Perusahaan Jepang Kadokawa menghadapi tekanan dari pemegang saham setelah dinilai gagal memaksimalkan keuntungan dari kesuksesan global Elden Ring. Kritik terutama diarahkan pada strategi monetisasi dan struktur kerja sama bisnis yang dianggap tidak efisien.
Investor menyoroti adanya potensi kebocoran keuntungan akibat pembagian pendapatan dengan pihak eksternal, termasuk penerbit global Bandai Namco Entertainment. Kondisi ini dinilai membuat Kadokawa tidak memperoleh porsi optimal dari salah satu produk paling sukses dalam portofolio hiburannya.
CEO Kadokawa Selamat dari Pelengseran Jabatan

Dalam rapat pemegang saham terbaru, dukungan terhadap CEO Takeshi Natsuno tercatat menurun menjadi sekitar 59,68 persen, meskipun ia tetap mempertahankan jabatannya. Penurunan ini mencerminkan meningkatnya ketidakpuasan investor terhadap kinerja dan tata kelola perusahaan.
Sebagai respons, Kadokawa menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur manajemen, skema kompensasi eksekutif, serta strategi bisnis jangka menengah. Langkah ini dipandang sebagai upaya meredam tekanan sekaligus memperbaiki efisiensi internal perusahaan.
Kasus ini juga mencerminkan tren menguatnya aktivisme pemegang saham di Jepang, terutama pada industri media dan game. Investor kini semakin agresif mendorong transparansi, efisiensi, dan optimalisasi nilai dari aset intelektual besar seperti Elden Ring.


Bales ke