Atasi Masalah Blood Sensor di Versi Jepang, Ubisoft Rilis Patch Terbaru Assassin’s Creed Valhalla

in
Valhalla
Valhalla | Ubisoft

Assassin’s Creed Valhalla menjadi salah satu game milik Ubisoft yang sukses tahun ini. Bagaimana tidak, ACV berhasil memecahkan rekor penjualan dari seri Assassin’s Creed di minggu pertamanya. Sayangnya, Assassin’s Creed Valhalla tidak lepas dari permasalahan mengenai bug, salah satunya adalah Blood Sensor di versi Jepang.

Baru-baru ini, Ubisoft menyadari bahwa ada yang salah terhadap Assassin’s Creed Valhalla versi Jepang. Mengetahui hal tersebut, Ubisoft merilis sebuah patch terbaru.


Masalah Blood Sensor Assassin’s Creed Valhalla Selesai

Assassins Creed Valhalla
Assassins Creed Valhalla | Ubisoft

Awalnya, pemain menganggap bahwa Assassin’s Creed Valhalla versi Jepang hadir dengan sempurna. Namun, beberapa pemain tidak yakin apakah Sensor terhadap darah bekerja di game ini atau tidak. Data menunjukkan bahwa dalam menu opsi ACV versi Jepang, ada pengaturan bagi pemain untuk menghidupan atau mematikan Blood Setting.

Namun, pemain yang telah mencoba untuk mengaktifkan setting tersebut tetap tak bisa melihat darah ketika membunuh musuh. Nah, mereka pun baru sadar bahwa ini adalah sebuah bug yang membuat Blood Sensor tidak bekerja semestinya di Assassin’s Creed Valhalla.

Dalam forum milik Ubisoft, pemain membahas mengenai masalah ini dan berharap agar bisa selesai dalam waktu singkat. Dalam postingannya, Ubisoft mengakui bahwa itu merupakan bug dan saat ini tim sedang menyelesaikannya. Ubisoft juga meminta maaf kepada pemain karena masalah ini.

Sebelumnya, Ubisoft menjelaskan bahwa mereka sengaja memberikan opsi kepada pemain untuk menonaktifkan darah di game ini karena aturan pemerintah.


Assassin’s Creed Valhalla Sudah Kantongi Izin Edar di Jepang

Valhalla Jadi Seri Assassin's Creed Tersukses Sepanjang Masa!
Assassin’s Creed Valhalla | Ubisoft

CERO, perusahaan yang memberikan rating terhadap berbagai game di Jepang mengonfirmasi bahwa Assassin’s Creed Valhalla telah diizinkan beredar. Untuk itu, Ubisoft menyebut akan melakukan penyeledikan internal mengenai masalah tersebut.

Pihak developer juga mengerti bahwa ini adalah masalah yang cukup serius. Pasalnya, darah atau blood menjadi salah satu unsur yang paling penting di game ini. Tidak heran mengapa Ubisoft sampai harus meminta maaf.

Sekedar informasi saja, pemain yang memiliki Assassin’s Creed Valhalla versi Jepang harus menunggu sedikit lebih lama lagi untuk bisa menikmati Blood Sensor ini. Ubisoft berjanji masalah ini akan selesai sebelum tahun 2020 berakhir.


Berikan Nilaimu untuk konten ini