BeritaResmi

Nobuo Uematsu Tidak akan Pernah Gunakan AI Generatif untuk Membuat Musik

"Saya belum pernah menggunakan AI dan mungkin tidak akan pernah," tegas Uematsu. "Saya pikir masih terasa lebih memuaskan untuk melewati kesulitan dalam menciptakan sesuatu sendiri."

Komposer Nobuo Uematsu telah mengungkapkan bahwa ia tidak akan pernah menggunakan AI generatif untuk membuat musik-musiknya.

Informasi ini diungkapkan oleh Uematsu saat diwawancarai JASRAC Magazine (via Automaton). Jika kalian tertarik dengan kondisi di industri game, kalian bisa melihat artikel kami lainnya di sini.

Nobuo Uematsu Tidak akan Pernah Gunakan AI Generatif untuk Membuat Musik

19 Oktober 2025 – Berbicara dengan JASRAC Magazine, komposer Nobuo Uematsu membahas kiprahnya di industri game, evolusi musik game, dan prospeknya di masa depan.

Menengok kembali sejarah musik game, yang sebagian besar telah ia alami sendiri, Uematsu menunjukkan beberapa peristiwa penting yang turut membentuk genre tersebut saat ini.

Menurut Uematsu, awalnya ia hanya membuat musik dari garis melodi, garis chord, dan garis bass di era NES, tetapi seiring kemajuan teknologi, para musisi kini mampu menambahkan sampel, melapisi berbagai suara, dan menciptakan kualitas nada yang lebih kaya.

Meskipun game telah berevolusi secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama dalam hal grafis, Uematsu berpendapat bahwa musik game telah mencapai puncaknya.

“Ada lonjakan kemajuan grafis dalam game dalam beberapa tahun terakhir,” ungkap Uematsu sebagaimana diterjemahkan oleh Automaton. “Namun dalam hal musik game, saya merasa sudah mencapai ‘bentuk akhirnya’ ketika musisi dapat menggunakan rekaman studio mereka dalam game.”

Uematsu melanjutkan, “Kemajuan lainnya adalah audio binaural dan kami telah mewujudkannya di Final Fantasy X. Namun, pertanyaannya adalah seberapa besar pemain akan membutuhkannya di masa mendatang.”

Mengenai kemajuan lain di masa mendatang, Uematsu menyarankan agar musisi dapat berfokus pada seberapa lancar mereka dapat beralih di antara suara-suara tertentu.

“Mungkin AI akan mampu menangani hal seperti itu dengan baik di masa mendatang,” ujar Uematsu.

Uematsu juga menjelaskan pandangannya sendiri tentang AI generatif dalam musik, mengingat lagu sekarang dapat “dihasilkan” hanya dengan beberapa perintah dan satu klik.

“Saya belum pernah menggunakan AI dan mungkin tidak akan pernah,” tegas Uematsu. “Saya pikir masih terasa lebih memuaskan untuk melewati kesulitan dalam menciptakan sesuatu sendiri.”

Uematsu melanjutkan, “Saat mendengarkan musik, kesenangannya juga terletak pada menemukan latar belakang penciptanya, kan? AI tidak punya latar belakang seperti itu.”

“Bahkan dalam hal pertunjukan langsung, musik yang dihasilkan manusia tidak stabil dan setiap orang melakukannya dengan cara unik mereka sendiri. Yang membuatnya terdengar begitu memuaskan justru fluktuasi dan ketidaksempurnaan itu.”

Bahkan setelah berhenti bekerja sebagai musisi game, Uematsu belum berhenti bermusik dan tampaknya belum berencana untuk berhenti dalam waktu dekat.

Uematsu saat ini sedang membuat lagu-lagu orisinal baru, dengan album lengkap yang akan segera rilis. Ia juga memiliki beberapa pertunjukan langsung yang dijadwalkan untuk tahun 2025 dan berencana untuk berkarya di luar Jepang pada tahun 2026.

“Saya rasa ini adalah saat tersibuk yang pernah saya alami,” ungkap Uematsu sambil tertawa. “Jika saya tidak bekerja setiap hari, saya akhirnya merasa seperti tidak akan bangun besok. Mereka yang sebelumnya berjuang mencari nafkah mungkin akan seperti ini selamanya.”

Setelah menyelesaikan pendidikan sebagai Analis Kimia, Fransiskus memutuskan untuk mengejar impiannya di bidang jurnalistik dan telah aktif meliput industri game sejak tahun 2020. Saat ini, ia tengah mendalami studi di bidang Hubungan Masyarakat (Humas).…
Leave Comment

Related Posts

Load More Posts Loading...No more posts.