Review Little Nightmares 2, Berpacu Dengan Jantung

in
Review Little Nightmares 2, Berpacu Dengan Jantung | Bandai namco
Review Little Nightmares 2, Berpacu Dengan Jantung | Bandai namco

Seperti yang sudah tahu, Bandai memang sudah jagonya membuat game Platformer. Tak terkecuali dengan game mereka yang satu ini. Meskipun bukan termasuk andalan Bandai, tetapi game ini sudah cukup populer terutama bagi player game Horror dan Puzzle. Benar saja, meskipun bukan pertama kaliannya mengerjakan game Horror, Little Nightmares bisa menawarkan hal lain yang berbeda namun tetap menarik. Berikut adalah Review sederhana kami soal Little Nightmares 2 ini.

Little Nightmares adalah game hasil karya Developer bernama Tarsier Studios. Game ini akhirnya rilis karena hasil terbitan dari Bandai Namco. Sebenarnya mereka ini berfokus pada mekanik Puzzle, dan jika kalian pernah memainkan game seperti Limbo, Inside, dan Trine pastinya sudah tidak asing lagi. Memang tidak banyak yang memiliki perbedaan, namun tentu saja ada hal-hal khusus yang game ini tawarkan dan tidak ada pada game lainnya mulai dari Tema, Cerita, hingga Combat yang hadir.

Jika kalian pernah memainkan seri pertama dari game Little Nightmares, tentu saja kalian sudah tahu dengan apa yang mereka tawarkan. Yap, game ini memiliki elemen Puzzle dengan Artstyle yang unik dan cukup Dark. Jadi meskipun memiliki Art-Style layaknya film Animasi, game ini tetap memberikan Atmospheric yang seram dan menegangkan. Berikut adalah Review saya dalam memainkan game Horror menegangkan lengkap dengan Puzzle yang memutar otak kita.

Pembawaan Story Lewat Visual Tanpa Dialog

Pembawaan Story Lewat Visual Tanpa Dialog | Bandai
Pembawaan Story Lewat Visual Tanpa Dialog | Bandai

Masih melanjutkan kisah petualangan Six dalam mencari jalan keluar. Kini Tarsier Studios harus berfikir ulang dalam merangkai cerita seri kedua game ini. Karena setiap karakter game tidak memiliki Dialog, maka kita sebagai player harus mencari sendiri apa sebenarnya yang terjadi. Hal ini faktanya sangat menyenangkan untuk kita lakukan, mengingat setiap Visual, Level Design dan Skenario membuat setiap sudut ruangan menjadi sangat hidup tanpa harus memiliki Dialog panjang.

Sang karakter utama bernama Six kini bertemu dengan teman baru bernama Mono. Hal ini tentu membuat struktur cerita jadi berubah sedemikian rupa karena memiliki 2 karakter utama sekaligus. Mereka berdua akhirnya bekerja sama untuk mencari jalan keluar dari tempat mengerikan ini. Namun tentu saja ada rintangan yang sudah menanti-nantikan mereka berdua. Rintangan tersebut akan menjadi faktor utama yang membuat kedua seri Little Nightmares semakin menyenangkan.

Jika sebelumnya kita sudah keluar dari Kapal The Maw, kini kita akan terjebak kembali pada sebuah kota yang tak kalah menegangkan bernama Pale City. Cerita pada game ini sengaja mereka buat agar kita sangat penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Belum lagi seri kedua ini menawarkan Ending yang membuat kita semakin penasaran serta kehadiran Secret Ending yang menambah Plot Twist. Mencobanya sendiri adalah cara sempurna dalam memberikan pengalaman cerita.

Review Gameplay dan AI Little Nightmares 2

Review Gameplay dan AI Little Nightmares 2 | Bandai
Review Gameplay dan AI Little Nightmares 2 | Bandai

Pertama saya kira Six dan Mono dapat kita gunakan secara transisi layaknya game Batman Arkham series. Yang terjadi sebenarnya ternyata tidak begitu. Mono akan kita gerakan layaknya sang karakter utama pada game ini, sedangkan Six sendiri hanya akan dikendalikan oleh AI. Sejauh ini saya tidak pernah mengalami masalah dengan AI yang mengendalikan Six dalam permainan. Malahan Six sendirilah yang bahkan membantu saya jika berada dalam kesulitan.

Karena game ini berfokus pada Puzzle, memang terkadang ada saatnya kita akan terjebak dan kebingungan di tengah jalan. Six sendiri akan menunjukan jarinya ke beberapa Objek untuk membantu kita memecahkan Puzzle tersebut. Terkadang ada beberapa Puzzle yang memerlukan kerja sama 2 orang sekaligus, dan Six secara sukarela akan membantu kita setiap saat. Sayangnya kesempatan pada kehadiran 2 karakter ini tidak mereka manfaatkan sebagai game Co-Op Multiplayer.

