ReviewHardwarePeripheral

Review ASUS ROG Harpe Ace Aim Lab Edition: Khusus Pro Player!

Selain mousepad, ASUS ROG juga memperkenalkan mouse gaming hasil kolaborasi dengan Aim Lab, yakni Harpe Ace Aim Lab Edition yang berbobot sangat ringan.

Aim Lab dikenal sebagai software untuk berlatih akurasi dalam bermain gim. Ketika ASUS ROG yang merupakan brand lini gaming terkenal bekerja sama dengan software yang memang terkenal di kalangan para gamer, kedua pihak saling bersinergi demi menciptakan produk yang terbaik. Di CES 2023, kolaborasi kedua brand bukan hanya menghadirkan mouse saja, tetapi juga mousepad yang bisa kalian baca review nya di sini.

Tidak dapat dipungkiri, kecakapan fitur yang dimiliki sebuah mouse sebagai alat bantu pergerak kursor menjadi dominan dalam penentu kelancaran jalannya permainan, terutama gim shooter yang berintensitas tinggi seperti Apex Legends. Mouse gaming—seperti namanya—merupakan mouse yang memang didesain sedemikian rupa untuk mendukung gamer agar mendapatkan performa maksimal.

Hadir sebagai mouse gaming kelas atas, spesifikasi yang ditawarkan ASUS ROG dalam produk mereka kali ini memang mempresentasikan harga yang diperkenalkan. Meski begitu, apakah memang mouse gaming ini cocok untuk preferensi kalian?

Simak review ASUS ROG Harpe Ace Aim Lab Edition berikut ini.

Unboxing

Asus rog harpe ace aim lab edition gamedaim review 08
Box depan
Asus rog harpe ace aim lab edition gamedaim review 07
Box belakang
Asus rog harpe ace aim lab edition gamedaim review 06
Box samping

Warna hitam dan merah khas ROG terimplementasikan dengan baik di box Harpe Ace Aim Lab Edition (selanjutnya akan disebut sebagai ‘Harpe Ace’) ini. Solidnya material box lebih bisa menahan bobot box lain di atasnya ketika ditumpuk. Dari segi visual, ROG sepertinya sangat ingin menginformasikan segala hal mengenai mouse dikarenakan padatnya teks yang menggambarkan produk.

Visual depan box memperlihatkan logo kedua brand, produk, dan juga logo. Sedangkan bagian belakang sangat ramai dan padat karena menjelaskan fitur mouse, demo konfigurasi software Aim Lab, dan spesifikasi teknis mouse.

Asus rog harpe ace aim lab edition gamedaim review 09
Box isi
Asus rog harpe ace aim lab edition gamedaim review 05
Sticker
Asus rog harpe ace aim lab edition gamedaim review 04
Mouse pouch bag

Isi konten yang ada di dalam box, antara lain:

  • Mouse ASUS ROG Harpe Ace Aim Lab Edition
  • USB dongle wireless receiver
  • USB dongle extender
  • Kabel USB ROG paracord 2m
  • Set sticker ROG x Aim Lab
  • Set grip tape
  • Set PTFE mouse feet (3x)
  • Pouch bag
  • Kartu ucapan
  • Kartu garansi
  • Buku manual

ROG benar-benar menyediakan segala tambahan yang mungkin dibutuhkan gamer untuk mendorong secara maksimal penggunaan dari mouse ini melalui penambahan grip tape hingga PTFE mouse feet. Kehadiran USB dongle extender pun akan sangat berguna untuk menarik kabel paracord mouse, sehingga meminimalisir delay ketika dalam keadaaan wireless.

Bentuk Landai yang Ergonomis

Asus rog harpe ace aim lab edition gamedaim review 11
Mouse

ASUS ROG sudah sangat kompeten dan memiliki pengalaman yang melimpah menyoal produk gaming dengan kehadiran segala fitur pendukungnya. Melalui ROG Harpe Ace ini, sentuhan Aim Lab pun juga ditonjolkan melalui beberapa titik, seperti penggunaan warna side button dan logo di bagian kiri yang dibuat samar-samar.

