Square Enix Ingin AI Generatif Otomatiskan 70% Tugas QA dan Debugging Game pada Akhir Tahun 2027

“Melalui penggunaan teknologi otomatisasi, kami bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasi QA dan membangun keunggulan kompetitif dalam pengembangan game,” ujar Square Enix.

Berita Resmi
Square Enix Ingin Ai Generatif Otomatiskan 70% Tugas Qa Dan Debugging Game Pada Akhir Tahun 2027
Komentar

Square Enix telah mengungkapkan bahwa mereka ingin AI generatif mengotomatiskan 70 persen tugas QA dan debugging dalam pengembangan game pada akhir tahun 2027.

Informasi ini dipublikasikan oleh Square Enix melalui situs webnya. Jika kalian tertarik dengan kondisi di industri game, kalian bisa melihat artikel kami lainnya di sini.

Square Enix Ingin AI Generatif Otomatiskan 70% Tugas QA dan Debugging Game pada Akhir Tahun 2027

7 November 2025 – Setelah merilis laporan finansial Q2 FY 2025, Square Enix merilis laporan perkembangan rencana bisnis jangka menengahnya, yang awalnya diumumkan pada Mei 2024 dengan nama “Square Enix Reboots and Awakens“.

Sebagai bagian dari rencana bisnis jangka menengahnya, Square Enix meluncurkan kemitraan dengan Matsuo-Iwasawa Laboratory di Tokyo University, yang “bertujuan untuk meningkatkan efisiensi proses pengembangan game melalui teknologi AI”.

Proyek yang berjudul “Joint Development of Game QA Automation Technology Using Generative AI” ini sedang dikerjakan oleh “tim peneliti gabungan yang beranggotakan lebih dari sepuluh orang”, termasuk para peneliti dari Tokyo University dan para insinyur dari Square Enix.

Menurut Square Enix, tujuan proyek ini adalah untuk “mengotomatiskan 70 persen tugas QA dan debugging dalam pengembangan game pada akhir tahun 2027”.

“Melalui penggunaan teknologi otomatisasi, kami bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasi QA dan membangun keunggulan kompetitif dalam pengembangan game,” tambah Square Enix.

Pada Januari 2024, survei Game Developers Conference (GDC) telah mengungkapkan bahwa hampir 50 persen pengembang sudah menggunakan AI generatif di tempat kerja, sementara 84 persen lainnya khawatir dengan penggunaannya.

Menurut survei tersebut, AI generatif digunakan di berbagai jenis pekerjaan, termasuk bisnis dan keuangan (44 persen), komunitas dan PR (41 persen), produksi dan manajemen tim (33 persen), pemrograman (25 persen), desain game (21 persen), narasi (13 persen), seni visual (16 persen), audio (14 persen), hingga QA (6 persen).

Pada September 2025, survei Computer Entertainment Supplier’s Association (CESA) telah mengungkapkan bahwa 51 persen perusahaan game Jepang menggunakan AI generatif dalam pengembangan game.

Menurut CESA, penggunaan AI generatif yang paling dominan adalah dalam pembuatan aset visual dan gambar seperti karakter, diikuti oleh pembuatan cerita dan teks, serta dukungan pemrograman.

Pada Oktober 2025, sutradara Naoki Hamaguchi telah mengungkapkan bahwa Square Enix tidak memiliki kebijakan atau aturan tetap mengenai implementasi AI.

Follow Gamedaim — everywhere

Stay updated wherever you scroll.

Lanjut baca

Ampere Analysis Ada 18 Game Yang Siap Sukses Di Remake Atau Remaster
Berita

Ampere Analysis: Ada 18 Game yang Siap Sukses di Remake atau Remaster

7 November 2025 Fransiskus Sukardi Ruata 4 mnt baca

Analis senior Ampere Analysis, Katie Holt, telah membuat daftar 18 game yang diperkirakan akan laku, baik di-remake maupun di-remaster, berdasarkan analisis mereka terhadap pasar dan perilaku…

Baca selengkapnya