Lagi cari keyboard baru buat pelengkap setup di meja kamu? Kalau kamu sudah mulai bosan dengan bentuk keyboard yang itu-itu saja, atau mungkin sering merasa meja terasa sempit karena nabrak mouse saat lagi asyik main game First-Person Shooter (FPS), maka kamu ada di tempat yang tepat.
Baru-baru ini, ASUS merilis sebuah “monster” baru di lini periferal gaming mereka, yaitu ASUS ROG Falcata. Ini bukan sembarang keyboard mekanikal biasa, loh. Dari bentuk fisiknya saja, keyboard ini sudah bikin banyak orang melongo karena desainnya yang anti-mainstream. Tapi, apakah dengan desain seunik itu dan embel-embel teknologi canggih di dalamnya, keyboard ini layak buat ditebus?
Berikut review ASUS ROG Falcatra.
Unboxing Keyboard ROG Falcata


Sama seperti produk peripheral ROG lainnya, Falcata masih dibalut dengan kardus bagian luar berwarna merah dan hitam dengan berbagai informasi produk. Sedangkan di dalamnya dibungkus dengan kardus berwarna hitam dengan logo mata di bagian tengah.

Berikut isi paket penjualan ROG Falcata:
- 1 x ROG Falcata
- 2 x Wrist rest
- 8 x Keyboard feet
- 1 x Keycap puller
- 1 x USB cable
- 2 x Link cable
- 6 x Screw
- 1 x Extender
- 1 x USB-C to A adapter
- 1 x Allen Wrench
- 1 x ROG sticker
- 1 x Ctrl keycap
- 1 x Quick start guide
- 1 x Warranty booklet
Keyboard yang “Membelah Diri” Secara Harfiah

Hal pertama yang pasti langsung bikin mata tertuju pada ROG Falcata adalah desain layout-nya. Keyboard ini menggunakan layout 75%, artinya ukurannya cukup ringkas, tidak ada numpad di sebelah kanan, tapi tombol panah (arrow keys) dan tombol function (F1-F12) tetap ada.
Bagi para gamer, terutama pemain game kompetitif seperti Valorant atau CS2 seperti Penulis, posisi tangan sangat menentukan kenyamanan. Setiap kali bermain, Penulis pasti memiringkan keybaord agar pergerakan ouse lebih leluasa dan tangan kiri tidak cepat pegal.
Dengan ROG Falcata, Penulis cukup geser bagian kanan keyboard ke tempat lain, dan gunakan bagian kirinya saja sebagai gamepad utama. Mouse menjadi lebih lega untuk bergerak, dan lebih agresif ketika menggunakan AWP.
Penulis yang cukup yang sering ngetik panjang (ngetik artikel review contohnya), desain split ini juga sangat bagus untuk kesehatan postur tubuh. Penulis bisa meletakkan kedua sisi keyboard sejajar dengan lebar bahu, sehingga dada lebih terbuka dan bahu tidak cepat pegal.

Selain itu, sisi kiri keyboard ini bertindak sebagai “Pusat Komando”. Di sana ada roda kendali (multi-function wheel) yang bisa diputar-putar untuk mengatur volume suara laptop/PC, ganti efek lampu RGB, sampai mengatur sensitivitas tekanan tombol. Lampu RGB yang menunjukkan indikator cukup intuitif ketika tombol tersebut diputar.
Tombol tersebut memang mudah dijangkau dengan jari, namun pergerakannya agak kaku. Penulis ketika pertama kali mencobanya untuk menaikkan volume, tiba-tiba langsung lompat ke volume tertinggi.
Di dalam boksnya juga sudah disiapkan sandaran tangan (wrist rest) berbahan silikon yang empuk banget buat menjaga pergelangan tanganmu tetap nyaman seharian. Penulis sudah mencoba untuk bermain game dengan durasi 2 hingga 3 jam, lalu lanjut ngetik artikel. Jika pendingin ruangan dinyalakan sangat nyaman karena sandarannya akan terasa dingin. Ketika di ruangan non-AC masih terasa gerah, tapi tidak terasa lengket sama sekali.

Di bagian wrist rest sebelah kanan ada grafis logo ROG, yang Penulis pikir awalnya akan terasa mengganggu. Namun, setelah pemakaian kurang lebih 5 hari, tidak ada rasa mengganggu sama sekali.
Switch ROG HFX V2 Magnetic

