Dalam beberapa tahun terakhir, batas antara ruang hiburan dan ruang kerja semakin memudar. Tren bekerja dari rumah (work-from-home) sekaligus meningkatnya antusiasme dalam dunia gaming membuat banyak dari kita harus menghabiskan waktu berjam-jam duduk menatap layar monitor. Sayangnya, tidak sedikit yang masih mengabaikan pentingnya kursi yang memadai, yang pada akhirnya berujung pada keluhan nyeri punggung, bahu tegang, hingga postur tubuh yang memburuk.
Di tengah lautan produk yang membanjiri pasaran saat ini, mencari kursi gaming yang menawarkan keseimbangan antara ketangguhan konstruksi, dukungan ergonomis, dan harga yang tetap kompetitif sering kali menjadi tantangan tersendiri. Kursi kini bukan lagi sekadar alas duduk, melainkan sebuah investasi esensial untuk menjaga produktivitas dan kesehatan jangka panjang.
Lalu, bagaimana pengalaman penulis dalam duduk di atas kursi racing gaming ini?
Simak review TTRacing Swift X Pro berikut ini.
Unboxing

Kami menerima TTRacing Swift X Pro dalam keadaan belum dirakit dan masih fresh di dalam box.
Box paket kursi ini seperti kursi pada umumnya saja dengan bahan kardus yang cukup tebal, namun branding TTRacing terpampang dengan jelas di berbagai sisi. Bobot keseluruhan box ini sendiri di kisaran 22.3 kg yang dapat dikatakan tidak begitu berat untuk sebuah paket kursi gaming.


Ketika dibuka, isi paket penjualan TTRacing Swift X Pro adalah sebagai berikut:
- Backrest
- Seat base
- 2x armrests
- Lumbar pillow
- Hardest pillow
- Chair base (five-star base)
- Mekanisme kursi
- Box aksesoris (baut, kunci)
- 5x roda kursi
- Buku panduan
Menjadi menarik dan nilai tambah produk ini ketika TTRacing menyediakan lumbar pillow pada TTRacing Swift X Pro ini. Selain itu, meski kaki kursi berbentuk bintang nya ini berbahan plastik untuk cover nya, tetapi begitu solid.
Mengapa TTRacing Swift X Pro?

Menjawab kebutuhan krusial tersebut, TTRacing menghadirkan Swift X Pro. Sebagai versi peningkatan (upgrade) dari lini Swift X standar yang sudah lebih dulu populer, embel-embel “Pro” pada kursi ini bukan sekadar gimmick pemasaran belaka. TTRacing membawa berbagai pembaruan yang sangat terasa, terutama pada pelebaran dimensi ruang duduk dan lekukan ergonomis yang dirancang lebih inklusif.
Kursi ini dirancang untuk mengakomodasi berbagai proporsi tubuh, termasuk salah satu penulis kami, yakni Agam, dengan tinggi 177 cm dan berat 72 kg, yang memberikan ruang gerak yang leluasa tanpa menghilangkan fungsi penopangnya. Swift X Pro diposisikan secara cerdas sebagai jembatan bagi mereka yang menginginkan sensasi premium khas kursi flagship, namun dengan anggaran yang lebih masuk akal.
Kesan pertama atau first impression yang langsung terasa ketika menduduki kursi ini adalah rasa solid yang meyakinkan. TTRacing Swift X Pro seakan langsung memeluk kontur tubuh penggunanya dengan presisi, memberikan feedback kenyamanan yang jauh dari kesan murahan.
Duduk diam selama berjam-jam untuk maraton push rank ataupun sesi meeting online yang panjang terasa jauh lebih minim tekanan berkat struktur rangkanya yang meyakinkan.
Namun, sehebat apa pun dukungan mekanis sebuah kursi, ia tidak akan terasa mantap jika tidak memiliki daya tarik visual yang selaras dengan isi ruangan. Sebuah kursi gaming modern idealnya harus mampu membaur di berbagai skenario ruangan, entah itu di ruang gaming yang penuh aksi maupun di sudut ruang kerja berdesain minimalis.
Lalu, seperti apa pendekatan TTRacing dalam meracik tampilan luar serta memilih material pelapis yang bersentuhan langsung dengan kulit kita? Untuk menjawabnya, mari kita bedah lebih dalam detail estetikanya, yang ternyata menyimpan kejutan sentuhan mewah, pada bagian selanjutnya.
Desain Gagah dan Tetap Kalem