Dari sekian banyak mouse gaming yang telah Gamedaim bahas, produk kolaborasi satu ini menjadi yang paling ringan secara bobot. Berat total di 54g mouse sangat mempermudah Penulis untuk mengambil posisi dan menyesuaikan akurasi ketika bermain gim. Bahkan karena terlalu ringan, rasa ketika menggeser mouse itu layaknya mendorong sebuah plastik bening yang tidak perlu tenaga berlebih.

Meski ringan, build quality yang membentuk mouse ini sangat solid meski terbuat dari plastik. Seluruh permukaan mouse dibuat halus berkapur, sehingga grip bisa lebih cakap mengendalikan mouse tanpa terpeleset sedikitpun. Hal tersebut juga didukung garis-garis di sisi kanan maupun kiri mouse. Jadi ketika tangan memegang mouse, ibu jari dan jari manis mendapatkan cekraman lebih kuat.

Mouse gaming kolaborasi ini cenderung lebih panjang dibandingkan kompetitor beratnya yang saat ini juga menjadi daily driver Penulis, yakni Logitech G Superlight. Berukuran panjang 12.7 cm, lebar 6.3 cm, dan ketebalan di 3.9 cm, ukuran mouse sangat landai dan sisi depan terlihat layaknya perosotan yang terjun bebas ke bawah meski cukup tebal.

Bentuk mouse yang ergonomis dan ambidextrous—meski tanpa side button di bagian kanan—seperti ini sangat sempurna sebagai wadah untuk jari-jemari dalam menggunakan tombol right & left yang juga memiliki permukaan halus berkapur. Pergerakan mouse pun semakin dipermudah dengan adanya mouse feet di 5 titik pada bagian alas mouse. Benda putih yang menempel di alas mouse tersebut membantu gesekan mouse lebih lancar, namun tidak semakin licin dan justru tetap terkontrol dengan baik oleh tangan.

Seluruh bagian telapak tangan Penulis bisa dengan cermat menyentuh semua bagian body mouse, sehingga bisa merasakan dan mengendalikan mouse secara persentase maksimal tanpa perlu khawatir terlepas dari cengkraman, meski dalam kondisi tangan berminyak. Namun karena tangan Penulis cenderung lebih panjang, gaya claw grip lebih cocok ketimbang palm grip maupun fingertip grip karena posisi telapak tangan yang masuk ke semua bagian body mouse, dan posisi jari yang ditekuk lebih memberikan kenyamanan dan kesiapan untuk gaming fast-paced.

Dalam segi pencahayaan LED, ROG Harpe Ace hanya berada di 1 titik, yakni di tombol scroll saja. Sedangkan logo mata ROG di body belakang mouse hanya sebagai hiasan untuk menekankan branding pada produk satu ini.

Tombol Terbaik

Asus rog harpe ace aim lab edition gamedaim review 17
Mouse sisi atas

Dari sekian banyak mouse gaming yang pernah Penulis coba, sepertinya mouse kolaborasi ROG dan Aim Lab satu ini menjadi yang terbaik dari segi kenyamanan ketika memencet tombol.

Tombol utama, yakni kanan dan kiri ini menggunakan ROG Micro switch yang diklaim mampu bertahan hingga 70 juta klik—estimasi bisa dipakai hingga 5 tahun lebih. Kemampuan ROG Micro sebagai switch, baik dari sisi suara maupun kenyamanan, sangat capable untuk memberikan performa di puncaknya. Hal tersebut dikarenakan, pertama, suara yang dihasilkan memang audible, namun tetap satisfying di telinga. Kedua, switch ROG Micro ini sangat enteng dan effortless bagi jari untuk memberikan tekanan agar tombol menyentuh switch.

Feedback yang diberikan switch tombol sangat cepat untuk kembali ke posisi semula, sehingga jari pun dengan sangat mudah menekan kembali tombol dan dalam intensitas yang tinggi. Untuk para gamer clicker, tombol mouse ini sangat cakap untuk mendukung aktivitas tersebut karena terasa sangat ringan untuk ditekan.

Bukan hanya dua tombol utama, namun tombol scroll dan side button pun memiliki karakteristik yang hampir serupa.

