Review ROG Keris II Ace: Teman Ergonomis untuk Gim Kompetitif

Jika Anda mencari mouse yang ringan, akurat, dan sangat nyaman untuk sesi latihan berjam-jam, ROG Keris II Ace bisa masuk ke wishlist.

Review Peripheral
Asus Rog Keris Ii Ace Gamedaim Review 14
Komentar

Di dunia gaming kompetitif yang serba cepat, setiap milidetik dan setiap gram bobot sangatlah berarti. ROG Keris II Ace hadir bukan sekadar sebagai pembaruan kosmetik, melainkan sebuah pernyataan dari ASUS bahwa mereka siap mendominasi pasar mouse gaming ultra-ringan.

Dengan bobot hanya 54 gram, mouse ini menantang ekspektasi para pemain tentang apa yang bisa dilakukan oleh sebuah perangkat ergonomis. Banyak mouse kompetitif terjebak dalam desain ambidextrous yang kaku, namun Keris II Ace berani mengambil jalan berbeda dengan fokus pada kenyamanan tangan kanan tanpa mengorbankan kelincahan.

Mouse ini bukan hanya tentang angka di atas kertas, seperti polling rate 8000Hz atau sensor 42.000 DPI, tetapi tentang bagaimana semua teknologi itu menyatu dalam genggaman Anda. Apakah ini senjata yang Anda butuhkan untuk menembus rank Radiant di Valorant atau Elo Rank 25K+ di CS2?

Dalam ulasan ini, Penulis akan membedah setiap detailnya, mulai dari cangkang bio-nylon yang inovatif hingga performa sensor yang hampir tanpa cacat, untuk melihat apakah Keris II Ace benar-benar layak menyandang gelar ‘Ace’ di meja gaming Anda.

Unboxing ROG Keris II Ace

Asus Rog Keris Ii Ace Gamedaim Review 18
Box tampilan depan
Asus Rog Keris Ii Ace Gamedaim Review 17
Box tampilan belakang

ROG Keris II Ace dibungkus seperti produk-produk ROG lainnya, yaitu dengan kerdus berwarna hitam dan merah dengan di bagian depan ada gambar produk bersama fitur-fitur unggulan.

Asus Rog Keris Ii Ace Gamedaim Review 16
Isi paket penjualan

Berikut isi dalam paket penjualannya:

  • 1 x ROG Keris II Ace mouse
  • 1 x ROG Polling Rate Booster
  • 1 x wireless receiver
  • 1 x USB dongle extender
  • 1 x mouse grip tape set
  • 2 x replaceable mouse feet
  • 1 x 2-meter ROG Paracord
  • 1 x warranty booklet
  • 1 x Quick Start Guide
  • 1 x ROG sticker
  • 1 x thank you card

Apakah ada perbedaan pada paket penjualan dari ROG Keris II Origin? Ada, yaitu kehadiran Polling Rate Booster. Hal ini cukup membuat Penulis senang karena polling rate tinggi dari mouse ROG tidak lagi terasa sia-sia.

Desain: Ergonomi Tanpa Beban

Asus Rog Keris Ii Ace Gamedaim Review 15
Tampilan mouse

Secara visual tidak ada perbedaan signifikan dari desain ROG Keris II Ace dibandingkan dengan Keris II Origin. Panjangnya, tinggi punggung (hump), dan lebarnya semua sama, termasuk tekstur yang terasa seperti kulit telur. Warna yang dihadirkan ASUS untuk ROG Keris II Ace juga sama, Moonlight White (putih) dan hitam.

Salah satu pencapaian terbesar ROG Keris II Ace adalah bagaimana ASUS berhasil memangkas bobot hingga 54 gram tanpa membuat mouse terasa ringkih. Rahasianya terletak pada penggunaan bahan bio-based nylon.

Material ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki rasio kekuatan terhadap berat yang luar biasa. Saat pertama kali menyentuhnya, Penulis memang merasakan tekstur yang solid, jauh dari kesan plastik murah yang sering ditemukan pada mouse ringan lainnya.

Asus Rog Keris Ii Ace Gamedaim Review 5
Logo “mata” rog yang ikonik

Selain penggunaan material bio-based nylon, perbedaan bobot hingga 11 gram dari ROG Keris II Origin memiliki beberapa konsekuensi, salah satunya dari sisi estetika. Logo ROG di punggung dan di sisi kiri pada Keris II Ace sudah tidak bisa menyala. Bukan masalah besar karena ketika digunakan lampu tersebut akan tertutup tangan, dan ketika tidak digunakan lampu akan mati karena masuk mode sleep.

Selain estetika, faktor teknis yang juga ikut dikorbankan adalah kapasitas baterai “hanya” 107 jam pada Keris II Ace, berkurang 12 jam dari Keris II Origin yang bisa mencapai 119 jam. Fitur hotswappable pada switch juga dihilangkan sehingga pengguna tidak bisa menyesuaikan profile switch dengan keinginannya.

Asus Rog Keris Ii Ace Gamedaim Review 2
Posisi telapak tangan terhadap mouse
Asus Rog Keris Ii Ace Gamedaim Review
Tampilan dari sisi atas

Bentuknya adalah evolusi dari seri Keris sebelumnya, dengan kurva asimetris yang dirancang khusus untuk pengguna tangan kanan. Bagian punggung (hump) mouse ini memiliki puncak yang sedikit bergeser ke kiri, memberikan dukungan alami bagi telapak tangan.

Bagi pengguna dengan gaya genggam Palm Grip, mouse ini mengisi ruang tangan dengan sangat pas. Namun, kejutan sebenarnya ada pada efektivitasnya untuk Claw Grip. Berkat ukurannya yang medium-to-small dan bagian samping yang menyempit, pemain Claw Grip (seperti Penulis) akan merasakan kendali mikro yang luar biasa saat melakukan flick shot.

Asus Rog Keris Ii Ace Gamedaim Review 6
Side button
Asus Rog Keris Ii Ace Gamedaim Review 13
Tombol left & right dan scroll
Asus Rog Keris Ii Ace Gamedaim Review 7
Permukaan bergaris pada sisi kanan untuk memperkuat grip

ASUS juga memberikan perhatian pada detail kecil namun krusial, yaitu tombol utama yang menggunakan bahan PBT. Berbeda dengan plastik ABS standar, PBT lebih tahan terhadap kilap akibat minyak tangan dan memiliki tekstur sedikit kasar yang memberikan grip tambahan.

Jika itu belum cukup, di dalam paket penjualan juga disertakan anti-slip grip tape dengan pola ROG yang stylish. Desain kaki mouse yang terbuat dari 100% PTFE memastikan mouse ini meluncur di atas mousepad bagaikan berada di atas es, memberikan sensasi pergerakan yang hampir tanpa hambatan.

Teknologi: Sensor, Switch, dan Dilema Polling Rate

Asus Rog Keris Ii Ace Gamedaim Review 12
Sisi alas mouse

Di balik cangkang ringannya, ROG Keris II Ace menyimpan sensor ROG AimPoint Pro. Ini adalah salah satu sensor optik paling canggih saat ini, menawarkan sensitivitas hingga 42.000 DPI.

Namun, angka DPI tinggi hanyalah marketing jika tanpa akurasi. AimPoint Pro menonjol karena deviasi CPI-nya yang kurang dari 1%, artinya jarak yang Anda gerakkan di dunia nyata diterjemahkan secara identik di layar monitor. Dalam game kompetitif seperti CS2 dan Valorant, konsistensi ini sangat krusial untuk membangun muscle memory.

Untuk bagian switch, ASUS menggunakan ROG Optical Micro Switches. Tidak seperti switch mekanik tradisional yang mengandalkan kontak fisik logam, switch optik menggunakan cahaya untuk mengirim sinyal. Hasilnya? Tidak ada lagi masalah double-click dan waktu respon yang instan karena tidak adanya debounce delay. Klik yang dihasilkan terasa sangat taktil, tajam, dan konsisten hingga 100 juta kali klik.

Mari kita bicara tentang fitur yang paling banyak diperdebatkan, Polling Rate. Keris II Ace mendukung 1000Hz (standar), 4000Hz (nirkabel), dan hingga 8000Hz (berkabel dengan Booster). Perbedaannya seringkali bersifat subjektif, namun secara teknis sangat nyata. Pada 1000Hz, jeda input adalah 1 milidetik, sedangkan pada 4000Hz, jeda tersebut turun menjadi 0,25ms.

Apakah terasa signifikan? Jika seorang pro player dan menggunakan monitor dengan refresh rate tinggi (240Hz ke atas), pergerakan kursor pada 4000Hz akan terasa jauh lebih halus dan ‘nempel’ dengan gerakan tangan Anda. Input lag yang lebih rendah memberikan keuntungan kecil namun vital dalam skenario duel satu lawan satu.

Namun, untuk Penulis yang bermain game hanya untuk membuang isi kepala atau menenangkan batin, 4000Hz pada mouse tidak terasa terlalu siginifikan dibanding dengan 1000Hz.

Namun, perlu dicatat bahwa penggunaan 8000Hz akan membebani CPU komputer Anda secara lebih intensif. Untuk sebagian besar pemain, 4000Hz nirkabel adalah ‘sweet spot’ yang memberikan keseimbangan antara performa ekstrem dan kenyamanan tanpa kabel.

Bagi beberapa orang transisi dari 1000Hz ke 4000Hz adalah lompatan yang paling bisa dirasakan, sementara dari 4000Hz ke 8000Hz memberikan hasil yang semakin berkurang (diminishing returns) bagi rata-rata pengguna, kecuali bagi para antusias yang mengejar performa absolut.

Setting Polling Rate Pada Armoury Crate dengan Omni Receiver (2.4GHz) + Polling Rate Booster

Armoury Crate Rog Keris Ii Ace Gamedaim Review 2
Pengaturan polling rate lewat software armoury crate dengan omni receiver (2. 4ghz) + polling rate booster

Bagi yang memang memiliki mouse ini, sebaiknya memasang aplikasi Armoury Crate karena sepertinya ada satu kesalahan informasi di situs resmi ASUS. Pada halaman Tech Specs Keris II Ace, terdaapt informasi kalau 8K polling rate hanya bisa dicapaii kalau menggunakan kabel. Namun, pada Armoury Crate, polling rate 8K berjalan secara default ketika dongle 2.4GHz dipasangkan dengan Polling Rate Booster.

Informasi Ketersediaan

ROG Keris II Ace sudah tersedia untuk pasar Indonesia dan bisa dibeli secara langsung melalui ROG Exclusive store atau online marketplace.

Berdasarkan marketplace hijau dan orange, ROG Keris II Ace dijual dengan harga yang cukup beragam, ada yang Rp1.999.000 hingga Rp2.039.000,-.

Kesimpulan

Kelebihan:

  • Bobot lebih ringan 11 gram dari ROG Keris II Origin.
  • Polling rate booster sudah tersedia pada paket penjualan.

Kekurangan:

  • Absennya fitur hotswap pada switch
  • Kapasitas baterai lebih rendah dari ROG keris II Origin

Review Summary

Bagi orang yang serius ingin masuk ke skena kompetitif professional (esports), Penulis sangat merekomendasikan ROG Keris II Ace. Mouse ini menggabungkan ergonomi yang nyaman dengan spesifikasi teknis yang berada di puncak kelasnya. Bisa dibilang ROG Keris II Ace adalah investasi jangka panjang yang sangat baik. Terkait harganya, memang Keris II Ace berada di kategori premium. Namun, mengingat Anda mendapatkan paket lengkap termasuk Polling Rate Booster, grip tape berkualitas, dan salah satu sensor terbaik di industri, harga tersebut terjustifikasi bagi mereka yang mengutamakan performa. Jika Anda mencari mouse yang ringan, akurat, dan sangat nyaman untuk sesi latihan berjam-jam, ROG Keris II Ace bisa masuk ke wishlist.

Criteria

90
Design
90
Build Quality
100
Sensor
100
Switch
70
Price

Ikuti Gamedaim — di mana saja

Tetap terkini di mana pun kamu membaca.

Selanjutnya

Asus Rog Pelta Gamedaim Review 16

Terobosan baru ASUS ROG untuk lini headphone mereka, ROG Pelta.

Baca artikel lengkap