Bungie beberapa kali menerima usulan dari tim pengembang internal untuk membuat spin-off berbentuk simulasi kencan di dalam dunia Destiny 2. Ide ini tidak hanya berupa wacana, tetapi sempat dikembangkan sebagai prototipe awal untuk melihat potensi konsepnya.
Meski begitu, proyek tersebut tidak pernah melangkah ke tahap produksi penuh karena tidak mendapat persetujuan dari pihak pimpinan studio. Konsep game tersebut dilaporkan terinspirasi dari game simulasi kencan populer seperti Dream Daddy, dengan pendekatan yang lebih ringan dan berfokus pada interaksi karakter di dalam semesta Destiny.
Ditolak oleh Managemen Bungie

Para pengembang ingin mengeksplorasi sisi naratif yang berbeda dari identitas utama Destiny 2 yang selama ini dikenal sebagai game aksi first-person shooter dengan nuansa fiksi ilmiah.
Namun, pihak manajemen Bungie disebut menolak ide tersebut karena dianggap tidak selaras dengan ekspektasi pemain utama serta arah pengembangan brand yang sudah dibangun.
Penolakan ini membuat proyek tersebut berhenti di tahap eksplorasi internal dan tidak pernah diumumkan ke publik. Walaupun tidak direalisasikan, kasus ini menunjukkan adanya ruang eksperimen ide di dalam proses pengembangan game, bahkan pada studio besar seperti Bungie.
Fokus utama perusahaan tetap diarahkan pada pengembangan Destiny 2 sebagai layanan game live service yang berkelanjutan, dengan konsistensi genre dan pengalaman bermain sebagai prioritas utama.


Bales ke