Memasuki ranah desain, TTRacing Swift X Pro tetap mempertahankan DNA kursi gaming sejati yang sangat terinspirasi dari jok mobil balap (racing seat). Namun, alih-alih tampil terlalu agresif dengan lekukan-lekukan tajam dan warna neon yang mencolok, kursi ini justru menawarkan garis desain yang lebih dewasa.
Bagian sandaran dan alas duduknya mengadopsi desain sayap penopang melengkung (sloped sides) yang tegas untuk memberikan sensasi ‘merangkul’ tubuh, namun profil keseluruhannya tetap terlihat kalem dan profesional.
Tampilannya yang elegan membuat Swift X Pro tidak hanya garang di depan setup PC gaming, tetapi juga tetap pantas dan tidak terlihat canggung saat diselipkan di sudut ruang kerja atau kamar tidur yang minimalis.


Daya tarik visual kursi ini semakin kuat ketika kita membahas opsi material pelapisnya. TTRacing menyediakan varian kulit sintetis (PU Leather) bagi mereka yang menyukai tampilan klasik dan mudah dilap.
Kelebihan utama dari PU Leather terletak pada kemudahan perawatannya yang luar biasa. Sifatnya yang tahan air (waterproof) membuat material ini tidak menyerap cairan sama sekali. Di ruangan non-AC di mana tubuh lebih mudah memproduksi keringat, atau saat penulis tidak sengaja menumpahkan air minum, cairan tersebut tidak akan merembes masuk ke dalam busa kursi.
Penulis cukup menyekanya dengan kain mikrofiber, dan kursi langsung bersih kembali. Hal ini mencegah kursi gaming menjadi sarang bau apek akibat akumulasi keringat yang menumpuk selama berbulan-bulan, masalah yang sering menghantui pengguna kursi berbahan kain.
Selain bebas bau, PU Leather juga bersifat hipoalergenik atau tahan terhadap debu. Seratnya yang padat dan tidak berpori memastikan debu, remah makanan, hingga rontokan kulit mati tidak bisa menyelinap masuk dan bersarang di dalam kursi. Bagi kalian yang sensitif atau sering memakan camilan di depan PC, keunggulan ini sangat krusial untuk menjaga higienitas area kerja atau bermain.
Dari segi visual, PU Leather memberikan impresi estetika yang mewah, rapi, dan profesional ala jok mobil sport premium. Lapisan kulit sintetis berkualitas tinggi mampu mempertahankan ketegangan dan bentuk strukturalnya dalam waktu lama, sehingga kursi tidak mudah terlihat kendur atau berserabut akibat gesekan pakaian.
Selama Anda menghindari kontak langsung antara kulit telanjang yang berkeringat dengan permukaan kursi secara terus-menerus, serta rutin menyeka sisa kelembapan setelah pemakaian, PU Leather pada TTRacing Swift X Pro akan menjaga tampilan setup meja Anda tetap terlihat kokoh dan eksklusif hingga bertahun-tahun ke depan.
Namun, varian lain yang menggunakan Air Threads Fabric, seperti pilihan warna Dusk (hitam pekat) atau Dawn (abu-abu/putih bersih) juga memiliki kelebihan. Material kain tenun berkualitas tinggi ini memberikan tekstur yang lebih membumi (matte) dan modern.
Secara fungsional, material fabric ini jauh lebih ramah untuk iklim tropis. Jika Anda menggunakan kursi ini di ruangan tanpa AC, atau sekadar ingin menghindari sensasi lengket dan gerah di punggung setelah duduk lama, varian berbahan kain ini adalah sebuah keharusan.

