Review ROG Azoth X: Sensasi Mengetik ‘Creamy’ yang Sopan di Telinga

ROG Azoth X cocok untuk Professional yang suka bermain game karena kenyamanan mengetik ribuan kata untuk bekerja, namun ingin performa responsif saat bermain game kompetitif di malam hari.

Review Peripheral
Asus Rog Azoth X Gamedaim Review
Komentar

Pernahkah Anda merasa bahwa keyboard gaming yang Anda gunakan saat ini terasa terlalu “plastik” atau membosankan? Jika iya, selamat, Anda sedang berada di ambang pintu dunia keyboard kustom yang adiktif. Namun, bagi banyak orang, merakit keyboard dari nol—mulai dari menyolder hingga melumasi switch satu per satu—bisa menjadi hal yang sangat mengintimidasi. Di sinilah ROG Azoth X hadir sebagai jembatan.

ASUS melalui seri Azoth X mencoba menawarkan sebuah kemewahan yang biasanya hanya bisa didapat dari keyboard enthusiast seharga jutaan rupiah yang harus dipesan berbulan-bulan. Dengan balutan top case aluminium CNC yang presisi dan estetika yang lebih dewasa, keyboard ini seolah berteriak bahwa ia bukan sekadar periferal gaming biasa. Ia adalah sebuah pernyataan gaya di atas meja kerja Anda.

Layout 75% Exploded yang diusungnya memberikan keseimbangan sempurna: cukup ringkas untuk estetika minimalis, namun tetap fungsional dengan deretan tombol F-keys yang lengkap. Ini bukan lagi soal seberapa cepat Anda menekan tombol, tapi soal seberapa nikmat setiap tekanan jari Anda terasa. Mari kita bedah, apakah ROG Azoth X benar-benar memberikan nilai setimpal untuk perjalanan “hobi baru” Anda ini?

Kesan Pertama: Ketika “Gaming” Bertemu dengan Kemewahan Presisi

Asus Rog Azoth X Gamedaim Review 13
Tampilan box

Begitu kotak pembungkusnya dibuka, kesan pertama yang muncul bukanlah “ini sekadar keyboard gaming biasa.” Sebaliknya, ROG Azoth X langsung memancarkan aura kemewahan yang biasanya hanya ditemukan pada keyboard enthusiast papan atas.

Asus Rog Azoth X Gamedaim Review 11
Isi paket penjualan

Berikut isi di dalam box paket penjualan ROG Azoth X:

  • ROG Azoth X
  • Wrist rest
  • ROG keycap puller
  • ROG switch puller
  • Ctrl keycap
  • 3x ROG NX switches
  • USB dongle
  • USB extender
  • USB C to USB A cable (2m)
  • ROG sticker
  • Quick start guide
  • Warranty booklet
  • ROG thank you card

Bagi kamu yang suda memiliki ROG Polling Rate Booster bisa juga menggunakannya karena ROG Azoth X sudah mendukung polling rate hingga 8.000 Hz.

Material dan Kualitas Rakitan yang Solid

Asus Rog Azoth X Gamedaim Review 10
Keyboard (catatan: coiled cable bukan bagian dari paket penjualan)

Satu hal yang paling menonjol adalah konstruksi case-nya. Keyboard ini menggunakan sistem dua bagian yang sangat kontras namun harmonis. Bagian top case menggunakan material aluminium yang diproses menggunakan mesin CNC. Hasilnya? Sebuah presisi luar biasa di mana setiap sudut terasa halus, dingin saat disentuh, dan tidak ada sedikit pun bagian kasar yang mengganggu jari.

Berbeda dengan bagian atasnya, bagian bawah keyboard ini berbahan dasar plastik dengan tekstur unik menyerupai kulit telur (egg-shell texture). Meskipun menggunakan plastik di bagian bawah, ia tetap terasa kokoh dan tidak ringkih.

Perlu dicatat bagi para calon pengguna, seri Azoth X ini belum mengadopsi sistem magnetic topcase. Untuk menyatukan kedua bagian tersebut, ASUS menggunakan baut segi enam (hex) berukuran kecil yang memberikan kesan industrial dan teknis yang kuat, sebuah detail yang sangat disukai oleh para pecinta keyboard kustom.

Dalam beberapa kesempatan, casing bagian atas dari ROG Azoth X pada unit yang Penulis pinjam memberikan sengatan listrik, tidak menyakitkan tetapi cukup membuat terkejut.

Layout 75% Exploded: Keseimbangan Antara Fungsi dan Estetika

Asus Rog Azoth X Gamedaim Review 15
Layout 75%

Bagi kamu yang baru bermain keyboard kustom, mungkin akan bertanya-tanya tentang form factor 75% Exploded. Pada Azoth X, ini berarti tombol arrow keys, tombol function, serta tombol navigasi seperti Ins, Del, PgUp, dan PgDn diletakkan dengan sedikit jarak atau “jeda” dari tombol utama lainnya.

