Tips

Console Wars di Indonesia. Persaingan Konsol di Tanah Air era ’80-an sampai 2000-an

Console Wars di indonesia – Sudah menjadi sebuah kewajaran kalau setiap perusahaan yang bergerak di bidang konsol video game harus bisa setidaknya menguasai pasar di suatu wilayah. Inilah yang disebut sebagai Console Wars. Console Wars sebenarnya adalah julukan media mainstream untuk menamai persaingan perusahaan konsol dalam menguasai pasar.

Console Wars sendiri sudah dimulai sejak tahun 1983, dimana saat itu era konsol rumahan sedang didominasi oleh persaingan Nintendo Famicom atau Nintendo Entertainment System melawan SEGA SG-1000. Persaingan ini terjadi di Amerika Utara, dimana wilayah itu memang menjadi kiblatnya pasar video game. Persaingan antara keduanya pun terus berlanjut hingga Generasi ke-4 saat Nintendo meluncurkan konsol SNES dan SEGA meluncurkan konsol Mega Drive atau Genesis.

Di Indonesia sendiri, persaingan antar konsol ini terbilang ramai dan bahkan lebih seru dibanding Console Wars di Amerika. Hal ini dikarenakan “peserta” Console Wars di Indonesia tidak hanya antara perusahaan besar, tapi juga produsen konsol tiruan atau KW. Selain itu, sukses atau tidaknya konsol di Indonesia juga memiliki parameter unik yaitu dari mudah atau tidaknya suatu game untuk dibajak.

Dalam artikel ini, Gamedaim akan membahas Console Wars di Indonesia, yang terjadi pada era ’80-an hingga 2000-an awal.

Console Wars di Indonesia

Nintendo Entertainment System vs Spica Entertainment Series

Nintendo entertainment system
Nintendo Entertainment System | via Ubuy

Console Wars di Indonesia dimulai dengan masuknya Nintendo Entertainment System atau NES pada tahun 80-an. Meskipun memiliki pesaing seperti SEGA Master System, ATARI 2600, dan PC Engine. Namun konsol-konsol itu hanya laris di Eropa dan Jepang, dan bahkan konsol PC Engine tidak pernah terdengar di Indonesia. Peredaran konsol pada era itu juga masih terbatas seperti TV berwarna yang memang masih sedikit dan harganya sangat mahal.

Tapi meskipun konsol Nintendo Entertainment System menjadi satu-satunya konsol yang beredar di Indonesia, bukan berarti konsol ini tidak memiliki pesaing. NES pada masa itu juga memiliki harga yang tinggi, begitu pula cartridge bajakannya, sedangkan ekonomi Indonesia pada masa itu masih serba terbatas. Perusahaan asal Taiwan yang melihat kesempata ini tentunya tidak tinggal diam. Mereka gerak cepat dan meluncurkan konsol bernama Spica Entertainment Series.

Spica entertainment series
Spica Entertainment Series | via Kaskus

Dari segi penampilan, Spica Entertainment Series sangatlah mirip dengan NES sehingga banyak orang yang mengira kalau konsol ini dan NES adalah konsol yang sama, tapi dengan penyebutan yang berbeda. Selain itu, konsol ini juga dijual dengan harga yang relatif murah dan mendapatkan aksesoris tambahan seperti kontroler berbentuk pistol layaknya Zapper pada NES.

Bahkan, setiap pembelian akan diberikan bonus cartridge bermacam-macam, seperti 10 in 1, 30 in 1, dan juga 100 in 1, yang pastinya isinya adalah game bajakan. Saking miripnya, orang-orang pada masa itu tidak menyadari kalau Spica adalah produk bajakan.

Super Nintendo Entertainment System vs SEGA Mega Drive

Super nintendo entertainment system
Super Nintendo Entertainment System | via Nintendo Life

Babak selanjutnya dari Consol Wars di Indonesia adalah persaingan antara Super Nintendo Entertainment System melawan SEGA Mega Drive. Menurut Mrs. Retro yang sudah nonton film dokumenter Console Wars (2020), Console Wars di Indonesia pada babak ini adalah babak yang paling seru. Ini adalah masa dimana SEGA dan Nintendo saling melempar ejekan dan sindiran sekaligus meluncurkan apa yang tidak dimiliki konsol satu sama lain.

Dimulai dari SEGA Mega Drive yang dibekali dengan game Sonic the Hedgehog yang menunjukkan bahwa SEGA bisa membuat permainan berkecepatan tinggi sehingga membuat SNES terasa lambat. Hal ini kemudian dibalas oleh Nintendo dengan mengadakan kontrak bersama Street Fighter II selama beberapa tahun lebih awal, lalu dibalas lagi oleh SEGA dengan meluncurkan game Mortal Kombat yang sadis, penuh darah, dan tanpa sensor.