Satu sentuhan desain tambahan yang mengejutkan sekaligus patut mendapat sorotan khusus adalah kehadiran material bludru (velour) pada titik-titik krusial. TTRacing tidak pelit dalam memberikan nuansa premium, permukaan bantalan tangan (armrest) serta bantal penopang leher dan lumbar (pinggang) bawaannya dibalut penuh dengan kain bludru yang sangat halus.
Keputusan desain ini sangat cerdas karena kain fabric utama bertugas menjaga durabilitas dan sirkulasi udara, sementara sentuhan velour memberikan kelembutan ekstra dan sensasi mewah nan plushy saat kulit Anda bersentuhan dengan armrest atau bantalannya.
Desain visual yang memanjakan mata serta perpaduan material yang apik ini sukses menciptakan sebuah kursi yang terlihat jauh lebih mahal dari harga aslinya. Namun, desain yang menawan tidak akan berarti banyak jika tidak diimbangi dengan presisi ukurannya saat diduduki.
Pertanyaannya, apakah lekukan dan sayap penopang kursi ini benar-benar bersahabat untuk pengguna dengan proporsi tubuh spesifik, katakanlah untuk tinggi 177 cm dan berat 72 kg? Mari kita uji secara langsung kekuatannya dalam menopang postur tersebut pada bagian selanjutnya.
Uji Kenyamanan
Menilai kenyamanan sebuah kursi gaming tidak bisa dilepaskan dari profil fisik penggunanya. Bagi penulis yang memiliki tinggi badan 177 cm dan berat badan 72 kg, postur ini berada di titik sweet spot yang sangat ideal untuk TTRacing Swift X Pro versi PU Leather. Kursi ini tidak terasa kekecilan yang membuat tubuh terasa sesak, namun juga tidak terlalu kedodoran hingga kehilangan fungsi topangan ergonomisnya.
Saat pertama kali duduk, area dudukan selebar 57,5 cm langsung memberikan impresi ruang yang sangat lega. Dengan berat badan 72 kg, tekanan tubuh terdistribusi dengan sangat merata di atas busa molded foam padat yang dibalut kulit sintetis ini.

Sayap samping (sloped sides) pada bagian alas tidak menjepit paha Anda sama sekali, memberikan kebebasan bergerak yang cukup, bahkan masih sangat nyaman jika Anda sesekali ingin duduk bersila saat bersantai.

Penyesuaian ketinggian hidroliknya juga bekerja dengan sangat presisi; pada tinggi badan 177 cm, kru kami, yakni Agam, bisa dengan mudah mengatur kursi agar telapak kaki menapak sempurna di lantai dengan sudut lutut 90 derajat ideal, yang merupakan kunci penting untuk mencegah kelelahan otot kaki.
Kombinasi antara lapisan PU Leather yang tegang dan bantal memory foam bawaannya menciptakan impresi duduk yang kokoh. Lapisan kulit sintetisnya memberikan struktur duduk yang mantap dan tidak amblas, memastikan tulang ekor dan punggung bawah Anda tertopang dengan benar.
Kontras antara dinginnya permukaan kulit sintetis dengan kelembutan bantal leher berbahan bludru memberikan sensasi nyaman yang unik di kulit. Saat lelah mulai melanda setelah berjam-jam beraktivitas, fitur sandaran yang dapat direbahkan hingga 135 derajat menjadi penyelamat.

