CD Projekt kembali mencatat pencapaian besar lewat Cyberpunk 2077. Game action RPG berlatar Night City tersebut kini resmi terjual lebih dari 40 juta kopi di seluruh dunia, menjadikannya salah satu kesuksesan terbesar dalam portofolio perusahaan asal Polandia itu.
Pencapaian ini terasa semakin menarik karena Cyberpunk 2077 sempat mengalami peluncuran yang bermasalah pada 2020. Saat pertama kali dirilis, game ini menuai kritik keras akibat bug, performa buruk, dan kondisi teknis yang jauh dari ekspektasi, terutama di konsol generasi lama.
Namun, CD Projekt terus memperbaiki pengalaman bermain melalui berbagai pembaruan besar, peningkatan kualitas, serta ekspansi Phantom Liberty yang mendapat sambutan positif.
Bukti Kesuksesan Jangka Panjang Cyberpunk 2077

Co-CEO CD Projekt, Michał Nowakowski, menyebut penjualan 40 juta kopi ini sebagai bukti kekuatan jangka panjang Cyberpunk 2077. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan kemampuan CD Projekt dalam menciptakan cerita imersif yang mampu membuat pemain terus kembali dalam waktu lama.
Lebih jauh, Nowakowski juga menilai kesuksesan Cyberpunk 2077 menjadi fondasi penting bagi proyek-proyek berikutnya di semesta Cyberpunk. Salah satu yang paling dekat adalah Cyberpunk: Edgerunners 2, anime lanjutan yang dijadwalkan hadir pada musim gugur. Selain itu, CD Projekt juga tengah menyiapkan proyek game baru berkode Orion sebagai penerus Cyberpunk 2077.
Dengan angka penjualan terbaru ini, Cyberpunk 2077 berhasil membalikkan narasi dari salah satu peluncuran paling kontroversial menjadi kisah kebangkitan yang mengesankan di industri game.


Bales ke