Sega mega drive
SEGA Mega Drive | via Wikimedia Common

Nintendo kemudian membalas lagi dengan meluncurkan game Donkey Kong Country yang menampilkan grafis setara 32 bit tanpa harus menggunakan perangkat tambahan. Ini merupakan sindiran untuk SEGA CD dan SEGA 32X. Hal seperti inilah yang membuat Console Wars di Indonesia pada babak ini menjadi sangat seru dan panas. Tidak seperti Console Wars di era sekarang yang berkompetisi dari segi grafis, Console Wars di era dulu lebih berfokus pada kelebihan konsol masing-masing.

SEGA Saturn vs Sony PlayStation

Sony dsc
SEGA Saturn | via Wiki

Beralih ke babak selanjutnya, Console Wars di Indonesia pada babak ini adalah persaingan antara SEGA Saturn melawan Sony PlayStation. Di babak ini, persaingan sengit terjadi antara SEGA yang sudah memiliki basis di industri konsol game sebelumnya, melawan Sony yang masih jadi newbie dalam industri ini.

Sony benar-benar mengembangkan konsol ini sendiri karena kerjasama yang diajukan kepada SEGA ditolak karena Sony dianggap terlalu awam dalam industri video game. Sementara kerjasama dengan Nintendo, dibatalkan karena Nintendo mencium adanya monopoli yang akan dilakukan oleh Sony. Pembatalan kerjasama Nintendo dan Sony ini pernah kami bahas dalam artikel Nintendo PlayStation.

Sony playstation
Sony PlayStation | via Pinterest

Di era ini, Console Wars di Indonesia tidak menyertakan Nintendo karena Nintendo 64 sendiri baru diluncurkan pada 1996, sementara SEGA Saturn dan Sony PlayStation sudah lebih dulu meluncur pada tahun 1994. Sayangnya, Console Wars di era ini tidak se-seru era sebelumnya, karena kemenangan untuk Sony PlayStation sudah ditentukan dari jumlah game yang lebih bervariasi dan juga mulai menjamurnya rental PS1.

Ini juga membuat PlayStation menang telak dari SEGA Saturn dan Nintendo 64 di pasar Indonesia dikarenakan game dari konsol ini sudah menggunakan CD dan juga mudah dibajak. Selain itu, harga bajakan dari game PS1 juga lebih murah dibanding Dreamcast dan N64.

Sony PlayStation 2 vs Personal Computer

Sony dsc
Sony PlayStation 2 | via Wiki

Babak terakhir dari Console Wars di Indonesia yang kita bahas adalah persaingan antara Sony PlayStation 2 melawan PC. Memang babak ini tidak bisa disebut sebagai Console Wars kalau kita nilai secara jenis. Tapi mengingat SEGA Dreamcast dan Nintendo GameCube tidak memiliki fitur yang setara dengan PS2, jadinya kami sandingkan dengan PC yang saat itu juga sedang booming di era 2000-an awal.

Konsol yang memiliki umur paling lama buatan Sony ini dari awal peluncuran sudah memiliki basis penggemar di tanah air berkat kesuksesan dari PS1. Ini menjadi sebuah handycap bagi Sony untuk menarik minat pasar Indonesia dan Internasional. Namun, bukan berarti Personal Computer atau PC tidak punya celah. Terbukti dengan mulai menjamurnya warnet dan membuat kaum gamer tanah air terpecah menjadi kubu konsol dan PC.

Personal computer era 2000
Personal Computer era 2000 | via 32megabytes

Seiring dengan berkembangnya internet, PC juga ikut menjadi tren pada masa itu, meskipun harganya masih relatif mahal. Tapi itu harga yang sepadan dengan fitur yang ditawarkan dalam PC dan juga jumlah game yang bisa dimainkan secara online, seperti Counter Strike dan juga game MMORPG terkenal Ragnarok Online.

Meskipun begitu, tetap saja PS2 menjadi konsol terfavorit masyarakat karena menyediakan banyak judul game. Orang-orang pastinya akan memilih untuk membeli PS2 karena banyaknya game yang bisa dimainkan dan juga fitur multiplayer online pada masa itu masih belum jadi tren.

Itu tadi adalah Console Wars di Indonesia yang berhasil Gamedaim rangkum dalam artikel kali ini. Kalian masuk kubu mana?

What's your reaction?

Related Posts

Leave Comment