Sutradara Katsura Hashino telah mengungkapkan bahwa ia ingin menciptakan era JRPG 3.0 dengan game terbarunya.
Informasi ini dipublikasikan oleh 4Gamer.net (via GamesRadar+). Jika kalian tertarik dengan game-game ATLUS, kalian bisa melihat artikel kami lainnya di sini.
Katsura Hashino Ingin Ciptakan JRPG 3.0 Dengan Game Barunya
25 November 2025 – Berbicara di G-STAR 2025 (via 4Gamer.net), sutradara Metaphor: ReFantazio, Katsura Hashino, membahas bagaimana genre JRPG telah berevolusi dari masa ke masa.
Hashino membagi JRPG menjadi tiga era:
- JRPG 1.0 adalah gaya JRPG masa lalu.
- JRPG 2.0 mewakili game masa kini.
- JRPG 3.0 mewujudkan JRPG yang akan datang.
Hashino menggambarkan JRPG 1.0 sebagai “karya klasik sejati”, tetapi ia tidak menyebutkan contoh spesifik. Sebagai konteks, JRPG adalah salah satu genre yang paling lama bertahan, dengan waralaba seperti Dragon Quest yang telah ada sejak tahun 1986 dan Final Fantasy sejak tahun 1987.
Menurut Hashino, genre JRPG memasuki era 2.0 dengan “gayanya saat ini, yang terasa lebih berkualitas karena jauh lebih responsif terhadap pemain”. Namun, Hashino belum yakin seperti apa era 3.0 nantinya, tetapi ia berharap game terbarunya akan menjadi bagian dari iterasi baru genre ini.
“Saya yakin akan ada dimensi yang lebih besar pada game-game ini dan akan mengubah struktur serta penyajian genre secara fundamental,” ujar Hashino sebagaimana diterjemahkan oleh GamesRadar+.
Pada Maret 2023, sutradara Final Fantasy XIV, Naoki Yoshida. telah mengungkapkan bahwa ia tidak menyukai istilah JRPG dan ia sering menganggap istilah itu sebagai “diskriminatif”.
Pada Agustus 2023, mantan wakil presiden PlatinumGames, Hideki Kamiya, telah mengungkapkan bahwa Jepang seharusnya bangga dengan istilah “JRPG”.
Pada Juni 2024, presiden FromSoftware, Hidetaka Miyazaki, telah mengungkapkan bahwa ia tertarik untuk mengembangkan JRPG yang lebih tradisional.
Pada Agustus 2025, sutradara kreatif Clair Obscur: Expedition 33, Guillaume Broche, telah mengungkapkan bahwa masih ada prasangka buruk terhadap turn-based JRPG terlepas dari kesuksesannya.













