ASUS selama ini dikenal lewat jajaran headset gaming yang selalu mengutamakan kebutuhan para gamer. Namun, lewat ROG Kithara, mereka mencoba keluar dari pakem tersebut.
Berkolaborasi dengan HIFIMAN, ASUS menghadirkan sebuah headset gaming open-back yang dibekali 100 mm ROG-Tuned Planar Magnetic Driver, teknologi yang selama ini lebih identik dengan headphone kelas audiophile dibandingkan dengan gaming headset.
ROG Kithara memang terlihat sangat menjanjikan. Tidak hanya menawarkan kualitas suara premium, headset ini juga dibekali berbagai fitur yang membuatnya siap digunakan untuk bermain game, menikmati musik, hingga kebutuhan audio yang lebih serius. Pertanyaannya, apakah semua teknologi yang ditawarkan benar-benar mampu memberikan pengalaman yang berbeda, atau justru hanya menjadi nilai jual semata?
Simak review lengkap ROG Kithara berikut ini.
Unboxing
Box ASUS ROG Kithara langsung memberikan kesan premium, meski terlihat bulky. Box berwarna hitam-merah khas Republic of Gamers dipadukan dengan ilustrasi headset berukuran besar serta penjelasan mengenai teknologi planar magnetic yang menjadi nilai jual utamanya. Di dalam paket penjualan, ASUS memberikan aksesori yang cukup lengkap, antara lain:

- ROG Kithara Headset
- Kabel 1,8 meter Dual 3.5 mm to Dual 3.5 mm Boom Mic Cable
- Kabel 1,8 meter Dual 3.5 mm dengan konektor 3-in-1 yang mendukung 3.5 mm, 6.3 mm single-ended, dan 4.4 mm balanced
- Adapter USB Type-C to Dual 3.5 mm
- Dua set earpad yang terdiri dari:
- Leatherette dengan Mesh Fabric
- Velour
- Frequency Response Measurement Card
- Warranty Booklet
- Quick Start Guide
Melihat isi paket penjualan, ASUS ROG mengemas produk ini secara serius, ditambah dengan adanya set earpad tambahan.
Gak Keliatan “Gaming”

Secara visual, ROG Kithara tidak memiliki visual yang “gaming” banget. Satu-satunya identitas gaming ialah logo ROG yang terlihat pada masing-masing earcup.
Rangka headband menggunakan material metal dengan engsel aluminium yang kokoh sekaligus memberikan kesan premium ketika disentuh. Headband-nya sendiri didesain tiga lapis dengan panjang yang lebih ekstra dibandingkan dengan headset gaming pada umumnya. Tujuannya untuk menyebarkan bobot secara merata dan mengurangi tekanan di bagian pipi bawah maupun ubun-ubun.


