Masa depan Arkane Studios, pengembang di balik Dishonored dan Deathloop, kini berada di ujung tanduk. Menurut laporan media Prancis Le Monde yang dikutip Gematsu, studio tersebut memiliki waktu hingga 13 November 2026 untuk menemukan pembeli di tengah proses konsultasi terkait rencana penutupannya.
Sejumlah opsi pengambilalihan dilaporkan tengah dipertimbangkan, sementara Microsoft berupaya mencari mitra yang dapat menyelamatkan studio tersebut. Sekitar 217 pekerjaan terancam jika upaya pencarian pembeli tidak membuahkan hasil.
Proses pencarian investor dimulai pada pertengahan 2026 berdasarkan Florange Law di Prancis, yang mengatur kewajiban perusahaan tertentu untuk mencari pembeli sebelum melakukan penutupan yang melibatkan pemutusan hubungan kerja berskala besar.
Masa Depan Marvel’s Blade Masih Jadi Perhatian

Menurut pernyataan Microsoft kepada Le Monde, perusahaan sedang aktif mencari mitra untuk mendukung tahap pengembangan berikutnya sekaligus memungkinkan komersialisasi Marvel’s Blade, game yang diumumkan pada 2023.
Perwakilan serikat pekerja menyebut proyek tersebut telah mendekati tahap akhir produksi, sehingga pembatalannya dinilai berpotensi menyia-nyiakan pekerjaan yang telah dilakukan.
Di tengah ketidakpastian tersebut, jurnalis Bloomberg Jason Schreier memberikan sedikit harapan bagi masa depan studio. Ia menyebut ada beberapa opsi yang sedang dijajaki untuk menyelamatkan Arkane Lyon dan mengaku akan terkejut jika studio itu akhirnya benar-benar ditutup.
Meski demikian, belum ada kepastian mengenai hasil negosiasi maupun pihak yang berpotensi mengambil alih studio. Tenggat 13 November menjadi titik penting bagi nasib Arkane Lyon dan ratusan pekerja yang menggantungkan masa depan mereka pada keputusan tersebut.

Membalas