ASUS ROG memang aktif menyuguhkan produk berkualitas sekaligus premium kepada para penggemar, pengguna, dan/atau konsumennya. Pada kesempatan kali ini, Gamedaim membahas ASUS ROG Azoth 96 HE, sebuah keyboard premium yang dapat dikatakan cukup baru—rilis November 2025 lalu—dari ASUS ROG.
Keyboard premium sendiri terkadang membuat penulis penasaran tentang bagaimana sebuah keyboard menyematkan fitur mutakhir, dikemas dengan baik, dan dirancang secocok mungkin bagi para penggunanya. Namun, apakah kriteria tersebut dapat ditemukan dalam Azoth 96 HE ini?
Simak review ASUS ROG Azoth 96 HE berikut ini.
Unboxing ASUS ROG Azoth 96 HE
Mengetahui apakah sebuah produk premium atau tidak bisa diketahui—salah satunya—bagaimana brand mengemas produk mereka tersebut. Kesan premium dapat dengan mudah diketahui secara instan ketika melihat dan membuka box ASUS ROG Azoth 96 HE ini.



ASUS ROG mengemas Azoth 96 HE dalam dua box, box luar dan box utama (di dalam). Tampilan depan pada box luar memperlihatkan keyboard Azoth 96 HE dengan memperlihatkan fitur-fitur unggulan keyboard. Kemudian, bagian belakang box luar memperlihatkan spesifikasi teknis, fitur, hingga bagian keyboard.

Box utama menjadi hal terpenting dalam produk ini dikarenakan menjadi pelindung dari isi paket penjualan ASUS ROG Azoth 96 HE, yakni:
- Keyboard ASUS ROG Azoth 96 HE
- Wrist rest
- Kabel braided USB-C to USB-C
- Keycap puller
- Switch puller
- USB dongle extender
- Dongle receiver (ROG SpeedNova 8K wireless technology)
- 4 keycaps cadangan
- Transparan: Space, Numeric Keypad Enter, Esc
- PBT DoubleShot: Ctrl
- Buku panduan
- Kartu garansi
- Thank you card
- Set sticker ROG
Sebagaimana yang diharapkan kepada sebuah produk premium, ASUS ROG menyediakan keycaps dan switch puller secara bersamaan. Selain itu, 4 keycap cadangan, di mana 3 bertemakan ROG dan 1 tombol Ctrl, menjadi pelengkap yang memperkaya konten keyboard ini.
7 Huruf: Premium

ASUS ROG Azoth 96 HE, sesuai namanya, keyboard ini mengusung layout mirip full-size yang didukung dengan total 96 tombol dengan fungsi berbeda-beda. Tentu, perbedaan secara kasatmata terlihat di mana semua tombol tidak berdekatan secara bersamaan, tidak seperti keyboard full-size ANSI yang punya total 104 tombol.
Hilangnya 8 tombol pada keyboard ini membuat Azoth 96 HE menyediakan beberapa ruang atau jarak antarbagan tombol. Bagian Main Keys dengan Nav dan Numpad (pada sisi kanan) terlihat berjarak satu sama lain, mendorong keyboard ini pun semakin lebar ke kanan maupun ke depan.
Biasanya, layout seperti ini didorong untuk melakukan segala hal, baik itu bermain gim spesifik yang membutuhkan banyak tombol sekaligus—contohnya Dota 2 dalam kombinasi skill Invoker—atau sembari melakukan pekerjaan berkaitan dengan Excel. Tetapi, buat kalian yang nomaden atau suka bekerja maupun bermain gim di luar, keyboard ini tergolong berat karena dilapisi material yang premium.

Berbobot total 1375 gram jika tanpa kabel, Azoth 96 HE tidak diragukan lagi menjadi salah satu keyboard yang cukup berat. Mengapa demikian?
Semua bagian top cover keyboard premium ini terbuat dari metal yang sudah diperhalus secara desain. Jika ruangan kalian ber-AC, top cover akan memberikan sensasi sejuk ketika menyentuh lapisan kulit. Dan apabila terbentur sesuatu, tak perlu khawatir akan lecet.
Penulis menilai desain keyboard ini secara keseluruhan memang tampil elegan berkat refined top cover yang secara kualitas pun solid, tidak ringkih. Kata “elegan” tersebut juga terpancar dari seluruh keycaps yang memberikan sensasi halus dan premium pada permukaan keycaps.