Terdapat 8 level penyesuaian panjang headband untuk menyesuaikan dengan berbagai ukuran kepala. Penulis sendiri cocok di level paling pendek agar tidak mudah lepas dari kepala. Namun, itu pun membuat bagian area telinga cukup tertekan.
Earcup berbentuk oval besar ini menjadi tempat driver planar magnetic yang memang membutuhkan ruang lebih besar. Sayangnya, headset ini memiliki bobot sekitar 420 gram yang termasuk cukup berat. Hal tersebut sebenarnya wajar, mengingat ukuran driver planar magnetic yang besar.
Meski bobotnya tidak ringan, distribusi beratnya tersebar cukup baik berkat desain headband tiga lapis tadi. Earpad bawaan berbahan leatherette dengan mesh di bagian tengah terasa empuk saat pertama kali dipakai, dan sirkulasi udaranya cukup baik berkat desain open-back yang memang tidak menutup rapat telinga—area telinga jadi breathable.
Bagi yang merasa earpad bawaan kurang breathable, ROG menyertakan earpad velour tambahan yang tidak hanya mengubah rasa di kulit, tetapi juga sedikit mengubah karakter suara karena velour cenderung membuka lebih banyak celah udara dibandingkan dengan leatherette. Ini fitur menarik karena artinya pengguna bisa “menyetel ulang” nuansa suara hanya dengan mengganti earpad, tanpa perlu produk lain.
Konektivitas dan Kelengkapan
Soal konektivitas, ROG Kithara menawarkan fleksibilitas yang jarang ditemukan pada gaming headset di kelasnya. ASUS tidak hanya menyediakan kabel standar 3,5 mm, tetapi juga menghadirkan berbagai opsi koneksi yang memungkinkan headset ini digunakan di beragam perangkat. Mulai dari PC, konsol, hingga perangkat audio hi-fi, bisa dikoneksikan ke headset ini berkat aksesori yang disertakan di dalam paket penjualan. Hal ini membuat Kithara terasa lebih dari sekadar gaming headset biasa.
Menariknya lagi, ASUS turut menyertakan adapter USB Type-C yang berfungsi sebagai penghubung sekaligus mempermudah ketika menggunakan perangkat modern yang sudah tidak memiliki jack audio terpisah.
Selain itu, tersedia pula kabel dengan konektor 6,3 mm dan 4,4 mm balanced yang bisa dimanfaatkan oleh pengguna DAC atau headphone amplifier. Kehadiran konektor balanced ini menjadi nilai tambah karena memberikan keleluasaan bagi pengguna yang ingin menikmati kualitas audio terbaik tanpa perlu membeli aksesori tambahan.
Meski menawarkan konektivitas yang sangat lengkap, satu hal yang masih terasa kurang adalah koneksi wireless. Di saat banyak headset gaming premium sudah mengusung koneksi 2,4 GHz maupun Bluetooth (setidaknya) demi memberikan keleluasaan yang lebih tinggi, ROG Kithara justru masih mengandalkan koneksi kabel.
Boom Microphone yang Praktis

ROG Kithara dibekali detachable Full-Band MEMS Boom Microphone yang kualitasnya sudah lebih dari cukup untuk berbagai kebutuhan. Saat digunakan, suara yang ditangkap terdengar jernih dengan karakter vokal yang natural. Mikrofon ini juga mampu menangkap detail suara dengan baik, sehingga komunikasi bersama rekan satu tim terasa lebih jelas tanpa perlu berbicara terlalu keras saat gaming
Yang menarik, desain mikrofonnya bisa dilepas-pasang sesuai kebutuhan. Ketika digunakan untuk bermain game, boom mic dapat dipasang dengan mudah agar komunikasi tetap optimal.
Sebaliknya, saat ingin menikmati musik atau menonton film, mikrofon cukup dilepas sehingga tampilan ROG Kithara berubah menjadi lebih menyerupai headphone hi-fi. Fleksibilitas seperti ini menjadi nilai tambah tersendiri, terutama bagi pengguna yang menginginkan satu headset untuk berbagai aktivitas tanpa mengorbankan kenyamanan maupun estetika.
Informasi Ketersediaan
Dengan banderol Rp5.999.000 di Indonesia, ROG Kithara memang masuk ke segmen gaming headset premium. Di pasar global, headset ini dijual seharga US$299 atau sekitar Rp5,4 juta (kurs ±Rp18.100/US$).
Kesimpulan
Review Summary
ROG Kithara merupakan salah satu headset gaming paling unik yang pernah dirilis ASUS. Produk ini tidak hanya mengutamakan kebutuhan gamer, tetapi juga menghadirkan pengalaman mendengarkan musik yang mendekati headphone audiophile berkat penggunaan driver planar magnetic. Jika kalian sering memainkan game kompetitif sekaligus menikmati musik berkualitas tinggi, ROG Kithara layak menjadi pilihan. Namun, jika lebih sering bermain di tempat ramai atau membutuhkan isolasi suara maksimal, desain open-back mungkin menjadi pertimbangan sebelum membeli.
Criteria
- Kualitas audio dengan sound stage yang luas
- Build quality premium
- Tersedia ear pads cadangan
- Cukup berat dan tebal
- Tidak adanya konektivitas wireless


Membalas