Salah satu pengembang di ASCII, Tsuyoshi Kaneda, telah mengungkapkan bahwa ia kagum dengan upaya Umamusume: Pretty Derby untuk mendapatkan nama asli dari kuda pacu mereka.
Informasi ini diungkapkan oleh Kaneda saat diwawancarai Game*Spark (via Automaton). Jika kalian tertarik dengan game-game Cygames, kalian bisa melihat artikel kami lainnya di sini.
Tsuyoshi Kaneda Kagum dengan Upaya Umamusume: Pretty Derby untuk Dapat Nama Asli dari Kuda Pacu Mereka
3 Februari 2026 – Berbicara dengan Game*Spark, salah satu pengembang di ASCII, Tsuyoshi Kaneda, membahass tentang kesulitan yang dialami timnya dalam membuat game balap kuda yang realistis.
Sebagai konteks, beberapa dekade sebelum popularitas Umamusume: Pretty Derby, ASCII telah mengembangkan dan menerbitkan game simulator balap dan pembiakan kuda yang telah berjalan lama, Derby Stallion: Best Race, untuk NES pada tahun 1991.
Waralaba Derby Stallion sangat populer di Jepang selama tahun 1990-an, terjual jutaan kopi, dan dianggap sebagai salah satu pelopor genre balap kuda.
Kaneda mengatakan bahwa ASCII telah menggunakan nama-nama asli untuk kuda-kuda jantan yang muncul dalam Derby Stallion: Best Race sejak awal.
Namun, ketika sampai pada konvensi penamaan untuk hal-hal lain, khususnya kuda pacu dan joki, ASCII harus menggunakan nama samaran.
“Saya ingat [pencipta Derby Stallion, Hiroyuki] Sonobe ingin menggunakan nama asli kuda-kuda tersebut, jika memungkinkan, tetapi bahkan dalam kasus waralaba BestPlay Baseball, kami mengalami cukup banyak kesulitan untuk menerapkan nama asli pemain sungguhan,” ungkap Kaneda sambil tertawa, seperti yang diterjemahkan oleh Automaton.
“Untuk menggunakan nama asli kuda-kuda tersebut, kami bernegosiasi dengan JRA [Japanese Racing Association]. Mereka mengatakan tidak ada masalah dengan itu, tetapi tentu saja, mengarahkan kami untuk membahasnya juga dengan pemilik kuda.”
Rupanya, tanggapan dari pemilik kuda terhadap permintaan ASCII semuanya berbeda dan Kaneda berkomentar bahwa salah satu dari mereka bahkan mengatakan: “Anda dapat menggunakan nama kuda sesuka Anda, tetapi kami tidak ingin Anda menetapkan statistik kemampuan padanya.”
“Meskipun begitu, perjalanannya memang sangat berliku, tetapi khususnya terkait nama-nama kuda pacu, para joki yang saat itu bermain di Derby Stallion memberikan dukungan kepada kami, dengan mengatakan bahwa hal itu akan ‘bermanfaat bagi industri’,” tambah Kaneda.
“Jadi, kami melanjutkan negosiasi, tetapi saya ingat itu sangat sulit, karena kami bahkan memiliki kasus di mana pihak selain pemilik kuda memegang hak merek dagang.”
Untungnya, waralaba Derby Stallion mulai menggunakan nama-nama kuda pacu dan joki yang sebenarnya dengan peluncuran Derby Stallion ’96.
Setelah melalui begitu banyak perjuangan untuk mendapatkan hak atas nama-nama kuda bersama rekan-rekannya di ASCII, Kaneda mengatakan bahwa peluncuran Umamusume: Pretty Derby cukup mengejutkan baginya.
“Secara pribadi, saya kagum bahwa mereka benar-benar berhasil melakukannya sejak awal,” ujar Kaneda.
“Sudah cukup sulit untuk membuat kuda-kuda itu tampil apa adanya, tetapi mereka sampai mengubahnya menjadi perempuan, jadi saya yakin mereka pasti telah melalui berbagai macam kesulitan untuk mencapai hal itu.”
Kaneda melanjutkan, “Namun saya sangat mengagumi kenyataan bahwa mereka mampu melakukannya dan saat ini berkembang pesat.”
Umamusume: Pretty Derby sudah tersedia di iOS, Android, dan PC (Steam).