Tombol scroll ini mengeluarkan suara yang cenderung adem dan tidak begitu nyaring. Ketika dipencet pun juga enteng, jadi jari sangat mampu untuk memberi tekanan dengan cepat. Selain itu, pemutaran scroll hampir tidak menimbulkan suara sama sekali (jika diputar secara perlahan), dan bisa dengan tepat serta presisi menentukan ketepatan scrolling di layar komputer.

Beralih ke dua tombol di sisi kiri mouse, kedua tombol yang mengambil tema warna khas Aim Lab—yakni turqoise—secara feel pemencetan juga mirip dengan dua tombol utama mouse. Kedua tombol samping ini sangat ringan untuk dipencet dan feedback yang diberikan pun juga mendukung intensitas tinggi.

Semua tombol di mouse ROG Harpe Ace ini tidak memiliki hambatan sedikit pun demi mendukung aktivitas berintensitas tinggi—seperti gaming kompetitif—dan justru menawarkan feel yang lebih smooth dari mouse sekelas Logitech G Superlight. Namun, tombol left & right tetap menimbulkan suara yang cukup bising, sehingga ketika dipakai di tempat umum seperti perpustakaan akan cukup mengganggu pengujung sekitar. Dalam kondisi tersebut, mouse akan lebih baik digunakan di dalam ruangan ketika sendiri saja, seperti di kamar pribadi.

Sensor Kelas Atas

Asus rog harpe ace aim lab edition gamedaim review 12
Alas

Bukan ROG namanya yang tidak memberikan fitur terbaik untuk produknya. Bukan hanya itu, mouse ini pun mendapatkan sentuhan dari Aim Lab yang diharapkan memberikan kelebihan untuk aktivitsa gaming.

Mouse kolaborasi ini mengusung sensor ROG Aimpoint Optical Sensor yang mampu menyentuh hingga 36.000 DPI. Bukan hanya monitor beresolusi 4K, bahkan resolusi 8K mungkin akan sangat mudah diraih untuk pengaturan DPI yang sangat besar tersebut. Namun menyoal preferensi, Penulis terbiasa mengatur DPI di 800 saja yang tidak begitu berat, namun tidak begitu ringan, berada di tengah-tengah agar pergerakan mouse bisa ter­-deliver dengan baik sesuai dorongan dari tangan.

Asus rog harpe ace aim lab edition gamedaim review 13
Tombol dpi

Kita bisa mengatur tingkatan DPI mouse yang sudah diatur secara default atau dari pabrikan melalui tombol DPI di alas mouse. Di sini, terdapat tombol yang dibuat enteng untuk dipencet, meskipun kurang fleksibel karena untuk menaikkan dan menurunkan DPI itu harus melalui satu tombol DPI saja.

Penulis bermain gim tanpa mousepad sama sekali dan cukup menggunakan permukaan meja kayu sebagai alas mouse. Sensor mouse tetap secara cakap memberikan akurasi dan presisi terbaiknya ketika tanpa mousepad sekalipun. Dukungan polling rate di 1000Hz pun sangat mendukung pengiriman data dari mouse ke komputer agar menampilkan apa yang diperintahkan secara cepat dan hampir tanpa delay.

Tak Perlu Khawatir Menyoal Koneksi

Asus rog harpe ace aim lab edition gamedaim review 14
Tombol konektivitas dengan cara digeser

Kelebihan lain yang dimiliki ROG Harpe Ace dibandingkan Logitech Superlight ialah menyoal koneksi. Terdapat 3 model koneksi di mouse ini, yakni wired, wireless Bluetooth, dan favorit Penulis ialah wireless 2.4Ghz.

Sebagai mouse wireless, ROG menambahkan baterai tanam ke produk ini yang diklaim tahan hingga 88 jam durasi penggunaan. Semisal kalian merupakan streamer maupun gamer hardcore yang menggunakan komputer sekitar 8 jam per harinya, maka mouse ini—ketika dalam keadaan full charging­—bisa digunakan selama 11 hari penuh tanpa perlu charging. Jadi, sekali charging bisa menghidupkan mouse hingga 1/3 bulan lamanya.

