Setelah cukup lama dinanti, Once Human akhirnya membuka akses bagi para pemain untuk merasakan dunia pasca-apokaliptik yang aneh, liar, dan penuh misteri.
Game survival MMO buatan NetEase ini langsung mencuri perhatian berkat atmosfer horor sci-fi yang kental, mekanisme gameplay yang kompleks, serta visual yang memanjakan mata.
Di tengah maraknya game survival generik, Once Human hadir dengan identitas unik—mencampurkan aksi, eksplorasi, dan kekuatan supernatural dalam satu paket yang menjanjikan.
Dalam artikel ini, Penulis akan membagikan kesan pertama setelah menjelajahi dunia aneh dan berbahaya yang ditawarkan Once Human.
Overview Once Human
Once Human sebelumnya tersedia secara eksklusif untuk platform PC melalui Steam,namun untuk sekarang sudah tersedia untuk perangkat mobile, seperti iOS dan Android.
Game ini dirancang dengan performa tinggi untuk memaksimalkan tampilan visualnya yang sinematik, serta mendukung pengalaman bermain kooperatif maupun solo.
Hingga saat artikel ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi mengenai tanggal pasti perilisan versi konsol.
Secara garis besar, Once Human berada di persimpangan beberapa genre:
- Survival Horror
- Open-world MMO
- Third-person Shooter
- Post-apocalyptic Sci-fi
Game ini mengambil latar dunia yang telah berubah secara drastis akibat zat misterius bernama “Stardust”, yang mengubah flora, fauna, dan bahkan manusia menjadi makhluk-makhluk aneh. Pemain berperan sebagai “Metahuman” yang memiliki kekuatan untuk bertahan dan melawan berbagai ancaman yang muncul dari dunia yang telah rusak ini.
Pemain akan menjelajahi dunia yang terbuka secara luas dengan dinamika siang dan malam, cuaca, serta ekosistem yang hidup. Game ini memadukan unsur eksplorasi, pertempuran melawan makhluk terinfeksi dan pemain lain (PvE dan PvP), pembangunan markas, serta kerjasama dalam tim.
Beberapa fitur utama:
- Crafting dan Base Building
- PvP dan PvE Events
- Vehicle Combat
- Progression System untuk karakter dan equipment
NetEase Games merupakan salah satu developer dan publisher terbesar di dunia yang dikenal melalui berbagai judul seperti Identity V, LifeAfter, hingga kolaborasi dengan Blizzard untuk pasar Tiongkok. Dengan Once Human, NetEase mencoba memperluas jangkauan mereka ke pasar global melalui game PC berstandar internasional yang kompetitif.
Proyek ini menunjukkan ambisi NetEase untuk bersaing langsung dengan judul-judul AAA dari Barat dalam genre survival dan MMO, serta membuktikan bahwa mereka mampu menciptakan dunia yang mendalam dengan kualitas produksi tinggi.
Kesan Pertama Bermain Once Human
Penulis bermain Once Human menggunakan PC dengan emulator Android karena smartphone yang termasuk dalam daftar tidak diperbolehkan memainkan game Once Human versi mobile.
Berikut adalah spesifikasi PC yang Penulis gunakan untuk bermain Once Human:
- Prosesor : Ryzen 5 5600
- GPU : RTX 3060 12GB
- RAM : DDR4 16GB 3600 Mhz
- Storage : SSD NVMe gen 3 2TB
- OS : Windows 11 Pro 24H2.
Dengan spesifikasi tersebut, Penulis bisa memainkan game ini menggunakan setting grafis high stabil di 120 fps.
Bagi kalian yang ingin memainkan versi mobile, kalian membutuhkan spesifikasi yang cukup tinggi. Berikut adalah spesifikasi untuk mobile dari website resmi Once Human:
| Android | iOS | |||
| Minimum | Rekomendasi | Minimum | Rekomendasi | |
| Prosesor/Device | Snapdragon 855/Dimensity 7200/Kirin 8000 | Snapdragon 8+ gen 1/Dimensity 9000 | iPhone 11/iPad Pro 2018 | iPhone 14/iPad Air 5 |
| RAM | 6GB | 8GB | 4GB | 6GB |
| OS | Android 9.0 | Android 9.0 | iOS 12 | iOS 14 |
| Penyimpanan | 20GB | 20GB | 20GB | 20GB |
Selain spesifikasi smartphone, kalian juga harus memperhatikan daftar smartphone yang diperbolehkan untuk bermain. Jika device termasuk dalam daftar tersebut, maka Once Human tidak akan bisa berjalan meskipun spesifikasi memenuhi.
Untuk grafik Once Human cukup baik meskipun ada sedikit detail yang kurang, seperti sebuah batu terletak di dalam tebik namun masih bisa ditambang. Selain itu, warna dari tembaga hampir tidak ada bedanya dengan emas, sehingga Penulis seringkali tertipu.
User Interface dalam game ini sama seperti game survival lainnya, banyak dan cukup padat. Tidak sulit untuk menavigasikannya dengan keyboard, namun ada beberapa hal yang membuat Penulis bingung.

