Mantan Karyawan Mobile Legends Ungkapkan Kebenaran Soal Perusahaan, Menyedihkan!

Mantan Karyawan Mobile Legends Ungkapkan Kebenaran Soal Perusahaan, Menyedihkan! 1

Siapa yang tidak mengenal game populer pada tahun ini? game yang diperbincangkan oleh banyak para netizen ataupun para gamers, karena game tersebut sangat mirip dengan DOTA2 ataupun Arena of Valor, apalagi jika bukan Mobile Legends:Bang Bang. game multiplayer online battle arena yang dikembangkan oleh perusahaan Moonton menuai kesuksesan setelah rilis tepat pada tanggal 14 Juli 2016, setelah game tersebut rilis, banyak terjadi kontroversial tentang hal ini, banyak pro dan kontra antara player fans mobile legends dan game yang mirip lainnya seperti DOTA 2 dan Arena Of Valor, jadi menurutmu apakah Mobile Legends adalah salah satu game plagiat dari game – game sebelumnya? jika kalian ingin mengetahui hal tersebut kalian harus membaca curhatan mantan karyawan perusaan penerbit game Mobile Legends yang sangat menyedihkan, seperti apakah ungkapan yang dia bongkar tentang perusahaan penerbit Moonton itu dibelakang publik.

Ungkapan sang mantan karyawan perusahaan tersebut sangat menyedihkan, pasalnya ini tidak seperti yang kalian pikirkan tentang perusahaan tersebut, lantas hal seperti apakah yang dilakukan perushaan Moonton dibelakang publik, sang karyawan membongkar itu semua dalam statusnya pada salah satu sosial media di Internet.

Ungkapan Karyawan: Mantan Karyawan Mobile Legends Ungkapkan Kebenaran Soal Perusahaan, Menyedihkan!

 

Ungkapan sang mantan karyawan perusahaan Moonton (Indonesia).

Mantan Karyawan Mobile Legends Ungkapkan Kebenaran Soal Perusahaan, Menyedihkan! 2

Saya bekerja di Shanghai Moonton, para penggembang Mobile Legends Bang Bang selama lebih dari 3 bulan. Peran utama saya adalah melokalkan file game untuk penonton barat yang menggelola media sosial dan melakukan berbagai halangan. Jamnya lebih sulit dari negara saya berasal “Australia” namun itu tidak papa karena saya ingin menemukan sesuatu yang baru.

Discrimination

Kebijakan perekrutan Moonton sangat dipengaruhi oleh ras dan etinitas. Pungutan ingin menyewa seorang penerjemah Malaysia dan Cina. Sebagian besar pelamar tentu saja adalah orang Malaysia Tionghoa, tentu beberapa diantaranya memiliki latar belakang yang beragam – ragam masing – masing,merasa tidak nyaman. Ternyata COO berpikir bahwa Cina Malaysia, tidak bisa benar-benar mengerti Malaysia sebagai sebuah negara. Mereka menginginkan ‘orang Melayu berdarah penuh’ untuk mengisi posisi ini.

Juga mendengar bahwa CEO perusahaan Moonton ini. Elex Tech, memberikan perintah langsung untuk tidak mempekerjakan orang kulit hitam karena mereka adalah penjahat menurut sang CEO Elex Tech. Ini berarti bahwa semua staf berbahasa inggris tidak mendapat apa – apa, tetapi berbeda dengan orang kulit putih yang mendapat suatu respect karena mendorong citra perusahaan tersebut.

 

Microtransactions

Permainan ini benar – benar di danai oleh  microtransactions. Sebagian pendapatan didapat dengan menjual skin dan hero, tentu saja karena beberapa skin didalam game tersebut dihargai hingga 200$ USD, mereka memberikan beberapa tambahan tetapi stat hero tersebut tidak meningkat, dan strategi perusahaan tersebut setiap 2 pekan berlalu akan ada hero baru muncul dan menjadi paling terkuat sehingga para player ingin membelinya.

