Laporan terbaru telah mengungkapkan bahwa divisi Xbox merugi lebih dari 300 juta dolar AS saat membawa Call of Duty: Black Ops 6 ke Game Pass.
Informasi ini dipublikasikan oleh Bloomberg. Jika kalian tertarik dengan kondisi di industri game, kalian bisa melihat artikel kami lainnya di sini.
Bloomberg: Bawa Call of Duty: Black Ops 6 ke Game Pass, Xbox Merugi 300 Juta USD
4 Oktober 2025 – Bloomberg melaporkan bahwa kenaikan harga dan perombakan pada Game Pass merupakan tanda bahwa dorongan besar Xbox masih belum menghasilkan pendapatan yang diharapkan setelah berjalan selama delapan tahun.
Menurut sumber yang berbicara kepada Bloomberg, Microsoft Gaming menempatkan beberapa game Xbox-nya di Game Pass, tetapi langkah itu mengurangi penjualan game dengan margin keuntungan yang lebih tinggi seperti Call of Duty.
Bloomberg menambahkan bahwa Microsoft Gaming merugi lebih dari 300 juta dolar AS dari penjualan Call of Duty: Black Ops 6 di konsol dan PC.
“Karyawan saat ini dan mantan karyawan mengatakan bahwa langkah tersebut kontroversial secara internal,” tulis Bloomberg dalam laporannya.
“Mengembangkan game baru bisa memakan waktu bertahun-tahun dan menghabiskan biaya ratusan juta dolar AS, dan modelnya telah lama menjualnya seharga 60 hingga 70 dolar AS per game, menghasilkan lebih banyak lagi dari peningkatan dan pembelian dalam game.”
Bloomberg juga mencatat bahwa menempatkan game Call of Duty di Game Pass merupakan kesepakatan yang bagus bagi pelanggan, tetapi tidak bagus untuk penjualannya.
Pada Oktober 2022, Microsoft telah memberhentikan ratusan karyawannya dari seluruh divisi, termasuk divisi Xbox.
Pada Januari 2023, Microsoft telah memberhentikan 10.000 karyawannya, dengan beberapa di antaranya berasal dari divisi Xbox.
Pada Januari 2024, Microsoft telah memberhentikan 1.900 karyawannya dari divisi Xbox.
Pada September 2024, Microsoft telah memberhentikan 1.900 karyawannya dari divisi Xbox.
Pada Januari 2025, Microsoft telah memberhentikan beberapa karyawannya dari beberapa divisi, termasuk divisi Xbox.
Pada Juli 2025, banyak karyawan dari divisi Xbox telah diberhentikan dan setidaknya empat game dibatalkan.
Menurut Bloomberg, CFO Microsoft, Amy Hood, saat itu meminta Microsoft Gaming mencari cara lain untuk meningkatkan keuntungan di divisi Xbox.
Mantan ketua Federal Trade Commission (FTC), Lina Khan, mengatakan di X bahwa akuisisi Activision Blizzard oleh Microsoft “telah diikuti oleh kenaikan harga dan PHK yang signifikan, yang merugikan baik gamer maupun pengembang”.
Pada Desember 2023, CEO Microsoft Gaming, Phil Spencer, telah mengungkapkan bahwa Microsoft menghabiskan lebih dari 1 miliar dolar AS per tahun untuk mendukung Game Pass.
Pada Februari 2024, presiden Xbox, Sarah Bond, telah mengungkapkan bahwa Game Pass saat ini memiliki 34 juta pelanggan.
Pada Januari 2025, jurnalis The Game Business, Christopher Dring, telah mengungkapkan bahwa game Xbox yang termasuk dalam Game Pass akan kehilangan 80 persen dari prediksi penjualan premium.
Pada Juli 2025, pendiri Arkane Studios, Raphaël Colantonio, telah mengungkapkan bahwa Game Pass adalah model yang tidak berkelanjutan dan merusak industri game.
Pada Agustus 2025, CEO Microsoft, Satya Nadella, telah mengungkapkan bahwa pendapatan tahunan Game Pass hampir mencapai 5 miliar dolar AS untuk pertama kalinya.
Pada Agustus 2025, mantan eksekutif PlayStation, Shawn Layden, telah mengungkapkan bahwa ia tidak suka melihat game-game baru langsung rilis ke layanan berlangganan seperti Game Pass.
Update 28 Desember 2025: Seorang juru bicara Microsoft mengatakan kepada CNBC bahwa meskipun mereka menetapkan tujuan yang ambisius, target margin keuntungan 30 persen yang dilaporkan oleh Bloomberg tidak akurat.
![Bloomberg: Bawa Call of Duty: Black Ops 6 ke Game Pass, Xbox Merugi 300 Juta USD [UPDATE] 1 Bloomberg Bawa Call Of Duty Black Ops 6 Ke Game Pass, Xbox Merugi 300 Juta Usd](https://gamedaim.com/wp-content/uploads/2025/10/Bloomberg-Bawa-Call-of-Duty-Black-Ops-6-ke-Game-Pass-Xbox-Merugi-300-Juta-USD.webp)

Bales ke