Salah satunya adalah ketika ingin berpindah mode harus melakukan registrasi ulang terlebih dahulu, tidak langsung bermain. Ternyata, hal seperti ini sudah ada sejak Once Human masih dalam tahap early acces.
Setelah registrasi dan masuk ke server yang berbeda mode, kalian harus mengingat nama server kalian karena tidak ada petunjuk sama sekali terkait server mana yang telah kalian mainkan.
Penulis merasa registrasi ulang ketika berpindah mode harus diganti untuk memudahkan pemain baru nantinya
Untuk musik dan sound effect ketika bertarung sudah sangat baik, Penulis bisa membedakan ketika ada musuh yang mendeteksi karakter atau tidak ada. Suara tembakan, pohon terjatuh setelah ditebang, hingga gerakan hewan terdengar seperti di dunia nyata dan tidak jarang membuat Penulis Kaget.
Penulis hanya sedikit terganggu karena karakter yang digunakan tidak bisa berbicara ketika berinteraksi dengan NPC hanya menampilkan gesture gerakan sehingga terlihat aneh bagi Penulis.
Mekanik dalam Once Human
Setelah kalian memilih server, mode permainan (scenario), dan membuat karakter, terdapat satu pilihan lagi, yaitu Task Mode.

Task Mode merupakan tingkat kesulitan, jika memilih simplified berarti kalian tinggal bermain saja, sedangkan complete berarti permainan akan dimulai dari awal dan karakter kalian tidak memiliki apapun.
Progression dalam game ini menggunakan sesuatu bernama Memetic yang berfungsi untuk meningkatkan berbagai macam hal, termasuk untuk mendapatkan bagian bangunan baru, kemampuan memasak, serta crafting hal-hal baru lainnya.

Selain memanfaatkan Memetics, Penulis juga harus cukup rajin bermain – tipikal game survival – untuk bisa mendapatkan berbagai macam blueprint senjata. Menariknya, semua resource dalam game ini akan terus ada tanpa perlu menunggu. Misalnya Penulis menambang tembaga, lalu melanjutkan perjalanan sejauh ± 1 KM, dan ketika kembali tembaga itu sudah ada lagi.
Resource tidak hanya ada di tempat yang datar, namun juga di tebing yang curam. Penulis bisa memanjat sebuah tebing yang ada dalam game Once Human, namun akan sedikit sulit jika terdapat tumpukan batu.
Once Human menggunakan perspektif orang ketiga sehingga Penulis bisa mendapatkan jarak pandang yang cukup jauh dan luas, sehingga musuh bisa terlihat dengan baik.
Elemen pertarungan dalam game ini tidak hanya bergantung pada senjata, namun juga memanfaatkan kondisi alam. Seperti, Penulis bisa menghindari beberapa monster dengan cara naik ke atas sebuah kontainer atau mencari tempat tinggi bagi yang menggunakan senjata runduk.
Sebagai sosok Meta-human, karakter Penulis juga bisa menggunakan beberapa skill, salah satunya adalah Stardust Blast. Skill tersebut cukup sering Penulis pakai ketika dalam posisi terpojok karena efeknya yang luas dan bisa menjangkau banyak monster sekaligus.

Once Human memberikan kalian kebebasan untuk memilih role, Penulis sendiri lebih tertarik menjadi Chef karena kemudahan untuk membuat makanan yang juga menjadi faktor penting dalam game ini.

Fitur unik yang membedakan Once Human dengan game bertema survival lainnya, terutama segmen mobile, adalah adanya alur cerita yang dibuat oleh NetEase sehingga menjadikan game ini tidak monoton.
Elemen surprise juga disediakan oleh Developer untuk Once Human dengan monster yang bisa tiba-tiba muncul di dekat posisi karakter.

Kurang menarik rasanya jika game bertema survival tidak memiliki opsi untuk membuat bangunan. Dalam Once Human, para Pemain bisa membuat bangunan sendiri dengan cara mengumpulkan resource yang ada.

Pemain bebas menentukan letak bangunan, jumlah lantai, posisi bangunan, bahkan arah bangunan. Satu-satunya batasan ketika membangun adalah teritori rumah milik player lain.
Once Human sudah mendukung berbagai macam bahasa, termasuk Bahasa Indonesia di antarmuka (UI) dan takarir. Untuk dialog hanya tersedia dalam Bahasa Inggris dan Mandarin (simplified).
Potensi yang Menjanjikan
Game ini memiliki potensi besar berkat visual berkualitas tinggi, gameplay fleksibel, serta sistem open-world yang mendalam. Pemain dapat memilih berbagai peran (DPS, Tank, Support, dll) dengan sistem build yang bebas dan beragam. Selain itu, fitur seperti crafting, base building, dan guild war menambah kedalaman permainan.

Dukungan bahasa yang luas—termasuk Bahasa Indonesia—serta kehadiran komunitas aktif di Discord dan Reddit menunjukkan bahwa Once Human bisa membangun basis pemain yang kuat secara global. Sistem sosial dalam game (guild, event, resource war) juga mendorong interaksi dan kolaborasi antar pemain.

Bagi penggemar game survival, MMO, atau post-apocalyptic horror, Once Human sangat layak untuk ditunggu. Selain karena gratis untuk dimainkan, game ini menawarkan pengalaman yang segar dalam genre yang sudah lama tidak mengalami inovasi besar.
Kesimpulan
Once Human sangat layak untuk ditunggu terutama bagi kamu yang suka game survival modern dengan nuansa misteri, eksplorasi, dan gameplay sosial. Potensinya untuk membangun komunitas yang besar dan aktif cukup tinggi, apalagi jika developer terus menjaga komunikasi terbuka, merilis konten secara rutin, dan menjaga keseimbangan gameplay.
Game ini bisa Penulis rekomendasikan bagi penggemar genre MMO, Survival, post-apocalyptic horror yang berusia di atas 17 tahun karena tindak kekerasan.

Bales ke