Review Secretlab ATLAS: Perpaduan Pas Antara Estetika Gaming dan Ergonomi Kantor

Biaya untuk mengatasi nyeri pinggang kronis atau fisioterapi akibat postur kerja yang buruk jauh melampaui harga kursi ini.

Review
Secretlab ATLAS Black3
Komentar

Selama bertahun-tahun, identitas kursi gaming selalu lekat dengan desain ala jok mobil balap yang agresif. Namun, seiring bergesernya tren setup PC modern yang kini menuntut perpaduan sempurna antara produktivitas kerja dan hiburan kompetitif, standar kenyamanan pun ikut berevolusi.

Secretlab, nama besar yang merajai industri kursi gaming, menyadari betul transisi fundamental ini. Mereka tidak lagi hanya terpaku pada kursi esports ikonik, tetapi mulai mendefinisikan ulang batasannya dengan melahirkan lini kursi ergonomis berdesain task chair modern untuk memenuhi kebutuhan hybrid work and play.

Jika sebelumnya kita sering menjumpai kursi gaming tradisional yang memeluk erat tubuh dengan bucket seat, sebuah format standar yang sering kita evaluasi di berbagai review periferal gaming, ATLAS mengambil pendekatan yang jauh lebih matang.

Dengan desain dudukan yang terbuka dan sistem ergonomi yang memprioritaskan kebebasan gerak sekaligus penopang tulang belakang progresif, kursi ini menjanjikan support maksimal tanpa harus mengorbankan estetika ruangan.

Apakah Secretlab ATLAS Black³ layak menjadi investasi jangka panjang untuk postur tubuh Anda?

Simak review Secretlab ATLAS Black³ berikut ini.

Spesifikasi Utama & Detail Varian

Gambar kursi gaming Secretlab ATLAS Black3 untuk review game dan gaming
Kursi ketika digunakan dalam mode kerja

Membahas spesifikasi teknis dari sebuah kursi kerja dan gaming premium selalu menjadi bagian krusial sebelum memutuskan untuk menjadikannya pusat dari setup PC harian. Secretlab ATLAS hadir dengan pendekatan sizing yang dirancang dengan presisi untuk mengakomodasi berbagai postur.

Varian Regular Size (Size R) yang penulis bedah kali ini ditargetkan secara spesifik untuk profil tubuh rata-rata, ideal bagi pengguna dengan tinggi badan antara 150 cm dan 178 cm, serta batas beban maksimal hingga 100 kg.

Kursi gaming Secretlab ATLAS Black3 untuk kenyamanan bermain game
Gambaran tinggi badan 169 cm ketika menduduki kursi

Dimensi ini memberikan proporsi yang sangat pas, tidak terlalu oversized yang sering kali membuat lekukan lumbar menjadi meleset dari sasarannya, namun juga tidak terlalu sempit. Hasilnya adalah ruang gerak yang leluasa bagi kaki dan pinggul, sangat esensial saat kita sedang fokus mengetik naskah konten, merumuskan kalender editorial, atau mengevaluasi metrik media sosial di depan layar berjam-jam.

Jantung dari evolusi ergonomi Secretlab ATLAS terletak pada sistem Synchronous Tilt Mechanism. Berbeda dengan mekanisme tilt statis pada kursi gaming konvensional yang mungkin sering penulis rasakan sebelumnya, sistem mekanik pada ATLAS menggunakan rasio pergerakan 2:1.

Secara teknis, ini berarti setiap kali sandaran punggung direbahkan sejauh 2 derajat, bagian dudukan (seat base) hanya akan terangkat 1 derajat. Implementasi ini sangat brilian karena memastikan telapak kaki tetap menapak rata di lantai saat kita bersandar santai ke belakang (Rest Mode) setelah lelah melakukan benchmarking komponen atau menyelesaikan draf tulisan.

Transisi dari Focus Mode yang tegak lurus menjadi postur rileks terasa sangat natural tanpa memotong sirkulasi darah di paha bawah. Berpindah ke bagian struktur penopang utama, kursi ini mengusung teknologi RE-CURVE™ Backrest yang sudah terintegrasi langsung dengan Lumbar Support.

