CEO Nexon, Junghun Lee, telah mengungkapkan bahwa setiap perusahaan game sekarang menggunakan AI.
Informasi ini diungkapkan oleh Lee saat diwawancarai Game*Spark (via Automaton). Jika kalian tertarik dengan kondisi di industri game, kalian bisa melihat artikel kami lainnya di sini.
CEO Nexon Percaya Setiap Perusahaan Game Sekarang Gunakan AI
17 November 2025 – Berbicara dengan Game*Spark, CEO Nexon, Junghun Lee, ditanya tentang dampak teknologi AI generatif dalam pengembangan game, khususnya dalam konteks game-game Nexon di masa mendatang.
“AI jelas telah meningkatkan efisiensi baik dalam produksi game maupun operasi live service,” ungkap Lee sebagaimana diterjemahkan oleh Automaton.
Dalam hal ini, Lee menganggap kualitas “rata-rata” game secara keseluruhan terus meningkat.
“Pertama-tama, saya pikir penting untuk berasumsi bahwa setiap perusahaan game sekarang menggunakan AI,” ujar Lee.
“Tetapi jika semua orang bekerja dengan teknologi yang sama atau serupa, pertanyaan sebenarnya adalah: bagaimana Anda bisa bertahan? Saya percaya penting untuk memilih strategi yang meningkatkan daya saing Anda.”
Mengenai strategi apa yang mungkin akan digunakan oleh Nexon, Lee mengatakan bahwa jawaban akhirnya adalah “kreativitas manusia”.
Dengan kata lain, Lee percaya bahwa dengan teknologi AI yang meningkatkan standar dalam hal tingkat output rata-rata pengembang game, peran bakat manusia akan menjadi semakin penting sebagai sarana untuk mengungguli pesaing.
Pada Januari 2024, survei Game Developers Conference (GDC) telah mengungkapkan bahwa hampir 50 persen pengembang sudah menggunakan AI generatif di tempat kerja, sementara 84 persen lainnya khawatir dengan penggunaannya.
Menurut survei tersebut, AI generatif digunakan di berbagai jenis pekerjaan, termasuk bisnis dan keuangan (44 persen), komunitas dan PR (41 persen), produksi dan manajemen tim (33 persen), pemrograman (25 persen), desain game (21 persen), narasi (13 persen), seni visual (16 persen), audio (14 persen), hingga QA (6 persen).
Pada September 2025, survei Computer Entertainment Supplier’s Association (CESA) telah mengungkapkan bahwa 51 persen perusahaan game Jepang menggunakan AI generatif dalam pengembangan game.


Bales ke