ROG PBT Doubleshot menjadi bahan keycaps pada keyboard ini yang menurut penulis cukup memberikan kesan premium. Secara desain permukaan, keycaps ini menyampurkan beberapa warna pada teks/huruf, ada yang sebagian putih, ada juga yang samar-samar.
Sangat disarankan untuk mengaktifkan mode backlit RGB pada keycaps, baik ketika kondisi ruangan terang maupun gelap. Hal tersebut untuk mendukung visibilitas ketika mengetik, bahkan untuk mereka yang sekalipun sudah hafal letak tombol guna menghindari saltik (salah ketik).



Terkhusus pada tiga keycaps transparan, secara desain dapat dikenali dengan mudah, bahkan ketika cahaya ruangan agak redup. Switch pun bisa terekspos sehingga menghasilkan visual yang beragam. Ketika menyentuh kulit, permukaan keycaps transparan ini lebih halus dibandingkan dengan keycaps default-nya. Akan menjadi nilai tambah yang menarik jika ROG menyediakan satu set keycaps transparan untuk semua tombol keyboard ini, namun sayangnya tidak.

Pada sisi pojok kanan keyboard ini menjadi pencuri perhatian penulis ketika pertama kali menyentuh keyboard ini. Terdapat layar OLED kecil yang hanya seukuran tombol Backspace menyempil di sisi pojok kanan atas beserta tombol knob (slide dan push button) di sampingnya persis. Layar OLED ini sangat bermanfaat untuk menampilkan indikator dan fitur keyboard guna mengatur beberapa hal dalam komputer yang disambungkan.
Beberapa indikator dalam layar kecil OLED ini, yakni:
- KPS (Key Per Seconds) untuk menampilkan seberapa banyak jumlah tombol yang pengguna ketik dalam satuan detik
- Baterai
- Mode koneksi (dalam hal ini 2.4 GHz)
Kemudian, beberapa fitur yang dapat kalian akses secara instan dengan cara menekan bagian samping tombol slide, yakni:
- Multimedia : Untuk mengubah track berikutnya atau sebelumnya
- Actuation Point : Dorong tombol slide ke depan untuk menaikkan poin aktuasi, dorong ke belakang untuk menurunkannya, total jarak dari 0.5mm ke 3.5mm
- Rapid Trigger Sensitivity : Mengatur sensifitas rapid trigger dari jarak 0.1mm ke 2.5mm
- Brightness : Mengatur intensitas kecerahan backlit RGB tombol
- OLED Brightness : Mengatur intensitas kecerahan layar OLED control
- Lighting Effect : Mengatur mode pencahayaan b9acklit RGB tombol
- Customization : Dalam mode default, mendorong tombol slide berfungsi untuk scrolling
- Volume Adjustment : Mengatur volume pada komputer yang tersambung
Total terdapat 8 fitur yang tersedia dalam fitur OLED ini. Apakah begitu berguna? Secara sederhana, fitur ini memang bermanfaat untuk mengakses beberapa fitur dasar secara instan. Namun, kehadirannya bukanlah hal yang begitu krusial sehingga menjadikannya fitur tambahan yang membuat keyboard ini makin efisien.
Kemudian lanjut ke bagian depan keyboard. Di sini terdapat port USB-C pada sisi kiri (dalam perspektif pengguna), dan sisi kanan menjadi tempat untuk slot dongle USB receiver dan tombol slide untuk mode konektivitas keyboard, yakni wired, Bluetooth, dan 2.4 GHz.
Menariknya, semua port, tombol, dan slot dongle di sisi depan keyboard ini seakan-akan ngumpet karena posisinya yang lebih masuk ke dalam dibandingkan dengan top cover keyboard.


Terakhir, pada bagian alas keyboard, secara tampilan sudah termasuk clean dengan menampilkan tekstur bergaris serta logo mata ROG samar-samar pada sisi kanan. Pada sisi alas ini juga terdapat kaki keyboard dalam 2 tahap, yang pendek dan versi panjangnya.