Pengguna bisa langsung merebahkan badan untuk beristirahat sejenak tanpa perlu khawatir kursi akan terjungkir ke belakang, karena titik pusat gravitasi kursi ini sudah disesuaikan dengan sangat baik untuk bobot tubuh Anda.
Lapisan PU Leather yang membungkus seluruh bodi kursi ini memang memberikan sensasi kokoh dan kestabilan posisi duduk yang mantap. Namun, kenyamanan sesaat saat pertama kali mencoba tentu berbeda dengan impresi setelah mendudukinya dalam durasi yang lama, terutama di ruangan non-AC yang rentan memicu keringat.
Bagaimana performa material kulit sintetis ini menghadapi tantangan waktu dan suhu ruangan? Mari kita ulas performa pemakaian jangka panjangnya di bab berikutnya.
Pengalaman Pemakaian Jangka Panjang
Mencoba kursi selama sepuluh menit pertama tentu berbeda cerita dengan mendudukinya selama 6 hingga 8 jam nonstop untuk maraton gaming atau menyelesaikan deadline pekerjaan. Di sinilah kualitas sejati dari TTRacing Swift X Pro diuji.
Salah satu poin krusial yang membuatnya tetap nyaman dalam jangka panjang adalah penggunaan busa padat (molded foam). Dengan bobot tubuh 72 kg, busa kursi ini tidak langsung “kempis” atau amblas hingga menyentuh rangka besi di dalamnya. Busa ini memberikan rebound yang pas, cukup empuk untuk menahan beban tulang ekor, namun cukup padat untuk menjaga posisi panggul dan tulang belakang tetap sejajar sepanjang hari.
Tentu saja, penggunaan bahan PU Leather di ruangan non-AC membawa tantangan tersendiri terkait suhu. Bahan kulit sintetis secara alami tidak memiliki pori-pori udara mikro seperti kain fabric, sehingga hawa hangat dari tubuh akan tertahan di permukaan kursi setelah penggunaan berjam-jam.
Namun, ini dibayar tuntas oleh sifatnya yang tahan air (waterproof) karena penulis tidak perlu khawatir keringat tersebut akan merembes dan mengendap di dalam busa yang bisa memicu bau tak sedap.
Cukup pastikan kalian mengenakan pakaian berbahan katun yang menyerap keringat dan menyeka permukaan kursi dengan kain lap kering seusai pemakaian agar kondisi kulit sintetisnya tetap terjaga.
Komponen lain yang sangat memanjakan selama sesi maraton adalah bagian sandaran tangan (armrest). TTRacing menyuntikkan kenyamanan ekstra dengan melapisi bagian atas armrest menggunakan pad kain bludru (velour) yang empuk.

Saat siku Anda bersandar dalam waktu lama ketika mengetik atau memegang controller, permukaan bludru ini mencegah rasa tegal atau lecet pada siku, masalah yang sering dijumpai pada armrest berbahan plastik keras. Ditambah lagi dengan penyesuaian ketinggian armrest yang fleksibel, Anda dapat dengan mudah menyelaraskan posisi tangan agar sejajar dengan tinggi meja, sehingga ketegangan pada otot bahu dan leher dapat diminimalkan.
Secara keseluruhan, perpaduan busa yang tidak mudah kempis, kepraktisan pembersihan PU Leather dari keringat, serta armrest berbahan bludru yang lembut menjadikan Swift X Pro sebagai teman setia untuk penggunaan berdurasi panjang.
Namun, kenyamanan fisik ini tentu harus ditopang oleh fondasi konstruksi yang kuat agar tidak cepat rusak atau bergoyang seiring berjalannya waktu. Seberapa kokoh rangka dan sistem mekanis kursi ini dalam menahan beban? Mari kita bedah ketahanan strukturnya di bawah.
Aksesoris Bawaan & Panduan Perawatan


TTRacing Swift X Pro datang dengan paket aksesoris bawaan yang sangat fungsional, yaitu sepasang bantal penopang untuk leher dan pinggang. Berbeda dengan badan kursi yang dilapisi PU Leather, kedua bantal ini dibalut dengan kain bludru (velour) premium yang membungkus memory foam di dalamnya.
Kombinasi dua material yang berbeda ini memberikan kenyamanan maksimal, namun di sisi lain juga menuntut cara perawatan yang sedikit berbeda, terutama karena kursi ini ditempatkan di ruangan non-AC.
Untuk bagian utama kursi yang berbahan PU Leather, perawatannya sebenarnya sangat praktis karena sifatnya yang kedap air. Keringat yang menempel setelah sesi penggunaan yang lama tidak akan merembes ke dalam busa. Namun, musuh utama PU Leather di ruangan non-AC adalah zat asam dari keringat yang dibiarkan mengering begitu saja.
Langkah terbaik untuk menjaga agar kulit sintetis ini tidak mudah mengelupas (peeling) dalam jangka panjang adalah dengan rutin menyekanya menggunakan kain mikrofiber yang lembap (jangan terlalu basah) setelah selesai digunakan, lalu dikeringkan dengan kain bersih. Selain itu, sebisa mungkin hindari kontak langsung antara kulit yang berkeringat dan permukaan kursi dalam durasi lama.