Meskipun kita memiliki 2 karakter utama, faktanya Mono adalah karakter yang paling ditonjolkan pada seri kedua game ini. Hal ini mereka buktikan langsung dengan penambahan fitur Equipment Item layaknya Weapon untuk Mono. Sedangkan Six sendiri hanyalah karakter yang akan membantu kita sebagai pemecah puzzle saja. Karena kehadiran Weapon, tentu kita pastinya mendapatkan mekanik baru berupa Combat. Namun untuk menggunakannya perlu trik khusus.

Mono akan meggunakan palu berukuran besar untuk mengalahkan msusuh-musuh yang memiliki ukuran yang sama. Demi memberikan Immersi, Mono akan sulit menggunakan palu tersebut karena tubuhnya yang kecil. Palu yang kita gunakan cukup besar dan berat, maka Mono akan sulit menyeimbangkan tubuh ketika menyerang. Sepertinya combat pada game ini sendiri juga memberikan elemen ketepatan dalam kita mengoperasikan senjata milik sang karakter.

Level Design yang Bikin Merinding dan Memorable

Terus terang saja, seri kedua pada game ini memang tidak memiliki banyak perubahan Gameplay dari yang sebelumnya. Namun yang membuatnya cukup berbeda tentu saja adalah level Design yang lebih Variatif. Kalian sebagai player akan berinteraksi dengan setiap Objek yang ada pada Level game ini. Nantinya Objek tersebut akan terbentuk sebagai teka-teki tanpa kita sadari. Jika kalian sudah mengerti struktur dari puzzle-nya maka jalan keluar akan terbuka.

Level Design yang Bikin Merinding dan Memorable | Bandai
Level Design yang Bikin Merinding dan Memorable | Bandai

Simpel? Faktanya tidak. Terkadang ada rintangan tambahan yang cukup mematikan dalam Puzzle Level yang mereka tawarkan. Jika kalian salah mengambil keputusan maka karakter kalian tentu saja akan berakhir mengenaskan. Terkadang pada level tertentu yang mana kita harus melakukan Stealth sambil memecahkan puzzle dengan cermat. Bahkan ada juga Level yang mana kita harus lari dari kejaran musuh dan mengambil keputusan yang tepat. Hal inilah yang membuat Jantung kita berpacu.

Setiap level akan memberikan Memori tersendiri, mulai dari Atmosphere, objek, hingga sang Monster. Belum lagi tantangan yang mereka hadirkan akan sangat berbeda dan terasa tidak Repetitive. Jujur saja, soal Level Design game ini saya anggap cukup sempurna lengkap dengan penataan benda agar terlihat Sinematografi. Saya rasa pada seri kedua ini mereka memang berfokus pada setiap level Design dan memberikan Atmosphere tambahan agar lebih mengerikan dan Ikonik.

Kesimpulan

Dari semua pujian yang saya berikan di atas tentu saja mempunyai sebab. Little Nightmares 2 menurut saya adalah sequel yang cukup sempurna dan tentunya sangat saya sarankan bagi kalian para pecinta Puzzle dan Horror. Cara Tarsier Studios melakukan eksekusi pun terbilang cukup hebat. Mereka berhasil menggabungkan Gameplay Puzzle dengan Atmosphere mengerikan dengan sentuhan Design Level yang sangat memorable dan memiliki kesan tersendiri.

Belum lagi kehadiran 2 karakter pada game ini membuat cerita pada game tersebut cukup emosional dan personal. Kita sebagai player jadi punya seseorang yang perlu kita jaga dan lindungi saat larut dalam permainan. Namun sayangnya hal ini tidak mereka manfaatkan sebagai momen sempurna dalam mengangkat mode Multiplayer Co-Op. Meskipun begitu, dengan adanya AI yang sangat berguna dan cerita yang terstruktur membuat kita lupa bahwa sebenarnya kita sedang bermain Single Player.

Saya rasa itu saja yang bisa saya sampaikan pada Review Little Nightmares 2. Dari semua hal positif yang saya berikan tentu membuktikan bahwa game ini telah mereka garap dengan maksimal. Jika kalian tertarik, Little Nightmares 2 dapat kalian mainkan pada platform PC, PS4, Nintendo Switch, Xbox One, Ps5, dan Xbox Series. Bagi kalian pengguna PC, kalian dapat membeli game ini melalui platform Digital Steam Store. Bagaimana menurut kalian, apakah kalian siap berpetualang di pulau Pale City?

Berikan Nilaimu untuk konten ini