Pasar konsol Amerika Serikat menghadapi tekanan besar setelah kenaikan harga perangkat mulai memengaruhi minat konsumen. Data terbaru Circana menunjukkan penjualan perangkat PlayStation pada Mei 2026 menyentuh level terendah untuk periode Mei sejak tahun 2000.
Penjualan unit PlayStation 5 turun 58 persen dibandingkan Mei tahun sebelumnya. Nilai belanja konsumen untuk perangkat tersebut juga merosot 43 persen. Penurunan ini terjadi setelah Sony menaikkan harga PS5 pada April, dengan model standar dipasarkan seharga 649,99 dolar AS, Digital Edition 599,99 dolar AS, dan PS5 Pro mencapai 899,99 dolar AS.
Penurunan Penjualan ini Berlaku juga untuk Xbox

Xbox juga menghadapi kondisi serupa. Penjualan unit Xbox Series turun 12 persen dan menjadi hasil terburuk Microsoft untuk bulan Mei sejak konsol Xbox pertama diluncurkan. Meski jumlah unit menyusut, nilai penjualan perangkat Xbox justru meningkat 7 persen karena harga jual yang lebih tinggi.
Menurut Circana, harga rata-rata perangkat gim baru pada Mei mencapai 502 dolar AS, naik 14 persen dari 440 dolar AS setahun sebelumnya. Rata-rata harga PS5 bahkan meningkat 33 persen menjadi 672 dolar AS, sedangkan Xbox Series naik 22 persen menjadi 524 dolar AS.
Kenaikan harga konsol berkaitan dengan kelangkaan global komponen memori dan penyimpanan. Produsen semikonduktor semakin mengalihkan kapasitas produksinya untuk memenuhi kebutuhan pusat data kecerdasan buatan yang menawarkan margin lebih tinggi. Kondisi tersebut membuat biaya produksi perangkat elektronik konsumen terus meningkat.
Situasi ini berlawanan dengan pola industri sebelumnya, ketika harga konsol biasanya menurun seiring bertambahnya usia produk. Apabila tekanan pasokan memori berlanjut hingga 2027 atau 2028, harga konsol berpotensi tetap tinggi dan semakin membatasi daya beli pemain.


Bales ke