Kalau keyboard mekanikal biasa menggunakan switch dengan plat besi yang saling bersentuhan untuk mendeteksi ketikan, ROG Falcata sudah melangkah lebih jauh dengan menggunakan Magnetic Switch (Switch Magnetik) berteknologi Hall Effect. Nama resmi yang dipakai ASUS adalah ROG HFX V2 Magnetic Switch.
Karena tidak ada plat besi yang bergesekan secara fisik, umur switch ini jauh lebih awet dan ketikannya terasa sangat mulus (smooth). Apalagi ASUS sudah melumasi (pre-lubed) switch ini dari pabrik, jadi nggak perlu repot-repot bongkar keyboard buat kasih pelumas sendiri.
Keunggulan paling mutakhir dari switch magnetik ini adalah Kustomisasi Aktuasi. Di keyboard biasa, saat kamu menekan tombol, sistem baru membaca ketikan di kedalaman tertentu yang sudah dipatenkan pabrik (biasanya 2.0 mm).
Pada ROG Falcata, kamu bisa atur sendiri di titik mana tombol itu membaca ketikanmu, mulai dari 0.1 mm (sangat dangkal) sampai 3.5 mm (dalam).
- Skenario Main Game, Penulis biasa atur aktuasi di 0.1 hingga 1 mm. Artinya, baru kesentuh sedikit saja, karakter di dalam game langsung bereaksi.
- Untuk skenario ngetik kerja Penulis ubah aktuasinya jadi 2.0 mm atau lebih. Jadi, kalau jari nggak sengaja nyenggol tombol sebelah, itu tidak akan terhitung sebagai typo.
Penulis pertama kali merasakan switch dengan teknologi Hall Effect, dan menemukan sedikit perbedaan keyboard ini dibandingkan milik pribadi. Ketika bottom out, hentakannya lebih terasa lebih padat dibandingkan keyboard Penulis.
Performa Rata Kanan
Bicara soal performa, ASUS sepertinya nggak mau main-main. ROG Falcata dibekali dengan tiga mode konektivitas. Bisa menggunakan kabel USB biasa, pakai Bluetooth (bisa nyambung ke beberapa device sekaligus), atau pakai dongle wireless 2.4 GHz (ROG SpeedNova) buat koneksi tanpa delay.

Koneksi nirkabelnya sudah mendukung Polling Rate 8000 Hz (8K) tanpa perlu dongle tambahan (Polling Rate Booster). Sebagai perbandingan, keyboard gaming standar biasanya cuma punya 1000 Hz.
Bagi Penulis yang hanya gamer casual, angka 8000 Hz ini tidak memberikan dampak signifikan bahkan hampir nol. Walaupun selalu dalam mode 8K, baterai ROG Falcara bisa bertahan cukup lama. Dengan pemakaian intens, 6 jam bermain game dengan tingkat kecerahan RGB 100%, baterai baru habis pada hari keempat.
Selain itu, ada fitur wajib buat gamer hardcore zaman now, yaitu Rapid Trigger. Di keyboard mekanikal biasa, kalau mau menekan tombol yang sama dua kali dengan cepat, kamu harus membiarkan tombolnya naik sampai ke titik atas sebelum ditekan lagi.

Dengan Rapid Trigger, tombol akan langsung ter-reset begitu jari sedikit saja terangkat`. Ini sangat krusial buat gerakan counter-strafing (berhenti mendadak lalu menembak) di game tembak-tembakan. Penulis cukup menjentikkan tombol fisik di atas keyboard untuk mengaktifkan mode ini.
Keyboard ini sudah dilengkapi dengan empat lapis peredam suara (termasuk busa silikon dan PORON). Suara ketikannya tidak berisik atau cempreng, melainkan sangat solid, empuk, dan premium (sering disebut thocky oleh komunitas pecinta keyboard).
Kesimpulan
Review Summary
Kalau kamu seperti Penulis yang cuma butuh keyboard buat ngetik tugas sekolah, main game kasual untuk bersantai, atau budget kamu masih di bawah Rp2 juta. Mengeluarkan uang hampir 6 juta rupiah hanya untuk keyboard harian mungkin akan terasa terlalu berlebihan. Tapi kalau Kamu adalah seorang gamer kompetitif sejati yang menganggap milidetik itu berharga, punya masalah dengan postur tubuh atau nyeri bahu saat main game berjam-jam, memiliki meja setup yang butuh kebebasan ruang gerak mouse, dan tentunya punya budget lebih untuk investasi periferal kelas atas. ROG Falcata bukan sekadar alat untuk mengetik, melainkan sebuah terobosan dari ASUS yang berhasil menggabungkan ergonomi tingkat tinggi dengan teknologi yang mengutamakan performa gaming. Kalau kamu siap menebus harganya, pengalaman menggunakan keyboard yang bisa "dibelah" ini dijamin akan mengubah cara dan gaya kamu bermain gim.
Criteria
- Kenyamanan Maksimal dengan Desain split memberikan fleksibilitas luar biasa untuk posisi tangan dan pengaturan meja.
- Switch magnetik dengan fitur Rapid Trigger dan pengaturan jarak aktuasi yang presisi bikin pengalaman bermain game meningkat.
- Langsung enak dipakai
- suaranya terasa nyaman tanpa perlu modifikasi sendiri.
- Mendukung wireless 8K tanpa dongle tambahan.
- Multi-function wheel di sebelah kiri ukurannya cukup kecil dan beberapa reviewer merasa putarannya agak kaku jika diakses dengan cepat saat bermain.
- Karena keyboard ini terbelah dua dibutuhkan kabel Type-C khusus bawaan ASUS untuk menyambungkan sisi kiri dan kanan.
- ROG tidak memberikan Swith cadangan sama sekali
- hanya satu keycaps.
ROG Falcata sudah tersedia secara resmi di pasar Indonesia, dan jika melihat toko daring, keyboard ini dijual dengan harga Rp5.899.000. Namun, ada beberapa toko yang menjual dengan lebih murah di harga Rp5.699.000.


Bales ke