ini merupakan indikator dari fitur anti-collision atau sensor anti-tabrakan.

Singkatnya, sistem kelistrikan membaca bahwa ada sesuatu yang menghalangi laju meja, entah itu rintangan dari atas yang menekan atau halangan dari bawah yang mengganjal pergerakan.

Melihat kode tersebut, awalnya penulis kebingungan. Penulis segera melakukan pengecekan menyeluruh di sekitar meja, seperti apakah ada suatu benda yang mengganjal? Tidak ada. Apakah ada barang berat yang menahan laju di atas daun meja? Juga tidak ada.

Tidak ada alasan yang pasti, meski indikasi awal ialah ketidakpresisian posisi kople pada bagian bawah meja. Tanpa berpikir panjang, penulis kemudian memilih untuk mengatur panel kontrol lewat tombol M yang ada di unit terlebih dahulu. Kalian bisa mengecek assembly guide yang tersedia di paket penjualan, atau jika hilang, bisa melihatnya di situs resmi TTRacing, panduan spesifik untuk Titus X.

Pada panduan tersebut, terdapat bagian “Setting Mode” yang berguna untuk mengarahkan pengguna dalam mengatur proteksi kemiringan (tilt protection setting), pengatur unit (unit setting), hingga pengatur tabrakan (collision setting).

Penulis mencoba menonaktifkan segala proteksi pada meja, terutama menonaktifkan proteksi tabrakan. Alhasil, meja dapat diatur ketinggiannya dengan mulus. Setelah itu, penulis mengaktifkan fitur proteksi kembali ke mode N, yakni mode yang sensitivitasnya moderat saja.

Penulis juga kembali memastikan baut-baut di area kople dan rod dikencangkan seoptimal mungkin agar posisinya meminimalkan hambatan putaran. Setelah posisi batang transmisi dan kople ini bisa menyesuaikan diri, fitur mekanis meja berfungsi dengan normal. Ketika motor-nya sudah berjalan semestinya tanpa interupsi sensor, performa naik-turun meja ini patut diacungi jempol.

Transisinya sangat mulus dan stabil. Suara motor penggeraknya juga tergolong cukup senyap sehingga tidak akan mengganggu jika kalian menggunakannya di kamar tidur pada malam hari. Meskipun diawali dengan sedikit drama kemunculan kode ER02, fungsionalitas elektrik yang ditawarkan oleh TTRacing Titus X pada akhirnya tetap terasa premium dan andal untuk penggunaan harian.

Informasi Ketersediaan

TTRacing Titus X Smart Standing hadir dalam empat varian daun meja dan dua warna kaki, Oak (pada review ini) dan putih akan mendapat kaki berwarna putih. Sedangkan daun meja berwarna hitam dan walnut akan mendapat kaki berwarna hitam. Namun, sayangnya, TTRacing tidak menyediakan opsi leluasa bagi calon pembelinya untuk mix & match daun meja beserta kakinya.

Selain warna, daun meja Titus X juga hadir dalam empat pilihan yang tentunya berpengaruh pada harganya. Ukuran S (120 x 75 CM) dijual dengan harga Rp3.959.000, M (140 x 75 CM) dijual dengan harga Rp4.100.000, L (160 x 80 CM) dijual dengan harga Rp4.559.000, dan XL (180 x 80 CM) dijual seharga Rp5.199.000.

Semua harga di atas berdasarkan situs resmi TTRacing yang bisa berubah secara mendadak sesuai dengan keadaan, entah diskon atau harga naik.

Karena paket meja dan kaki dipacking secara terpisah, TTRacing memberikan catatan bahwa ada kemungkinan paket datang tidak secara bersamaan. Apabila hal tersebut terjadi, pastikan untuk selalu tracking informasi pengiriman paket dan/atau menghubungi pihak TTRacing secara berkala hingga paket diterima dengan aman.

TTRacing memberikan garansi selama 3 tahun dan kalian bisa menambah Rp459.000 untuk garansi 3 tahun Care+.

Informasi seputar produk TTRacing lainnya juga dapat kalian ikuti melalui situs resmi mereka di link berikut ini.

Kesimpulan

Review Summary

TTRacing mampu membuktikan bahwa mereka dapat menawarkan opsi solusi guna mendukung produktivitas di depan layar lewat TTRacing Titus X Oak ini. Visual yang minimalis, hasil perpaduan daun meja berwarna Oak dan kaki putih, juga didukung oleh desk frame yang kokoh serta mampu menahan beban hingga 80 kg, membuat meja pintar ini tampil secara estetik, namun fungsionalitasnya tetap terjaga. Perakitan pun juga mudah, meski terdapat kendala di awal dengan munculnya kode error ER02, yang pada akhirnya dapat teratasi lewat panduan dengan cara menonaktifkan fitur proteksi tabrakan secara sementara. Motor penggerak meja ini benar-benar minim suara, sehingga ritme bekerja pun minim terganggu. Hadirnya aksesori tempat botol dan pengait headphone pun jadi benefit tambahan pada Titus X.

Criteria

Design
85
Build Quality
90
Assembly
80
Features
85
Price
80
Pros
  • Kombinasi Oak dan warna putihnya tampil sangat elegan dan bersih
  • sangat cocok untuk tema minimalist setup
  • Rangka bajanya luar biasa rigid
  • Ssistem transisi naik-turun meja berjalan dengan lancar
  • Suara motor penggeraknya tergolong cukup senyap
Cons
  • Coakan kople pada batang transmisi motor kurang duduk presisi sehingga proses perakitan cukup memakan waktu

Ikuti Gamedaim — di mana saja

Tetap terkini di mana pun kamu membaca.

Selanjutnya

Pengalaman kami dalam mencoba Secretlab TITAN Evo selama 3 tahun
Review

Pengalaman Secretlab TITAN Evo (Harry Potter Edition) Setelah 3 Tahun Pemakaian

28 September 2026 Alfryan Irgie 8 menit baca

Kedatangan Atlas rupanya memicu rasa penasaran yang menggelitik. Jika sang pendatang baru menawarkan masa depan ilmu ergonomi, bagaimana nasib sang legenda setelah dipaksa bekerja keras menemani…

Baca artikel lengkap