Nintendo mengumumkan kenaikan gaji pokok sebesar 10 persen bagi para karyawannya. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mempertahankan tenaga kerja sekaligus memastikan tingkat kompensasi tetap kompetitif.
Kebijakan itu diungkapkan Presiden Nintendo, Shuntaro Furukawa, dalam sesi tanya jawab pada rapat pemegang saham perusahaan tahun 2026. Pernyataan tersebut muncul ketika Furukawa mendapat pertanyaan mengenai kondisi karyawan Nintendo yang tidak memiliki serikat pekerja.
Keputusan yang sangat positif dari Nintendo

Furukawa menjelaskan bahwa perusahaan terus berupaya menjaga besaran gaji pada tingkat yang sesuai. Menurutnya, kompensasi yang layak menjadi faktor penting dalam mempertahankan karyawan. Salah satu langkah konkret yang telah diterapkan adalah meningkatkan gaji pokok sebesar 10 persen.
Keputusan Nintendo terbilang menonjol karena diambil ketika industri gim sedang menghadapi kondisi yang tidak stabil. Sejumlah studio dan perusahaan besar dalam beberapa waktu terakhir melakukan pemutusan hubungan kerja, sementara penjualan perangkat keras PlayStation dan Xbox juga dilaporkan mengalami penurunan.
Di sisi lain, Nintendo turut melakukan penyesuaian harga pada beberapa produknya. Perusahaan sebelumnya menaikkan biaya layanan Nintendo Switch Online di Jepang. Harga Nintendo Switch 2 juga akan mengalami kenaikan di kawasan Amerika Utara mulai September. Meski demikian, penjualan konsol terbaru Nintendo tersebut masih menunjukkan performa yang kuat.
Kenaikan gaji ini memperlihatkan bahwa Nintendo tidak hanya berfokus pada penyesuaian harga dan pertumbuhan bisnis, tetapi juga berupaya menjaga stabilitas internal perusahaan. Kebijakan tersebut dapat memperkuat loyalitas karyawan di tengah persaingan mendapatkan tenaga kerja berpengalaman dalam industri gim.


Bales ke