Dalam posisi menulis atau mengerjakan pekerjaan, dan demi mendapatkan posisi ergonomis dan paling wuenak (posisi PW), penulis menggunakan feet terpanjangnya alias level 2 agar jari-jemari tidak kesulitan menjangkau tombol. Sedangkan jika dalam posisi bermain gim kompetitif seperti CS2, tidak menggunakan feet sama sekali atau menggunakan feet level 1 adalah keputusan terbaik dikarenakan ketika bermain gim, otomatis siku penulis akan miring, dan keyboard pun ikut miring—masuk ke mode serius.
Dua model konfigurasi tersebut disesuaikan dengan gaya penulis dalam beraktivitas untuk kasus tertentu.
Fleksibilitas dalam Konektivitas

Tiga mode (tri-mode) konektivitas yang dimiliki ASUS ROG Azoth 96 HE menjadi fitur krusial untuk sebuah keyboard premium. Bukan hanya saja secara desain yang ciamik, tetapi ketersediaan beragam mode konektivitas, yakni wired USB, Bluetooth, dan 2.4 GHz (didukung teknologi ROG SpeedNova 8K), semakin memperkaya fitur keyboard dan membuktikan bahwa memang ASUS ROG serius terhadap ROG Azoth 96 HE ini.
Dalam paket penjualan, pengguna sudah disediakan kabel braided USB-C to USB-C yang di mana port wired tersedia pada sisi kiri keyboard. Pemilihan USB-C pun selaras dengan perkembangan device yang makin ke sini justru cenderung menyediakan port USB-C, bukan USB-A lagi.

Posisi port USB-C untuk mode wired pada sisi kiri juga adalah opsi terbaik untuk mengatur kabel dan menyolok ke device yang diinginkan, dibandingkan dengan di tengah, maupun di sisi kanan.
Mengapa? Karena bagi penulis, sisi kanan menjadi tempat unit PC (jika memakai PC desktop) dan juga laptop (jika disambungkan ke monitor sebagai display), sehingga mengatur kabel dan menyoloknya terasa lebih praktis. Selain itu juga, pada sisi kanan sudah terdapat slot untuk dongle receiver sekaligus tombol switch konektivitas.
Mode 2.4 GHz yang menggunakan teknologi ROG SpeedNova 8K ini menjadi konektivitas terfavorit penulis dikarenakan hanya perlu menyambungkan dongle receiver ke port USB-A yang tersedia di laptop ataupun PC desktop. Bahkan secara delay pun sangat tidak terasa secara kasatmata, baik itu ketika bermain gim kompetitif berintensitas tinggi seperti CS2, maupun ketika hanya digunakan untuk pekerjaan mengetik.
ROG SpeedNova 8K, sesuai namanya, mode ini mempunyai kapabilitas polling rate sebesar 8000 Hz (ultra-responsive). Artinya, konektivitas terkhusus yang ini dirancang agar 8x lebih cepat daripada keyboard gaming pada umumnya. Secara angka statistik, ASUS ROG mengklaim mengurangi delay yang awalnya 1 ms menjadi 0,125 ms melalui teknologi ROG SpeedNova 8K ini.
Hanya saja, untuk mendapatkan performa maksimal, tentu mode wired untuk gaming kompetitif sangat penulis sarankan. Tetapi jika hanya bermain kasual dan mengejar kepraktisan, mode 2.4 GHz sangat penulis utamakan dibandingkan dengan menggunakan Bluetooth.
Mengenai Bluetooth, mode ini hampir selalu ada untuk berbagai keyboard yang mengusung keragaman konektivitas, salah satunya ROG Azoth 96 HE ini.
Konektivitas Bluetooth, meski secara delay masih ternotice, dalam menyambungkan ke banyak device sekaligus, mode inilah yang paling praktis di antara mode lainnya. Kalian bisa menyambungkan keyboard ini ke 5 devices sekaligus secara bersamaan.
Hall Effect Switch dan Gasket Mount