Mereka benar – benar merobek dari versi cina Arena Of Valor Wang Zhe Rong Yaol, anda diberi kesempatan untuk membeli hero terbaru, dengan sistem battle point yang mereka berikan. tetapi jika kalian ingin mengikuti meta, kalian harus mengeluarkan uang. Salah satu hal yang paling menjijikan adalah waktu menekan Lucky Spin dan Wheel untuk membeli spin wheel untuk mendapatkan suatu item atau hero dengan menggunakan uang sungguhan.

 

Balancing

Karena permainan tidak tersedia di negara Cina, sehingga tim penggembang menggunakan VPN untuk mencoba dan menguji permainan mereka sendiri. Ini berarti ide penyeimbang dilakukan dari sudut pandang 100+ pemain. Hal ini membuat bermain Mobile Legends Bang Bang sebagai daya tarik besar bagi tim dan kantor di Beijing dimana sebagian besar orang lebih suka bermain Arena Of Valor versi China. Itu sampai titik COO perusahaan kami telah menghabiskan ribuan USD dan membeli setiap skin  dalam permainan Arena Of Valor. Fans Mobile Legends bertanya – tanya kenapa setiap ada update akan selalu tepat waktu, karena mereka hampir tidak bisa tertinggal oleh para pesaingnya.

 

Work Abuse

Sifat kasar dari staff Eksekutif membuat sulit bagi karyawan untuk membuat suatu argumen untuk melawan diskriminatif perusahaan tersebut. Departemen HR ungkapkan bahwa mereka takut menentang kebijakan yang dibuat oleh perusahaan karena para eksekutif akan menjadikan itu suatu masalah. Setiap hari COO akan mencaci dan berteriak pada karyawan,memanggil mereka dengan nama, dan terus memarahi salah satu karyawan kami yang lebih pendek dengan tingginya 168cm, meskipun dia sendiri tingginya 170cm. Bahkan parahnya dia pernah mengatakan bahwa karyawan tersebut memiliki alat vital yang sangat kecil didepan semua orang sebagai lelucon.

Pegawai wanita juga tentu dipekerjakan karena hubungan intim mereka dengan COO dan mereka lalu dibebaskan dari beberapa pekerjaan berat dan menempatkan pekerjaan tersebut pada karyawan yang lebih rendah dan harus melakukan double workload.  Membiarkan karyawan itu pergi bukan masalah besar, tetapi lebih penyalahgunaan dan pelecehan mental yang mereka alami dari para bos dan banyak karyawan menanyakan”kenapa mereka tidak bisa lebih baik”.

Plagiarism

Karyawan terus – menerus untuk melihat permainan lain seperti Vainglory dan tentunya Arena Of Valor untuk mendapat inspirasi. jadi inti dari hal tersebut, banyak hero – hero game Mobile Legend adalah plagiat dari game – game lainnya dan hanya membuat perubahan kecil dalam hal tersebut.bahkan tim pemasaran kami mengambil ide dari tim pemasaran permainan lainnya.

 


Catatan;Moonton adalah tempat mengerikan untuk para pekerja, mereka tidak memperkerja kan anda seperti halnya bekerja ditempat lainnya, mereka memperkerjakan anda jika mempunyai kulit putih. mereka juga hanya untuk mengekspolitasi anak – anak melalu skin dan hero terbaru mereka untuk menghabiskan uang dan membuat para para pemula tersebut kecanduan akan hal game tersebut.

Jadi menurutmu, setelah mendengar curhatan dari mantan Karyawan perusahaan penerbit game Mobile Legend Bang – Bang bagaimanakah perasaan kalian? apakah hal ini wajar dilakukan oleh perusahaan – perusahaan besar oleh orang yang lebih rendah? dimana akal kemanusiaan yang ada, manusia bukan binatang tapi makhluk ciptaan tuhan yang masa esa, semoga kita mendapat hikmah dari hal tersebut.

 

Ungkapan sang mantan karyawan perusahaan Moonton (English).

