Sony dilaporkan telah membayar hadiah sebesar US$50.000 kepada seorang hacker keamanan yang menemukan celah keamanan pada PlayStation 5 (PS5).
Temuan tersebut menjadi sorotan di tengah meningkatnya aktivitas peretasan konsol Sony, terutama menjelang peluncuran Grand Theft Auto VI (GTA 6).
Informasi mengenai pembayaran ini muncul melalui HackerOne, platform yang digunakan perusahaan untuk memberikan imbalan kepada hacker keamanan yang berhasil menemukan kerentanan sistem.
Namun, detail mengenai celah yang dilaporkan masih dirahasiakan, sehingga belum diketahui secara pasti bagaimana kerentanan tersebut bekerja atau seberapa besar dampaknya terhadap keamanan PS5.
AI Bantu Temukan Celah Keamanan PS5

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam penelitian keamanan siber semakin mendapat perhatian karena teknologi ini dapat membantu menganalisis kode dan menemukan potensi kelemahan sistem.
Meski demikian, informasi yang tersedia belum cukup untuk memastikan sejauh mana AI berperan dalam penemuan celah yang mendapat hadiah US$50.000 tersebut.
Di sisi lain, komunitas peretas PS5 juga terus mengembangkan metode baru untuk menembus perlindungan konsol. Salah satu perkembangan terbaru datang dari peretas bernama Gezine, yang memperlihatkan akses ke menu debug PS5 dengan firmware 14.10.
Meski demonstrasi tersebut mengindikasikan adanya potensi jailbreak pada perangkat lunak terbaru, metode itu belum dirilis secara publik.
Namun, jailbreak tidak serta-merta memungkinkan pembajakan game. Metode yang ada saat ini dilaporkan belum mampu mengekstrak file eksekusi game pada firmware 14.xx, sementara upaya lebih lanjut kemungkinan membutuhkan eksploitasi tambahan terhadap sistem keamanan hypervisor.
Dengan GTA 6 yang semakin dekat, Sony memiliki alasan kuat untuk memperketat keamanan PS5. Celah yang tidak segera ditangani berpotensi membuka risiko baru, sehingga program hadiah bagi hacker keamanan menjadi salah satu cara perusahaan mengidentifikasi dan memperbaiki kerentanan sebelum dimanfaatkan pihak lain.

Membalas