Berita Mobile

Kreator Monster Strike, Yoshiki Okamoto Mengaku Harus Meminta Dana dari Mantan Istrinya untuk Memulai Deluxe Games

“Saya pergi dan menundukkan kepala kepadanya. Dia benar-benar satu-satunya orang yang bisa saya mintai bantuan,” ujar Okamoto.

Yoshiki Okamoto Mengaku Harus Meminta Dana Dari Mantan Istrinya Untuk Deluxe Games
Komentar

Kreator Monster Strike, Yoshiki Okamoto, telah mengungkapkan bahwa ia harus meminta dana dari mantan instrinya untuk memulai Deluxe Games.

Informasi ini diungkapkan oleh Okamoto saat diwawancarai Denfaminicogamer (via Automaton). Jika kalian tertarik dengan kondisi di industri game, kalian bisa melihat artikel kami lainnya di sini.

Kreator Monster Strike, Yoshiki Okamoto Mengaku Harus Meminta Dana dari Mantan Istrinya untuk Memulai Deluxe Games

2 Februari 2026 – Berbicara dengan Denfaminicogamer, mantan veteran Konami dan Capcom, Yoshiki Okamoto, menceritakan bagaimana ia pulih dari utang sebesar 1,7 miliar yen (lebih dari 10,7 juta dolar AS) dan menciptakan Monster Strike.

Setelah perusahaan game indie-nya, Game Republic, bangkrut karena game-game mereka kurang sukses dan kesepakatan penerbitan yang gagal, Okamoto harus memecat 300 karyawannya dan posisinya membuat pemulihan tersebut menjadi sangat sulit.

“Saat itu, saya memiliki utang sebesar 1,7 miliar yen kepada bank,” ungkap Okamoto seperti yang diterjemahkan oleh Automaton.

“Bahkan jika saya ingin melakukan sesuatu yang baru, saya tidak bisa melakukannya sendiri. Tidak ada yang akan mendekati seorang kreator yang telah membuat perusahaan bangkrut dan menawarkannya pekerjaan.”

Karena bank tidak mau memberikan pinjaman kepadanya dan perusahaan game tidak mau memesan karya darinya, Okamoto secara teknis terputus dari industri game saat itu. Hal ini membuatnya tidak punya pilihan lain selain meminta bantuan mantan istrinya.

“Saya pergi dan menundukkan kepala kepadanya. Dia benar-benar satu-satunya orang yang bisa saya mintai bantuan,” ujar Okamoto.

Saat itu, Okamoto percaya bahwa game mobile akan segera menjadi hal besar berikutnya di industri game dan meminta mantan istrinya untuk membantunya mendirikan perusahaan game mobile.

Menurut Okamoto, mantan istrinya menyebutnya sebagai “suami yang tidak berguna”, tetapi tetap terkesan dengan proposal investasinya dan setuju untuk menyediakan modal untuk dua perusahaan kecil, 394 dan 395 (yang akan berganti nama menjadi Deluxe Games).

Menariknya, Okamoto hanyalah seorang karyawan, sementara mantan istri dan anak-anaknya adalah pemilik de facto dan pemegang saham utama dari kedua perusahaan tersebut.

394 menangani pekerjaan kontrak untuk Mixi (perusahaan yang nantinya akan menerbitkan Monster Strike) dan klien lainnya, dan hanya menghasilkan keuntungan marginal, sementara Deluxe Games pada awalnya hampir tidak memiliki pendapatan tetap.

Situasi menjadi lebih sulit ketika 394 melakukan pengurangan karyawan dan Okamoto sendiri diberhentikan.

“Mereka tidak menunjukkan belas kasihan seperti, ‘Dia mantan suami pemilik, jadi biarkan dia tetap bekerja,’” kata Okamoto sambil tertawa.

Sebelum itu terjadi, Okamoto sebenarnya telah mengajukan sebuah konsep game kepada Mixi. Dengan sebuah tim kecil yang terdiri dari mantan rekan kerja di Deluxe Games, Okamoto terus mengembangkan ide tersebut, yang pada akhirnya menjadi Monster Strike.

Okamoto mengungkapkan bahwa ia sangat yakin dengan game tersebut bahkan sejak awal, sedemikian rupa sehingga rekan-rekan kerjanya yang lain merasa ragu. Dasar keyakinannya adalah kepercayaannya bahwa adopsi smartphone yang luas dan konektivitas jaringan telah menciptakan kondisi yang sempurna untuk kesuksesan besar dalam genre tersebut.

Tidak seperti game berbayar yang mengharuskan pemain untuk mengeluarkan uang terlebih dahulu untuk membeli konsol atau PC agar dapat memainkan game, game mobile jauh lebih mudah diakses karena pada saat itu, memiliki smartphone sudah menjadi hal yang umum.

Menggunakan waralaba Monster Hunter sebagai referensi, Okamoto mendesain Monster Strike sedemikian rupa sehingga mendorong pemain untuk berkumpul dan bermain secara bersamaan. Ia juga memprediksi bahwa hal ini akan meningkatkan popularitas game tersebut.

Meskipun mengalami beberapa masalah server di awal (termasuk kritik terhadap kualitas grafis awal yang murah dan dikerjakan oleh third-party), Monster Strike langsung berkembang pesat dan berakhir menjadi game mobile terlaris nomor satu di seluruh dunia pada tahun 2018.

Sebelum peluncuran Monster Strike, Okamoto bahkan memprediksi game tersebut akan berada di peringkat nomor dua secara global.

Terlepas dari kesuksesannya, Okamoto tidak mengambil peran manajemen di Deluxe Games, karena ia bukan pemegang saham dan tidak memiliki wewenang untuk melakukannya. Selama sekitar dua tahun setelah Monster Strike diluncurkan, gaji bulanannya bahkan tetap antara 940 dan 1.890 dolar AS.

Gaji yang sederhana itu rupanya memang diinginkan Okamoto sendiri, karena ia merasa akan menjadi lengah dan kehilangan motivasi untuk membuat karya-karya sukses jika gajinya terlalu tinggi.

Okamoto sekarang bekerja sebagai produser game di Deluxe Games sekaligus mengelola saluran YouTube populer yang didedikasikan untuk game.

Monster Strike sudah tersedia di iOS dan Android.

Follow Gamedaim — everywhere

Stay updated wherever you scroll.

Lanjut baca

Dev. Wildgate, Moonshot Games Phk Beberapa Karyawan
Berita

Dev. Wildgate, Moonshot Games PHK Beberapa Karyawan

2 Februari 2026 Fransiskus Sukardi Ruata 2 mnt baca

Sebagai konteks, Dreamhaven adalah perusahaan induk Moonshot Games sekaligus penerbit Wildgate.

Baca selengkapnya