Keuntungan desain ini adalah meminimalisir salah tekan saat sedang intens bermain game. Selain itu, kehadiran tombol fisik F1 hingga F12 yang tetap dipertahankan menjadi nilai plus besar. Penulis tidak perlu repot menekan kombinasi tombol rumit untuk mengakses fungsi-fungsi penting saat bermain game atau bekerja.

Visual yang Elegan dan Dewasa

Secara visual, colorway atau skema warna yang diusung sangat minimalis namun tetap berkarakter. Dominasi warna hitam dan putih memberikan tampilan “Panda” yang bersih, dipermanis dengan aksen merah berani di titik-titik strategis seperti tombol Esc, Shift kanan, dan Ctrl kanan.

Asus Rog Azoth X Gamedaim Review 7
Spacebar
Asus Rog Azoth X Gamedaim Review 6
Tombol esc

Logo ROG hadir sebagai identitas, namun ditempatkan dengan sangat proporsional pada keycaps. Kamu bisa menemukannya di tombol Esc, Spacebar, hingga kedua tombol Shift. Di bagian bawah, terdapat pula detail aksen garis-garis miring khas ROG yang memberikan tekstur visual tambahan. Secara keseluruhan, Azoth X berhasil tampil gagah tanpa terlihat norak.

Sensasi Mengetik: Harmoni Antara Creamy dan Presisi

Asus Rog Azoth X Gamedaim Review 14
Sensasi mengetik

Satu hal yang paling sering disentuh jari sekaligus menjadi wajah dari sebuah keyboard adalah keycaps. Pada ROG Azoth X, ASUS mengambil pendekatan yang cukup unik dan berani, yang mungkin akan membuat para pemula di dunia keyboard kustom sedikit terkejut sekaligus penasaran.

Inovasi RGB: Terang di Mata, Sulit di Gelap?

Berbeda dengan keyboard pada umumnya di mana cahaya RGB menembus langsung melalui huruf-huruf di atas tombol, keycaps bawaan ROG Azoth X ini memiliki fitur shine-through yang terletak di bagian samping (side-printed) dan belakang.

Secara visual, desain ini memang membuat lampu RGB terlihat jauh lebih terang dan memberikan kesan “glow” yang lebih dramatis di sela-sela tombol. Namun, ada harga yang harus dibayar untuk estetika ini. Berdasarkan pengujian saya, ketika digunakan di ruangan yang minim cahaya atau gelap total, cahaya dari bawah justru menciptakan bayangan (shadow) yang menutupi legenda atau huruf pada tombol.

Efeknya, huruf-huruf tersebut malah menjadi sulit terbaca karena tidak ada cahaya yang menembusnya dari dalam. Jadi, bagi kamu yang sering mengetik di kegelapan tanpa menghafal posisi tombol, ini adalah poin yang perlu dipertimbangkan matang-matang.

Ketahanan Ekstrem dengan Teknik Dye-Sublimated

Meskipun ada kompromi pada sisi pencahayaan, ASUS tidak main-main soal durabilitas. Keycaps ini dibuat menggunakan teknik Dye-Sublimated (Dye-Sub). Bagi kamu yang baru di hobi ini, Dye-Sub adalah proses di mana tinta dipanaskan hingga meresap ke dalam pori-pori plastik keycaps, bukan sekadar dicetak di atas permukaannya.

Keunggulannya? Sangat awet. ASUS mengklaim bahwa keycaps ini mampu bertahan dalam waktu yang sangat lama tanpa perlu khawatir hurufnya akan pudar atau terkelupas, masalah klasik yang sering menimpa keycaps murah. Selain itu, material ini memberikan tekstur yang lebih mantap dan tidak mudah menjadi licin atau berminyak (shining) meskipun tangan kamu mudah berkeringat saat sesi gaming yang panjang.

Gasket Mount: Nyaman, Namun Familiar

Gasket mount merupakan fitur wajib untuk meningkatkan kenyamanan keyboard di kelas ini. Gasket Mount adalah sistem di mana papan sirkuit (PCB) dan plat “diapit” oleh potongan karet atau silikon (gasket) agar tidak bersentuhan langsung dengan case keras. Hasilnya adalah sensasi mengetik yang lebih empuk dan tidak kaku.

