Salah satu pencipta Dragon Quest, Yuji Horii, telah mengungkapkan bahwa terjemahan bahasa Inggris untuk game Jepang pasti menghilangkan banyak “cita rasa”.
Informasi ini diungkapkan oleh Horii saat diwawancarai Famitsu (via Automaton). Jika kalian tertarik dengan kondisi di industri game, kalian bisa melihat artikel kami lainnya di sini.
Yuji Horii: Terjemahan Bahasa Inggris untuk Game Jepang Pasti Hilangkan Banyak “Cita Rasa”
11 Maret 2026 – Berbicara dengan Famitsu, salah satu pencipta Dragon Quest, Yuji Horii, dan sutradara PARANORMASIGHT, Takanari Ishiyama, membahas topik lokalisasi untuk game Jepang.
Ishiyama mengungkapkan kekhawatirannya kepada Horii bahwa upayanya yang obsesif untuk menemukan pilihan kata dan frasa yang sempurna dalam PARANORMASIGHT: The Mermaid’s Curse mungkin akan sia-sia ketika diterjemahkan ke bahasa lain, seperti Inggris dan Mandarin.
“Jika diterjemahkan ke bahasa Inggris, cita rasa cenderung hilang dalam banyak hal. Pada akhirnya, semuanya terdengar terlalu sederhana,” ungkap Horii seperti yang diterjemahkan oleh Automaton.
Ishiyama menyebutkan berbagai macam kata ganti orang pertama yang tersedia dalam bahasa Jepang, seperti “ore”, “boku”, “washi”, “watashi”, dan lain-lain.
Meskipun masing-masing kata ganti ini dapat mencerminkan jenis kelamin, usia, dan bahkan sifat kepribadian pembicara, dalam bahasa Inggris, semuanya hanya menjadi “I”.
Horii juga terlihat menganggap kekurangan lokalisasi bahasa Jepang ke bahasa Inggris sebagai akibat dari perbedaan inheren antara kedua bahasa tersebut.
“Saya telah menerima bahwa bahasa Inggris adalah bahasa yang sederhana, jadi tidak ada yang bisa dilakukan,” ujar Horii.
Di sisi lain, Horii merasa bahwa masalah ini telah sedikit membaik dengan diperkenalkannya pengisi suara dalam game, mengingat dialog yang diisi suara menciptakan ruang tambahan untuk menyampaikan ciri-ciri karakter melalui nada dan penyampaian.
PARANORMASIGHT: The Mermaid’s Curse sudah tersedia di Nintendo Switch, iOS, Android, dan PC (Steam).


Membalas