Gambar kursi gaming Secretlab ATLAS Black3 dari Gamedaim
Lengkungan backrest yang mengikuti tulang belakang manusia

Alih-alih menggunakan bantal pinggang terpisah yang mudah bergeser atau sistem internal yang terlalu agresif menonjol ke depan, lengkungan ATLAS dirancang untuk mengikuti bentuk kurva alami S pada tulang belakang manusia.

Desain ini mendistribusikan bobot tubuh bagian atas secara merata, mencegah munculnya titik tekan (pressure point) berlebih di area pinggang bawah, sebuah fitur penyelamat mutlak bagi siapa saja yang memiliki rutinitas maraton di depan monitor.

Untuk menyempurnakan postur, Secretlab membekali kursi ini dengan 3D Adjustable Armrest dan Magnetic Memory Foam Head Pillow. Armrest 3D-nya memungkinkan penyesuaian ketinggian, rotasi sudut, serta pergeseran maju-mundur.

Gambar kursi Secretlab ATLAS Black3 Gamedaim dalam pengaturan gaming
Pengatur ketinggian armrest

Fleksibilitas mekanis ini memastikan pergelangan tangan dan siku berada pada posisi paling rileks, sejajar dengan meja kerja saat mengetik cepat atau saat menggenggam mouse dalam sesi gaming kompetitif.

Namun, 3D Armrest pada kursi Secretlab ATLAS tidak dilengkapi dengan pengunci untuk pergerakan maju-mundur. Ada kekurangan dan kelebihan karena ketika bermain game, tangan penulis jadi mudah bergerak, sedangkan untuk bekerja, terkadang sedikit mengganggu karena posisinya sangat mudah bergeser.

Gambar kursi Secretlab ATLAS Black3 dari Gamedaim dalam ulasan terbaru
Bantal kepala magnetik dalam genggaman
Gambar kursi Secretlab ATLAS Black3 dari Gamedaim dalam ulasan terbaru
Bantal kepala magnetik yang mudah ditempel ke backrest kursi

Di sisi lain, bantal kepala magnetiknya membuang jauh-jauh sistem strap atau tali pengikat elastis yang sering merusak pemandangan. Busa memori berlapis gel pendingin di dalamnya dapat diatur posisinya hanya dengan menggesernya ke atas atau ke bawah pada sandaran.

Gambar kursi Secretlab ATLAS Black3 dari Gamedaim dalam ulasan terbaru
Tampilan kursi disandingkan dengan setup

Terakhir, mari kita bahas estetika visual dari varian Black³ (Triple Black). Pemilihan warna dan material sering kali menjadi perdebatan panjang dalam merakit setup impian, namun varian Black³ menawarkan pesona stealth yang sulit ditolak.

Dengan balutan warna hitam pekat (monokrom), opsi ini memberikan kesan profesional sekaligus garang. Warnanya yang gelap tidak hanya sangat mudah dirawat dan menyamarkan noda akibat pemakaian harian, tetapi juga menyatu sempurna dengan estetika setup dark mode atau ruang studio kreatif yang sarat dengan perangkat keras kelas atas.

Logo Secretlab dijahit dengan presisi menggunakan benang hitam (tone-on-tone), memancarkan aura understated premium tanpa perlu berteriak mencari perhatian di depan kamera.

Desain, Kualitas Buatan (Build Quality) & Estetika Black³

Gambar kursi Secretlab ATLAS Black3 dari Gamedaim dalam ulasan terbaru
Opsi warna hitam yang tampil stealth

Memasuki ranah desain, Secretlab ATLAS mengambil langkah berani dengan menanggalkan garis desain kursi gaming yang mencolok dan beralih ke siluet task chair modern yang elegan dan profesional.

Varian Black³ (Triple Black) secara khusus mendefinisikan ulang makna stealth dalam sebuah setup ruang kerja. Alih-alih menggunakan aksen warna neon, detail kontras, atau jahitan agresif, keseluruhan anatomi kursi ini dilebur dalam warna hitam pekat yang seamless dan sedikit aksen putih untuk pemanis.

Kursi gaming Secretlab ATLAS Black3 dalam review game dan gaming
Logo secretlab pada sisi belakang

Estetika ini sangat ideal untuk mempertahankan visual setup yang clean dan minimalis, sekaligus menjaga nuansa serius saat kalian sedang dituntut untuk fokus penuh.

Berbicara soal kualitasnya (build quality), Secretlab dikenal tidak pernah berkompromi, dan ATLAS menjadi pembuktian nyata dari standar tinggi tersebut. Permukaan kursi dibalut dengan material upholstery kelas wahid yang dirancang khusus untuk menahan abrasi dari penggunaan harian yang ekstrem.

Jahitan pada setiap lekukannya dieksekusi dengan tingkat presisi tinggi. Bahkan, logo Secretlab yang disematkan pada sandaran kepala dan punggung menggunakan teknik bordir tone-on-tone hitam yang sangat rapi.

Ketiadaan benang yang mencuat atau panel yang terasa ringkih menegaskan bahwa ini adalah perangkat kelas berat. Daya tahan material ini menjadi faktor krusial di tengah ritme kerja yang padat.

Entah penulis sedang maraton mengejar deadline, membedah skrip untuk konten media sosial berjam-jam lamanya, kursi ini dirancang untuk tidak mudah mengelupas atau pudar tergerus waktu.

Di balik lapisan luarnya yang garang, Secretlab menyuntikkan teknologi Patent-Pending Cold-Cure Foam pada bagian dudukan dan sandaran punggung. Bagi pengguna yang terbiasa dengan kursi kantor berbahan busa empuk yang langsung ambles saat diduduki, karakter busa pada ATLAS mungkin akan terasa medium-firm atau sedikit padat pada minggu-minggu pertama pemakaian.

Namun, di sinilah letak keunggulan ergonomisnya. Kepadatan busa cold-cure ini dirancang secara biomekanis untuk mendistribusikan titik tumpu bobot tubuh secara presisi, mencegah tulang ekor menjadi kebas akibat postur yang tenggelam. Karakter busa yang kokoh memastikan integritas bentuk dudukan tidak akan kempis atau rata meski diuji dalam hitungan tahun.

Saat Penulis harus duduk terpaku mengawasi rotasi draf hero di layar atau sekadar menulis artikel ulasan, fondasi busa yang solid ini akan menyokong tulang belakang Penulis agar tetap tegak sempurna tanpa menuntut effort otot punggung yang berlebihan.

Melengkapi superioritas material dan busanya, struktur rangka penyangga ATLAS dibentuk dari paduan baja solid yang memberikan sensasi tank-like, alias kokoh dan tak tergoyahkan. Setiap kali Penulis bersandar penuh atau menggeser posisi duduk secara tiba-tiba, tidak ada bunyi decit plastik atau perit logam murahan yang akan memecah konsentrasi.

Semua fitur mekanis pada Secretlab ATLAS dipindahkan ke bagian penopang besi tersebut, baik untuk membuka tilt sandaran punggung, mengatur tingkat kekerasan engsel backrest, menyesuaikan ketinggian bangku, hingga kedalaman seatbase.

Kestabilan absolut ini disokong penuh oleh wheelbase beralas aluminium tebal (ADC12) dan roda-roda caster berdiameter besar yang meluncur mulus bak mentega di atas berbagai jenis permukaan lantai. Oh iya, di bagian kaki ini ada satu yang menampilkan logo Secretlab kecil, yang sepertinya menandakan kaki paling depan kursi.

Kombinasi desain stealth yang memanjakan mata, dipadukan dengan konstruksi mekanis yang tahan banting, menjadikan Secretlab ATLAS Black³ bukan sekadar furnitur biasa, melainkan instrumen krusial untuk menunjang produktivitas tingkat tinggi.

Fitur Ergonomi & Pengaturan Posisi Duduk

Mari kita bedah sistem ergonomi yang menjadi nilai jual utama dan alasan terbesar mengapa Secretlab ATLAS sangat layak dipertimbangkan. Jantung dari pergerakan kursi ini terletak pada Synchronous Tilt Mechanism.

Bagi yang terbiasa dengan mekanisme Multi-Tilt pada TITAN Evo, di mana lutut akan ikut terangkat saat kalian bersandar jauh ke belakang, Atlas menawarkan sensasi biomekanis yang sama sekali berbeda. Lewat mekanisme Synchronous Tilt 2:1, telapak kaki kalian akan tetap menapak stabil di lantai. (Baru)

Ketika Penulis beralih dari postur tegak, misalnya saat sedang memusatkan konsentrasi penuh meracik struktur carousel Instagram atau merangkai naskah konten yang membutuhkan waktu panjang, lalu bersandar santai ke belakang (Rest Mode) untuk menonton ulang highlight turnamen e-sport, sudut panggul Penulis akan terbuka secara natural. Kaki penulis tetap menapak stabil di lantai tanpa ada sensasi paha tergantung yang mengganggu.

Fitur krusial berikutnya untuk memastikan kenyamanan absolut adalah Adjustable Seat Depth (pengaturan kedalaman dudukan). Sering kali, kursi gaming pada umumnya mengabaikan variasi panjang paha penggunanya, sehingga area belakang lutut sering tertekan oleh bibir kursi dan menyebabkan pegal.

Kursi Secretlab ATLAS Black3 Gamedaim dalam review gaming dan teknologi
Tuas pengatur ketinggian dan level dorongan backrest
Kursi gaming Secretlab ATLAS Black3 dalam review GameDaim
Tuas pengatur kedalaman seatbase

Pada ATLAS, masalah ini diselesaikan dengan tuas sederhana. Penulis dapat menggeser alas duduk ke depan atau ke belakang, memastikannya menopang paha dengan sempurna terlepas dari proporsi kaki penulis.

Ditambah dengan desain low-set base pada varian ukuran Regular ini, titik terendah hidroliknya sangat ideal. Kaki yang menapak datar dan stabil sangat krusial untuk menjaga fokus saat meracik strategi drafting konten atau mengawasi pergerakan roster esports favorit di layar kaca.

Bergeser ke area penyokong tulang belakang, Secretlab mengimplementasikan RE-CURVE™ Backrest dengan lumbar support terintegrasi. Alih-alih menggunakan bantal pinggang terpisah atau kenop mekanis internal yang kerap mendorong punggung bawah dengan sudut agresif, ATLAS mengadopsi filosofi S-Curve yang mengikuti kelengkungan tulang belakang manusia secara pasif namun sangat suportif.

Desain ini membingkai postur tulang belakang dengan presisi. Saat penulis harus duduk statis mengevaluasi spesifikasi perangkat keras terbaru, mulai dari membandingkan router wireless, menganalisis suhu laptop gaming, hingga marathon drakor, lengkungan ini akan secara otomatis menahan bahu agar tidak melorot ke depan (slouching). Distribusi tekanan terasa sangat merata, meminimalkan risiko low back pain atau nyeri pinggang kronis.

Inovasi memanjakan lainnya hadir lewat Magnetic Memory Foam Head Pillow. Tinggalkan sistem tali strap elastis murahan yang sering merusak keindahan visual kursi setup Anda.

Bantal kepala ini menempel kuat pada sandaran punggung hanya dengan mengandalkan daya magnet neodymium internal, memungkinkan Anda menggesernya ke atas dan ke bawah dengan sangat mulus demi mendapatkan titik tumpu paling pas di lekukan leher.

Busa memori berlapis cooling gel di dalamnya memastikan suhu kepala tetap sejuk dan memberikan relaksasi instan, terutama di tengah maraton editing video Reels vertikal yang sering kali menguras energi dan konsentrasi.

Terakhir, fondasi penyokong ekstremitas atas ditangani oleh 3D Adjustable Armrest. Sandaran tangan ini menawarkan kustomisasi mekanis ke tiga arah, naik-turun, rotasi serong ke dalam atau ke luar, dan pergeseran sumbu maju-mundur.

Fleksibilitas ini sangat penting untuk memastikan siku Penulis selalu mendapatkan tumpuan sejajar dengan permukaan meja kerja. Baik ketika tangan Penulis sedang lincah melakukan flick menggunakan mouse, menyusun jadwal konten, atau jemari sedang menari cepat di atas keyboard menyelesaikan artikel dengan tenggat waktu ketat, lengan Penulis tidak akan menggantung bebas yang berpotensi memicu ketegangan di area otot leher dan pundak.

Pengalaman Penggunaan Nyata

Pengujian di atas kertas tentu berbeda dengan pemakaian di dunia nyata. Dalam rutinitas harian yang padat, mulai dari menyusun kalender editorial, meracik skrip untuk konten video vertikal di Instagram, hingga menyelesaikan deretan panjang draf artikel di meja, kursi ini harus mampu membuktikan taringnya.

Duduk statis selama lebih dari delapan jam biasanya menjadi mimpi buruk bagi area punggung bawah. Namun, karakter busa medium-firm pada ATLAS terbukti bukan sekadar gimmick marketing. Alih-alih membuat tubuh lekas pegal karena posisi duduk yang perlahan merosot ke bawah, bantalan yang padat ini secara efektif “memaksa” postur tubuh untuk tetap tegak dan sejajar dengan pinggiran meja kerja.

Transisi pergerakan saat harus berpindah fokus dari mengetik cepat ke aktivitas mengamati spesifikasi teknis komponen perangkat keras, seperti mengevaluasi desain router kelas atas atau membedah sistem cooling hub PC, terasa jauh lebih minim interupsi rasa lelah karena sokongan lumbar yang bekerja konstan mengawal lekuk punggung.

Ketika jam kerja usai dan fokus beralih ke sesi hiburan atau riset visual mendalam, sistem synchronous tilt pada kursi ini bertransformasi menjadi pahlawan tanpa tanda jasa. Menggeser tuas untuk mengaktifkan Rest Mode dan merebahkan sandaran hingga sudut optimal memberikan postur bersandar yang luar biasa rileks.

Posisi rebah ini juga sangat ideal saat digunakan untuk menganalisis jalannya pertandingan kompetitif yang panjang, seperti membedah strategi drafting hero dan fase banning dari tim-tim papan atas di panggung pertandingan esports, memantau pergerakan roster di skena turnamen esports, atau bahkan sekadar menikmati film atau TV series. Dalam posisi ini, bantal kepala magnetiknya merespons pergerakan tubuh dengan sempurna, memeluk beban leher saat mata tetap awas memandangi layar.

Bagi penulis yang juga rutin menghabiskan waktu luang untuk grinding di game kompetitif, fungsi armrest 3D memainkan peran sentral. Saat diuji dalam sesi intens dan bertempo cepat di Apex Legends atau Counter-Strike 2, keleluasaan untuk memutar sandaran tangan sedikit ke dalam (sudut serong) memberikan tumpuan presisi bagi lengan bawah saat harus melakukan flick shot responsif menggunakan mouse.

Sebaliknya, ketika beralih menggunakan gamepad untuk menikmati judul-judul rilis besar berbalut grafis memukau atau mengeksplorasi keindahan visual dari implementasi teknologi DLSS terkini, sandaran tangan bisa ditarik mundur agar bahu tidak terangkat secara tak wajar.

Berbicara soal suhu dan sirkulasi udara (breathability), penggunaan harian di iklim tropis perkotaan yang terik tentu memberikan tantangan tersendiri. Varian Black³ menunjukkan tingkat manajemen suhu yang sangat mumpuni. Saat digunakan di dalam ruangan dengan pendingin udara (AC) yang menyala, permukaannya tidak memicu penumpukan keringat di area paha belakang, bahkan setelah diduduki maraton.

Meskipun demikian, jika suhu ruangan dibiarkan menghangat tanpa sirkulasi, karakternya yang form-fitting mungkin akan terasa sedikit memeluk tubuh, sebuah kompromi wajar yang harus dibayar demi mendapatkan pelapis material berdurabilitas tinggi yang tidak mudah terkelupas.

Pada aspek kesesuaian ukuran secara keseluruhan, varian Regular Size benar-benar memvalidasi janji ergonomisnya. Dengan postur tubuh standar, telapak kaki dapat memijak lantai secara solid dan rata. Fitur tuas pengatur seat depth sukses memastikan bagian belakang lutut terbebas dari tekanan keras ujung bantalan kursi, melancarkan aliran darah ke area betis.

Secretlab sangat memikirkan keamanan produk ATLAS ini. Seatbase mudah digeser ketika diduduki, namun sangat sulit ketika ditarik menggunakan tangan. Hal ini menjadikannya lebih aman bagi para gamer maupun pekerja yang memiliki anak kecil di rumah.

Bagi penulis (Agam) yang memiliki tinggi badan 177 cm dan BB 74 kg, sangat nyaman menggunakan Secretlab ATLAS dengan posisi seatbase paling depan karena paha dapat tertopang dengan sangat baik. Sedangkan teman penulis yang bertinggi badan 165 cm lebih nyaman dengan posisi seat base paling belakang.

Stabilitas absolut dari rangka baja serta pijakan wheelbase aluminiumnya memastikan bahwa bermanuver atau bergeser di area kerja berlangsung tanpa hambatan. Pengalaman nyata ini secara tegas mengonfirmasi bahwa Secretlab ATLAS mampu mentransformasi ruang kerja menjadi pusat kendali yang nyaman dan menyehatkan.

Informasi Ketersediaan

Secretlab ATLAS saat ini sudah tersedia untuk pasar Indonesia dengan tiga pilihan kustomisasi, mulai dari bahannya (fabric atau kulit), varian premium atau biasa, dan ukurannya (regular/large).

Harganya sendiri dimulai dari Rp8.200.000 untuk varian biasa berbahan leatherate (kulit) dan berukuran regular. Untuk harga termahal, ada di varian premium dengan bahan SoftWeave di harga Rp10.599.000.

Secretlab memberikan garansi selama 3 tahun dan bisa diperpanjang hingga 5 tahun jika membagikan foto kursinya ke media sosial Instagram.

Kesimpulan

Review Summary

Secretlab ATLAS Black³ (Regular Size) membuktikan dirinya bukan sekadar sekuel dari kursi gaming biasa, melainkan sebuah instrumen ergonomis yang dirancang dengan presisi biomekanis. Jika rutinitas harian kalian melibatkan intensitas tinggi di depan layar, dukungan postur menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Kursi ini dirancang bagi para kreator, gamer antusias, atau bahkan pekerja kantoran biasa yang membutuhkan transisi mulus dari Focus Mode saat menyelesaikan pekerjaan hingga beralih ke Rest Mode saat tangan menggenggam mouse untuk clutch krusial di round terakhir game kompetitif. Apakah kursi ini sepadan dengan harganya yang premium? Jawabannya adalah ya, jika penulis mengubah sudut pandang dari "sekadar membeli furnitur" menjadi "berinvestasi pada alat pelindung kesehatan jangka panjang". Biaya untuk mengatasi nyeri pinggang kronis atau fisioterapi akibat postur kerja yang buruk jauh melampaui harga kursi ini. Busa medium-firm yang mungkin terasa keras di awal akan menjadi sahabat terbaik pinggang kalian di tahun-tahun mendatang, disokong oleh konstruksi baja yang seakan menolak untuk rusak.

Criteria

Overall
88.3
out of 100
Average
88
across criteria
Best In
95
Build Quality
Design
90
Build Quality
95
Ergonomics
90
Features
85
Assembly
90
Price
80
Pros
  • Memungkinkan transisi luar biasa mulus dari posisi duduk tegak ke posisi rebah santai.
  • Sudut panggul terbuka natural dan kaki tetap menapak rata di lantai memastikan sirkulasi darah tidak terhambat meski kalian duduk berjam-jam
  • Tampilan triple black yang minimalis dan profesional. Desainnya tidak mendominasi ruangan melainkan menyatu sempurna sebagai fondasi elegan untuk setup PC kalian
  • Magnetic Memory Foam Head Pillow menempel kuat
  • Paduan rangka baja solid
  • Wheelbase aluminium tebal
  • Pelapis upholstery premium dan busa cold-cure memastikan integritas kursi tidak mudah kempis atau rusak meski diuji dengan ritme kerja yang intens setiap hari
Cons
  • Karakter busa cold-cure bawaannya cukup padat dan tegas
  • Konstruksi baja dan material solidnya membuat bobot kursi ini sangat masif.
  • Merakitnya sendirian terutama saat menyatukan sandaran dengan dudukan atau memindahkannya ke lantai dua akan menguras cukup banyak tenaga ekstra

Pengujian: Agam & Irgie
Penulis: Agam
Editor: Irgie

Ikuti Gamedaim — di mana saja

Tetap terkini di mana pun kamu membaca.

Selanjutnya

TTracing Surge X Jiraiya Edition

Kolaborasi antara merek periferal gaming dan franchise anime legendaris kini tidak lagi sekadar menjadi pelengkap etalase, melainkan telah berevolusi menjadi fenomena kultur pop yang sangat dinantikan.

Baca artikel lengkap