Asus rog harpe ace aim lab edition gamedaim review 02
Charging

Selama sebulan, kalian cukup charging mouse sebanyak 3x saja. Itu pun ketika estimasi penggunaan mouse memang intens dilakukan. Akan berbeda bagi mereka yang gamer non-hardcore­, mungkin bisa 2 minggu dengan pemakaian berturut-turut setiap harinya untuk mouse ini mencapai titik di mana baterai-nya benar-benar kosong.

Menyoal delay, mode wireless 2.4Ghz nya sangat minim delay dan hampir tidak ternotis. Hal ini sudah Penulis uji coba selama berpuluh-puluh jam untuk bermain gim Apex Legends yang terkenal akan battle royale berintensitas tingginya karena fast-paced. Hasilnya, koneksi 2.4Ghz mouse ini sangat memuaskan dan perintah tembakan sangat ter-deliver dengan baik tanpa hambatan sedikitpun.

Asus rog harpe ace aim lab edition gamedaim review 01
Dongle extender

Untuk mengantisipasi delay berlebih, ROG sudah menyediakan dongle extender yang berguna agar mouse dan dongle receiver bisa saling berdekatan. Skenario penggunaan seperti itu akan mempersingkat jarak antara mouse ke dongle receiver dalam memberikan perintah, yang pada akhirnya memberikan performa sinyal yang lebih cepat.

Tipe koneksi wireless Bluetooth tidak begitu disarankan untuk penggunaan gaming berintensitas tinggi seperti Apex Legends karena masih terasa delay-nya.

Spesifikasi Teknis

  • Berat: 54g
  • Konektivitas: Bluetotoh, Wireless, Wired
  • Sensor: ROG Aimpoint optical sensor
  • DPI: 36.000 DPI
  • Polling Rate: 1000Hz
  • Baterai: Lebih dari 88 jam pemakaian

Review ASUS ROG Harpe Ace Aim Lab Edition: Khusus Pro Player!

ASUS ROG Harpe Ace Aim Lab Edition sangat dibutuhkan bagi para gamer hardcore dan professional player yang tidak perlu khawatir menyoal performa sensor, dan durasi serta delay koneksi wireless yang sangat cakap. Berbagai fitur seperti pengaturan Aim Lab, grip tape, PTFE feet, dan kehadiran teknologi Speednova Wireless ini sangat memberikan benefit lebih untuk mendapatkan kenyamanan tingkat maksimal, dan pergeresan mouse yang lebih akurat dan presisi. Bobot mouse yang ringan dan tetap mewahidkan build quality ini sangat pantas disebut sebagai mouse kelas atas. Meski demikian, mouse ini secara harga agak overprice, mengingat mouse kompetitor di kelasnya justru mematok harga yang lebih rendah dengan spesifikasi yang hampir serupa dengan Harpe Ace.

87%

SCORE

PROS

  • Desain ergonomis dan cocok untuk telapak tangan berukuran sedang

  • Sensor kelas atas yang sangat mampu untuk gaming kompetitif

  • Delay minim untuk koneksi wireless 2.4Ghz

  • Tombol yang sangat enteng untuk mendukung aktivitas intensitas tinggi

  • Bonus set glide dan mouse feet

  • Berbobot ringan dan tetap mengutamakan kualitas

  • Tersedia slot dongle receiver agar efisien

  • Durasi pemakaian yang panjang sehingga cocok bagi gamer hardcore

CONS

  • Tombol DPI kurang fleksibel karena diletakkan di alas dan satu buah

  • Wireless Bluetooth masih terasa delay

REVIEW BREAKDOWN

Design

90%

Build Quality

85%

Sensor

94%

Switch

90%

Connectivity

85%

Baterai

90%

Price

75%

Mouse ASUS ROG Harpe Ace Aim Lab Edition yang baru diperkenalkan di CES 2023 ini dibandrol dengan harga US149.99 atau setara dengan Rp2.245.500 jika dikonversikan.

Kunjungi link berikut ini untuk informasi lebih lanjut.

Related Posts

Leave Comment
Gamedaim We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications