Melihat Perbedaan Kursi Secretlab Atlas dan TITAN Evo

Opini
Gambar kursi gaming Secretlab ATLAS dan TITAN EVO yang menunjukkan desain dan fitur keduanya
Komentar

Membangun ruang kerja atau area bermain yang ideal tidak pernah berhenti pada pemilihan perangkat keras di atas meja. Ujung tombak dari kenyamanan dan ketahanan fisik saat kita berada di depan layar selama lebih dari delapan jam sehari justru terletak pada fondasi tempat kita duduk.

Investasi pada sebuah kursi kelas premium bukanlah sebuah kemewahan sekunder, melainkan kebutuhan mutlak yang berdampak langsung pada kesehatan tulang belakang dan postur tubuh dalam jangka panjang.

Ketika membicarakan kursi premium, nama Secretlab hampir selalu berada di urutan teratas daftar rekomendasi. Namun, lini produk mereka kini menghadirkan sebuah dilema yang menarik.

Jika sebelumnya keputusan hanya berkisar pada pemilihan ukuran atau bahan pelapis, kini konsumen dihadapkan pada persimpangan filosofis yang tajam, Memilih Secretlab TITAN Evo yang telah lama menjadi legenda di skena gaming, atau beralih ke Secretlab Atlas, sang penantang baru yang dirancang khusus dengan DNA ergonomi task chair modern.

Meski lahir dari pabrikan yang sama dan berbagi material yang serupa, kedua kursi ini menawarkan pengalaman biomekanis yang bertolak belakang. Mari kita bedah pengalaman pemakaian dan sistem mekanis keduanya agar kalian dapat menentukan takhta mana yang paling layak menopang rutinitas harian.

Racing Bucket vs Open Task Chair

Perbedaan paling mendasar antara TITAN Evo dan Atlas terletak pada siluet dan bentuk dasar kerangkanya. TITAN Evo adalah manifestasi modern dari kursi gaming berdarah murni. Desainnya mengadopsi gaya racing bucket seat, yang diwariskan dari jok mobil balap. Meskipun iterasi Evo terbaru memiliki alas duduk bergaya pebble yang sudah jauh lebih landai dibandingkan generasi lawasnya, ia tetap memiliki “sayap” (bolster) di sisi kiri dan kanan dudukan serta sandaran bahu. Sayap ini secara aktif berfungsi untuk memeluk tubuh pengguna, menjaga postur agar selalu terpusat di tengah kursi.

Sebaliknya, Secretlab Atlas dirancang dari nol dengan filosofi task chair atau kursi kerja ergonomis. Atlas menanggalkan seluruh sayap samping yang restriktif tersebut, digantikan oleh desain alas duduk yang sepenuhnya terbuka (open seat base). Ketiadaan batas di sisi kiri dan kanan memberikan kebebasan mutlak bagi paha dan lutut penggunanya.

Kalian memiliki ruang gerak yang jauh lebih dinamis, mulai duduk ala nongkrong di warung, merentangkan kaki ke kanan dan kiri, atau bahkan melipat satu kaki ke atas tanpa perlu khawatir terbentur rangka baja. Atlas merangkul dinamika pergerakan alami tubuh manusia saat bekerja.

Multi-Tilt vs Synchronous Tilt

Perbedaan krusial kedua yang akan sangat menentukan pengalaman duduk Anda adalah sistem tuas mekanis di bawah kursi.

TITAN Evo ditenagai oleh sistem mekanisme Multi-Tilt, sistem yang mengangkat bagian dudukan (seat base) dan sandaran punggung secara bersamaan dalam satu sudut yang kaku layaknya sebuah kursi goyang.

Ketika kalian merebahkan sandaran punggung sejauh mungkin, TITAN Evo memungkinkan recline ekstrem hingga 165 derajat atau nyaris rata untuk berbaring, bagian depan dudukan akan ikut naik secara signifikan.

Dampaknya, telapak kaki Anda akan terangkat dari lantai, memindahkan tumpuan ke area punggung bawah. Ini adalah fitur yang luar biasa memanjakan jika Anda gemar tidur siang sejenak di atas kursi.

Di sisi lain, Atlas membawa revolusi dengan menghadirkan Synchronous Tilt Mechanism. Alih-alih bergerak dalam satu sudut statis, sistem pada Atlas menggunakan rasio pergerakan 2:1. Artinya, setiap kali sandaran direbahkan sejauh dua derajat, bagian dudukan hanya akan naik satu derajat.

Batas maksimal kemiringannya memang dibatasi pada angka 120 derajat, namun secara praktik, ini adalah fitur ergonomis tingkat lanjut. Saat kalian beralih dari posisi tegak lurus ke posisi rileks untuk bersandar, sudut panggul kalian akan terbuka secara alami, sementara bagian belakang lutut tidak tertekan ke atas.

Terpenting adalah telapak kaki kalian akan tetap berpijak solid secara rata di lantai. Hal ini memastikan sirkulasi darah ke bawah sama sekali tidak terhambat, mengurangi risiko kesemutan atau pembengkakan ringan saat harus duduk berjam-jam.

Sistem Lumbar Support

Pendekatan untuk melindungi postur tulang belakang juga dieksekusi secara berbeda oleh kedua kursi ini.

TITAN Evo memamerkan sistem L-ADAPT™ 4-Way Lumbar System. Ini adalah sistem mekanis aktif yang tertanam di dalam sandaran punggung. Kalian bisa menggunakan dua kenop putar di sisi kanan dan kiri kursi untuk mengatur seberapa menonjol lengkungan penyangga ke depan (maju-mundur) dan mengatur posisi ketinggian lengkungan tersebut (naik-turun). Sistem ini sangat presisi bagi kalian yang membutuhkan titik tekanan spesifik dan kuat pada area punggung bawah.

Sebaliknya, Atlas menggunakan pendekatan pasif yang sangat cerdas melalui RE-CURVE™ Backrest. Tidak ada kenop putar atau penyangga internal yang bergerak di dalam sandaran Atlas. Rangka baja sandaran punggungnya secara alami telah dicetak dan diprofilkan membentuk kurva S yang merepresentasikan tulang belakang manusia.

Desain kurva ini mendistribusikan bobot tubuh bagian atas secara luas dan merata ke seluruh penampang punggung. Bantalan lumbar pada Atlas terasa jauh lebih subtil, tidak agresif menonjol seperti pada TITAN Evo, namun secara ajaib mampu menjaga postur Anda dari kecenderungan membungkuk (slouching).

Adaptabilitas Ekstrem: Keunggulan Seat Depth pada Atlas

Ada satu keunggulan mekanis mutlak yang dimiliki oleh Atlas dan absen pada TITAN Evo, yaitu fitur Adjustable Seat Depth (pengaturan kedalaman dudukan).

Pada TITAN Evo, kedalaman alas duduk bersifat permanen. Jika paha kalian lebih pendek dari standar bantalan, bagian belakang lutut akan tertekan bibir kursi. Sebaliknya, pada Atlas, kalian bisa menekan sebuah tuas untuk menggeser landasan dudukan ke depan atau ditarik mundur ke belakang.

Fitur ini menuntaskan masalah kesesuaian proporsi kaki yang sering dialami banyak pengguna kursi gaming. Kemampuan untuk mengkalibrasi ruang antara belakang lutut dengan ujung dudukan adalah fondasi dari ergonomi yang sehat, dan Atlas mengeksekusinya dengan sangat presisi.

Kesamaan DNA: Busa Cold-Cure dan Ekosistem Magnetik

Meski berbeda secara bentuk dan mekanika pergerakan, keduanya berbagi DNA material yang sama kuatnya. Keduanya ditenagai oleh Patent-Pending Cold-Cure Foam racikan Secretlab. Busa ini berkarakter medium-firm, terasa cukup padat dan tegas, dirancang untuk tidak kempis meskipun harus menahan beban berat setiap hari selama hitungan tahun.

Selain itu, ekosistem magnetik juga hadir secara merata. Keduanya menggunakan bantal kepala Magnetic Memory Foam Head Pillow berlapis gel pendingin yang bisa digeser naik-turun tanpa menggunakan tali pengikat.

Tapi di Atlas, sistem CloudSwap™ Armrest dihilangkan sehingga kalian tidak bisa mengganti materialnya, dan memang Secretlab untuk saat ini belum menyediakan penggantinya.

Kesimpulan: Takhta Mana yang Menjadi Milik Anda?

Menentukan pemenang antara Secretlab Atlas dan TITAN Evo pada akhirnya bermuara pada bagaimana kalian menggunakan kursi tersebut dalam keseharian, serta postur seperti apa yang ingin  dipertahankan.

Jika hari-hari kalian diisi dengan rutinitas yang menuntut kebebasan gerak maksimal, sering mengubah posisi kaki, dan mendambakan posisi duduk di mana telapak kaki selalu menapak lantai bahkan saat kalian sedang rebahan santai ke belakang, maka Secretlab Atlas adalah pilihan mutlak. Fitur pengaturan kedalaman dudukan dan synchronous tilt-nya adalah penemuan berharga yang akan menyelamatkan postur Anda dalam maraton kerja yang panjang.

Namun, jika kalian mendambakan sensasi kursi yang secara aktif “memeluk” tubuh untuk mempertahankan posisi tubuh di tengah kursi, lebih sering bermain menggunakan controller/gamepad ketimbang mengetik, serta mencari kursi yang bisa direbahkan nyaris rata untuk sekadar tidur siang sejenak, TITAN Evo tetap mempertahankan legitimasinya sebagai raja kursi gaming konvensional.

Keduanya adalah puncak rekayasa perangkat keras yang luar biasa, namun Secretlab Atlas mengambil langkah lebih jauh dalam menerjemahkan bahasa ergonomi tubuh manusia ke dalam sebuah furnitur yang cantik dan tangguh.

Ikuti Gamedaim — di mana saja

Tetap terkini di mana pun kamu membaca.

Lanjut baca

PUBG Mobile

Tiap periode baru dimulai, pertanyaannya selalu sama di grup squad. Naik ke Royale Pass berbayar sekarang, atau tunggu dulu sampai kelihatan sempat main berapa sering?

Baca selengkapnya