Seperti yang diharapkan pada sebuah keyboard premium, ROG Azoth 96 HE menggunakan hot-swappable ROG HFX V2 magnetic switch yang dapat dikustomisasi akselerasinya dari 0.1–3.5 mm dan memiliki keakuratan 0.1 mm-step.
Magnetic switch yang dipakai ini bukanlah switch mekanikal biasa, melainkan sudah Hall Effect magnetic switch. Artinya, jika switch biasa mendeteksi tombol melalui kontak logam yang saling bersentuhan, maka Hall Effect mendeteksi posisi tombol menggunakan sensor magnet, jadi tidak ada kontak logam yang terjadi.
Hall Effect switch memberikan keuntungan lebih banyak, yakni lebih awet, aktuasi lebih konsisten, bahkan titik tekannya bisa diatur, dan juga terdapat fitur Rapid Trigger.
Pengaturan terhadap titik aktuasi memberikan opsi yang lebih luas dalam kustomisasi untuk para pengguna, terutama gamer gim kompetitif seperti Valorant, CS2, Apex Legends, maupun Overwatch.
Jika switch mekanikal biasa memiliki total travel 4 mm dan aktuasinya di 2 mm, maka switch Azoth 96 HE ini dapat diatur ke titik aktuasi sedekat mungkin, yakni 0,1 mm. Artinya, jika disentuh sedikit, maka komputer menganggap tombol sudah ditekan. Hal tersebut memberikan respons super cepat dan dapat menjadi keuntungan ketika bermain gim berintensitas tinggi.
Fitur hot-swappable juga harus dibahas.
Apabila salah satu switch keyboard ini rusak, maka pengguna dapat menggantinya dengan switch lain tanpa perlu dicabut dengan solder, cukup menarik switch menggunakan switch puller yang telah disediakan dalam paket penjualan.
Namun, ASUS ROG tidak menyediakan switch cadangan dalam paket penjualan, hanya keycaps saja. Hal tersebut sangat disayangkan karena switch untuk keyboard gaming justru paling dibutuhkan, mengingat intensitas pengetikan yang tinggi untuk sebuah keyboard gaming membuat switch menerima tekanan lebih sering.
Selain Hall Effect switch yang membuat keyboard ini terasa premium, Azoth 96 HE juga menggunakan gasket mount di mana plate tidak disekrup langsung, melainkan mengambang di atas bantalan (atau gasket) yang berbahan PORON.
PORON sendiri merupakan busa premium yang fungsinya untuk menyerap getaran, mengurangi echo dalam keyboard, dan membuat suara ketikan lebih padat dan lebih lembut.
Karakteristik suara yang dihasilkan switch keyboard ini secara menyeluruh menghasilkan suara yang lebih dalem atau thocky, namun juga terasa lebih empuk jika ditekan, minim getaran, dan membuat jari-jemari tidak mudah kecapekan.
Suara yang thocky ini juga disebabkan oleh 6 lapisan peredam (six-layer damping) yang terpasang dalam keyboard. Total terdapat 4 layer PORON, 1 layer IXPE, dan 1 layer silikon dalam keyboard.
Bagaimana susunannya?
Dari atas ke bawah: Refined Top Cover > gasket silikon > bantalan PORON > bantalan IXPE Switch > bantalan PORON (lagi) > dua bantalan PORON (dapat dilepas) > bantalan silikon.
Jika PORON merupakan busa premium untuk membuat suara lebih padat, maka IXPE Pad yang tepat berada di bawah switch justru membuat suara switch lebih konsisten, memberikan efek “pop” pada setiap ketikan, dan mengurangi suara logam. Hal ini membuat karakteristik suara lebih thocky.
Sederhananya:
- Gasket mount membuat ketikan terasa lebih empuk dan nyaman
- Enam lapisan peredam (PORON, IXPE, dan silikon) guna mengurangi getaran, gema, suara kosong (hollow), serta bunyi ping dari switch
Semua faktor tersebutlah yang membuat karakteristik keyboard ini terdengar thocky dari segi suara, lembut dari segi feel mengetik, dan cukup fleksibel dari segi kustomisasi.
Kesimpulan
Review Summary
Keyboard ini layak bagi kalian yang mencari keyboard gaming yang secara tombol hampir lengkap dan banyak kustomisasinya, sembari mempertahankan feel premium, baik secara desain maupun karakteristik suara switch. Bagi para gamer hardcore, switch-nya sudah Hall Effect, bisa diatur titik aktuasi, dan mempunyai Rapid Trigger, bahkan fleksibilitasnya juga terdapat pada mode konektivitas yang tersedia dalam wired USB-C, Bluetooth hingga 5 device tersambung, dan 2.4 GHz ROG SpeedNova 8K merupakan keunggulan yang ditawarkan keyboard tanpa kompromi. Hanya saja, memang sangat disayangkan ASUS ROG tidak menyediakan switch cadangan. Selain itu, keyboard ini kurang fleksibel untuk dibawa bepergian (nomaden), mengingat bobotnya yang cukup berat sekitar 1,3 kg.
Criteria
- Top cover berbahan premium (refined alumunium)
- Tiga mode konektivitas yang beragam dan minim delay pada ROG SpeedNova 8K
- Mendukung gaming profesional berkat Hall Effect dan Rapid Trigger
- Kustomisasi presisi untuk titik aktuasi
- Bobot yang berat tidak mudah dibawa nomaden
- Tidak ada switch cadangan
- Harga kurang terjangkau


Membalas