I worked at Shanghai Moonton, the developers of Mobile Legends: Bang Bang, for a bit more than three months. My main role was to localize the game files for a western audience, manage social media and do some voice stuff. The hours were far tougher comparatively to my home country of Australia, but I did not mind since I wanted something new.

Discrimination

Moonton’s hiring policy is influenced strongly by race and ethinicity. Moonton wanted to hire a Malaysian and Chinese translator. Most of the applicants of course were Chinese Malaysians, some of them had impeccable backgrounds and experience. We rejected everyone of them. It turns out the COO thought that all Malaysian Chinese, could not truly understand Malaysia as a country. They wanted a ‘full blooded Malay’ to fill in to this position.

I also heard that the CEO of our parent company, Elex Tech, gave direct orders to not hire any ‘Blacks’ as they were all ‘criminals’ according to him. This meant that all English speaking staff could not be of dark complexion, but White people were given extra marks, as it ‘boosted’ the image of the company.

Microtransactions

The game is totally funded by microtransactions. Most of the revenue comes from the sale of skins and heros. Some of the in-game skins can cost up to $200 USD. These skins are mostly low quality revamps done through Unity, they do provide some extra but barely noticeable stat increases but other than that are mainly cosmetic.

What was mostly appalling was that the newest hero (they released one every 2 weeks) had to be the strongest by far, so overpowered that if you don’t buy it, you will fall behind. Despite the in-game slogan of ‘Fair 5v5 MOBA’ (which they totally ripped off from Arena of Valor’s Chinese version, Wang Zhe Rong Yao), you are heavily incentivised to buy the newest hero. Of course you can purchase heroes using their battle point system, the IP of the Mobile Legends world, but the cap is so small on purpose, you pretty much have to spend money if you want to keep up with the meta.

One of the most disgusting things was the huge emphasis placed on the ‘Lucky Spin’ and ‘Wheel’ elements of purchasing. You spin a wheel to get items and heroes, and usually this meant purchasing the tickets with real money. This game is played by many young kids and was totally exploitative.

This is a company with over 10 million daily average players. I saw grosses of around 600 thousand to 1.1 million USD a day just from in-game items.

Balancing

As the game is not available in China, so the development team themselves all use VPNs to try and test out their own game. This means all the balancing ideas are done from point of a view of 100+ ping players. This makes playing Mobile Legends: Bang Bang a huge drag for the team and in the Beijing office, where I worked, most people preferred playing the Chinese version of Arena of Valor. It got to the point that the COO of our company had spent thousands of USD and bought out every single skin in our competitor game.

Yes, Mobile Legends: Bang Bang fans, if you are wondering why the game’s balancing is so bad, it’s because we can barely play it without lagging out.

Work Abuse

The abusive nature of the executive staff made it hard for employees to make any counterarguments against the discriminatory policies of the company. The HR department said that they were scared to speak out against the policies, as the executives would typically go into tantrums.

I totally believe them, as everyday the COO would berate and yell at employees, calling them by names. He constantly berates one of our shorter employees for his 5’6 (168cm) height, despite he himself being only 5’7 (170cm), even once saying he must have a small penis in front of everyone ‘as a joke’.

Certain female employees were also hired due to the intimate relations they had with our COO and they were pretty much exempt from doing any proper work, putting the burden on lesser paid employees, who were soon let go as they had to do double the workload. Letting those employees go wasn’t the big problem, but more the abuse and mental abuse they go through from the bosses, asking them why they can’t do better.

Plagiarism

Employees were constantly told to look at other similar games such as Vainglory and Arena of Valor for ‘inspiration. This meant that many of our heroes were direct copies with small changes. Even our marketing team was taking ideas from their marketing team.


TLDR; Moonton is a horrible place to work at and wouldn’t hire you based on skin colour, they are also only out there to exploit kids through methods of gambling.

I could keep going but honestly it’d take me forever….there’s a huge issue with sexism as well.

8 Comments

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Berikan Nilaimu untuk konten ini

0 points
Upvote Downvote