Sementara untuk bagian bantal yang berbahan bludru (velour), perawatannya membutuhkan perhatian ekstra karena material ini bersifat menyerap cairan dan mudah menangkap debu. Gunakan mini vacuum cleaner seminggu sekali untuk mengangkat debu atau remah makanan yang terselip di serat bludru.
Jika bantal terkena keringat atau noda ringan, jangan disikat secara kasar karena dapat merusak tekstur bulu halusnya. Cukup totol-totol area yang kotor menggunakan kain lembap yang diberi sedikit sabun bayi, lalu biarkan kering secara alami di dalam ruangan.
Informasi Ketersediaan
TTracing Swift X Pro sudah hadir di pasar Indonesia dan dijual dengan harga Rp3,5 juta pada website resminya. Sedangkan kalau membeli di toko resmi melalui e-commerce Rp3.019.000 (harga tercatat pada 22 Juli 2026) versi PU leather dan Rp3.150.100 versi fabric (belum termasuk ongkir).
Kesimpulan
Review Summary
Secara keseluruhan, TTRacing Swift X Pro versi PU Leather bisa menjadi investasi yang sangat solid untuk kenyamanan harian, khususnya bagi yang memiliki tinggi 177 cm dan berat 72 kg. Kursi ini menawarkan dimensi yang lapang dan pas di tubuh, bahkan tetap nyaman saat digunakan untuk posisi duduk bersila. Desainnya pun berhasil memadukan estetika kursi balap yang gagah dengan kesan profesional yang mewah, sehingga cocok ditempatkan di ruang gaming maupun ruang kerja minimalis. Meskipun material PU Leather cenderung menahan panas saat digunakan di ruangan non-AC, sifatnya yang kedap air menjadi keunggulan mutlak karena sangat mudah dibersihkan dari keringat dan bebas dari risiko bau apek. Ketangguhan mekanisnya juga meyakinkan berkat rangka baja dan hidrolik Class 4 yang menjaga kestabilan penuh saat Anda bersandar hingga 135 derajat. Ditambah kehadiran bantal memory foam berlapis bludru (velour) yang lembut, kursi ini mampu memberikan topangan ergonomis maksimal tanpa gejala amblas. Pada akhirnya, dengan perawatan rutin berupa menyeka sisa keringat pada bodi kursi dan membersihkan debu pada bantalnya, TTRacing Swift X Pro PU Leather adalah pilihan premium yang sangat layak diandalkan untuk jangka panjang.
Criteria
- Sifat PU Leather yang waterproof membuatnya sangat mudah dibersihkan dari keringat atau tumpahan air serta tidak menyimpan bau apek dalam jangka panjang
- Material kulit sintetis yang tidak berpori mencegah debu dan tungau bersarang sangat ramah bagi pengguna yang memiliki alergi
- Memberikan kesan visual setup meja kerja/gaming yang rapi mahal dan profesional ala jok mobil sport
- Sangat ergonomis dan menyangga dengan sempurna untuk postur tubuh 177 cm / 72 kg lengkap dengan ruang duduk yang luas untuk bersila
- Bantalan leher dan pinggang berbahan velour memberikan kelembutan ekstra yang memanjakan kulit
- Karena sifat alami PU Leather yang menahan panas punggung dan paha akan terasa gerah dan berkeringat jika diduduki terlalu lama tanpa sirkulasi udara ruangan yang dingin
- Bantalan lengan baru mendukung pengaturan satu arah (1D) yaitu hanya bisa diatur naik-turun saja belum bisa digeser maju-mundur atau serong kanan-kiri (3D/4D)


Membalas