Pada ROG Azoth X, sistem ini memberikan kenyamanan yang sangat solid untuk mengetik dalam waktu lama. Namun, secara jujur, bagi Penulis yang sudah terbiasa dengan keyboard kustom, sensasi gasket-nya terasa sangat familiar. Bagus dan memadai, namun tidak memberikan lonjakan perbedaan yang revolusioner jika dibandingkan dengan keyboard pribadi Penulis yang sudah menggunakan sistem serupa.

NX Switch Snow V2: Si Linear yang “Sopan”

Unit yang Penulis uji ini datang dengan NX Switch Snow V2. Bagi pecinta suara keyboard, switch ini masuk dalam kategori Linear, yang artinya tekanannya mulus tanpa ada hambatan atau bunyi “klik” di tengah-tengah.

Karakter suaranya bisa digambarkan dengan satu kata, Creamy. Berkat kombinasi berlapis dari peredam silikon dan material Poron di dalam bodinya, suara nyaring atau “ping” metalik yang mengganggu berhasil dieliminasi sepenuhnya.

Suaranya terdengar “sopan” di telinga, tidak berisik, namun tetap memberikan umpan balik yang memuaskan. Bagian yang paling memanjakan telinga (satisfying) justru ada pada tombol Spacebar, yang memiliki suara paling dalam dan padat dibandingkan tombol lainnya.

Konsistensi Pre-lube dan Kebebasan Hotswap

Salah satu tantangan keyboard pabrikan adalah konsistensi pelumas (lube). Pada Azoth X, ASUS melakukan pekerjaan yang cukup baik. Pre-lube pada switch-nya terasa konsisten terutama pada tombol-tombol utama (area huruf). Meski begitu, mungkin karena telinga Penulis salah mendengar, Penulis menyadari bahwa tombol navigasi seperti arrow keys memiliki suara yang sedikit lebih nyaring dibandingkan tombol utama.

Kabar baiknya, keyboard ini sudah mendukung fitur Hotswap baik untuk switch tipe 3-pin maupun 5-pin. Artinya, jika suatu saat bosan dengan suara creamy dari Snow V2, kamu bisa mencabut dan menggantinya dengan switch dari merek pihak ketiga. Sebuah fitur wajib bagi siapa pun yang ingin bereksperimen dengan berbagai karakter suara keyboard.

Dua Pilihan Perangkat Lunak: Armoury Crate vs. Gear Link

Setelah membedah sensasi mengetik yang creamy, kini saatnya kita masuk ke sisi fungsionalitas digital dari ROG Azoth X. Keyboard ini bukan sekadar alat ketik, melainkan sebuah perangkat cerdas yang bisa dipersonalisasi lewat perangkat lunak dan layar interaktifnya.

Asus Rog Azoth X Gamedaim Review 17
Pilihan kustomisasi layar oled di armoury crate

ASUS memberikan fleksibilitas dengan menyediakan dua opsi software. Bagi yang sudah “terjerumus” dalam ekosistem ROG, memiliki motherboard, GPU, hingga monitor dari merek yang sama, Armoury Crate adalah pilihan utama. Aplikasi ini menjadi pusat kendali untuk menyinkronkan seluruh perangkatmu.

Asus Rog Azoth X Gamedaim Review 16
Kustomisasi layar oled melalui gear link

Namun, jika hanya ingin melakukan pengujian singkat atau lebih suka aplikasi yang lebih ringan seperti Penulis, Gear Link yang berbasis web merupakan solusi terbaik. Perbedaan mencoloknya terletak pada kustomisasi layar OLED. Gear Link hanya mengizinkan penggunaan template yang sudah ada, sementara Armoury Crate memberikan kebebasan penuh bagi kamu untuk berkreasi sesuai keinginan.

Layar OLED: Jendela Informasi Kecil yang Interaktif

Asus Rog Azoth X Gamedaim Review 9
Layar mini di pojok kanan atas keyboard

Fitur yang paling mencuri perhatian pada Azoth X tentu saja layar OLED-nya. Ada empat mode utama yang bisa kamu gunakan:

  1. System Information: Menampilkan jam, tanggal, atau data statistik hardware seperti suhu CPU secara real-time.
  2. Music Mode: Memberikan visualisasi dari musik yang sedang kamu putar.
  3. Custom Banner: Menampilkan tulisan atau teks pilihanmu.
  4. Image & Animation: Mendukung format file JPEG, PNG, BMP, hingga GIF.

Penulis lebih menyarankan untuk menggunakan format GIF daripada gambar statis. Mengingat resolusi layarnya yang kecil, gambar atau foto biasa cenderung terlihat kurang halus dan garis-garisnya tampak patah. Animasi GIF justru memberikan tampilan yang lebih dinamis dan menyamarkan keterbatasan resolusi tersebut.

Skenario Pengujian: Mengandalkan Mode Kabel

Asus Rog Azoth X Gamedaim Review 5
Port kabel usb
Asus Rog Azoth X Gamedaim Review 4
Tombol switch mode konektivitas (Wired, Bluetooth, dan 2.4GHz).

Banyak orang mungkin penasaran dengan performa wireless dari keyboard ini. Namun, dalam pengujian kali ini, Penulis sepenuhnya menggunakan mode USB (kabel). Alasannya cukup teknis dan situasional, unit yang dipinjamkan oleh pihak ASUS tidak menyertakan dongle 2.4GHz di dalam paketnya.

Selain itu, Penulis juga tidak mencoba mode Bluetooth karena PC pribadi yang tidak memiliki kartu Wi-Fi/Bluetooth internal. Meski begitu, penggunaan kabel tetap menjadi pilihan paling stabil bagi para gamer kompetitif yang mengejar latensi terendah. Setidaknya, dalam mode kabel ini, performa ROG Azoth X terasa sangat responsif tanpa ada hambatan sama sekali.

Penulis sangat menyukai fitur speed tap pada ROG Azoth X karena sangat berguna ketika peeking atau melakukan entry menuju site saat bermain Valorant atau CS2. Fitur tersebut membantu pergerakan karakter/agent berjalan lebih mulus dibandingkan dengan keyboard pribadi Penulis yang terkadang karakter akan berhenti sesaat.

Hadirnya wrist rest berbahan dasar silikon juga sangat membantu dalam meningkatkan kenyamanan ketika menggunakan ROG Azoth X. Rasa pegal pada pergelangan tangan Penulis sangat jauh berkurang dan karena desainnya yang memiliki lubang juga membantu mengurangi rasa panas.

Bagi yang kurang menyukai pemakaian wrist rest, Penulis sudah mencoba dalam berbagai kondisi kaki atau stand keyboard ini, dan yang paling nyaman adalah posisi kedua. Pada posisi ketiga untuk pemakaian satu sampai dua jam pergelangan tangan terasa cukup pegal dan kalau diposisi yang pertama terasa sedikit sulit untuk menjangkau barisan tombol angka dan tombol fungsi.

Kesimpulan: Mewah, Nyaman, Namun Penuh Karakter

ROG Azoth X adalah bukti nyata bahwa keyboard pabrikan (pre-built) sudah mampu bersaing dengan kualitas keyboard kustom rakitan tangan. Kekuatan utamanya terletak pada sensasi mengetik yang sangat creamy berkat NX Switch Snow V2 dan sistem peredam berlapis yang sangat efektif menghilangkan suara bising yang tak diinginkan. Visualnya pun tak kalah memukau dengan layar OLED yang sangat personal dan kualitas build yang solid antara logam dan plastik bertekstur unik.

Tentu, ia tidak sempurna. Pendekatan keycaps Dye-Sub dengan pencahayaan samping dan belakang memberikan tantangan tersendiri bagi yang hobi mengetik di ruangan gelap karena efek bayangan yang menutupi huruf. Namun, ketahanan materialnya menjamin untuk pemakaian dalam jangka waktu yang lama.

ROG Azoth X cocok untuk Professional yang suka bermain game karena kenyamanan mengetik ribuan kata untuk bekerja, namun ingin performa responsif saat bermain game kompetitif di malam hari. Bagi yang baru bermain keyboard kustom, bersiaplah karena standar kalian berarti sudah cukup tinggi.

Informasi Ketersediaan

Review Summary

Keyboard ROG Azoth X sudah hadir di pasar Indonesia dan bisa dibeli melalui toko daring maupun luring, termasuk di ROG Exclusive Store. Jika mengecek toko orange, keyboard ini dijual dengan harga Rp4.689.000 baik untuk varian NX Switch Snow V2 atau Storm V2.

Criteria

Overall
78.8
out of 100
Average
79
across criteria
Best In
84
Design
Build Quality
76
Performance
81
Design
84
Features
72
Value
81
Pros
  • Kustomisasi layar OLED
  • Dua aplikasi yang tetap mendukung keyboard secara penuh..
  • Switch yang nyaman untuk penggunaan dengan durasi panjang.
Cons
  • Ketika di tempat gelap
  • bayangan akan sedikit menutupi keycaps.

Follow Gamedaim — everywhere

Stay updated wherever you scroll.

Lanjut baca

Asus Rog Keris Ii Ace Gamedaim Review 14
Review

Review ROG Keris II Ace: Teman Ergonomis untuk Gim Kompetitif

11 April 2026 Alfryan Irgie 6 mnt baca

Jika Anda mencari mouse yang ringan, akurat, dan sangat nyaman untuk sesi latihan berjam-jam, ROG Keris II Ace bisa masuk ke wishlist.

Baca selengkapnya