BeritaResmi

Hideki Kamiya Tidak Tertarik pada Game yang Tawarkan Grafis Indah

“Sebagai pemain, saya ingin merasakan pengalaman unik yang hanya bisa ditawarkan oleh satu game itu,” ujar Kamiya.

Salah satu pendiri CLOVERS, Hideki Kamiya, telah mengungkapkan bahwa ia tidak tertarik pada game yang menawarkan grafis indah saja.

Informasi ini diungkapkan oleh Kamiya saat diwawancarai Famitsu (via Automaton). Jika kalian tertarik dengan kondisi di industri game, kalian bisa melihat artikel kami lainnya di sini.

Hideki Kamiya Tidak Tertarik pada Game yang Tawarkan Grafis Indah

23 Oktober 2025 – Berbicara dengan Famitsu, salah satu pendiri CLOVERS, Hideki Kamiya, membahas sejauh mana perkembangan game aksi 3D dalam beberapa tahun terakhir dan apa yang paling ia hargai dalam genre ini, baik sebagai pemain maupun sebagai pengembang.

“Ketika saya membuat game baru, saya mencoba menciptakan mekanisme gameplay unik yang hanya bisa dialami di game itu,” ungkap Kamiya sebagaimana diterjemahkan oleh Automaton.

“Misalnya, di Bayonetta, sistemnya adalah Witch Time, di mana menghindari serangan musuh akan memperlambat waktu, dan di Ōkami, Celestial Brush, yang memungkinkan Anda memengaruhi dunia game secara langsung dengan menggambar.”

Ketika kreator Morbid Metal, Felix Schade, menyebutkan bahwa semakin sedikit game yang rilis saat ini yang memperkenalkan ide-ide inovatif seperti itu, Kamiya mengatakan bahwa ia secara pribadi tidak tertarik pada game yang hanya menawarkan peningkatan grafis.

“Sebagai pemain, saya ingin merasakan pengalaman unik yang hanya bisa ditawarkan oleh satu game itu,” ujar Kamiya.

Di saat yang sama, Kamiya terkesan dengan perkembangan game aksi 3D sebagai sebuah genre.

“Sampai beberapa waktu lalu, belum banyak game aksi 3D yang beredar, tetapi belakangan ini banyak game aksi berbasis kombo yang penuh gaya,” kata Kamiya.

“Saya rasa itu karena permintaan yang terus meningkat dan sebagai seseorang yang juga ingin membuat game aksi semacam itu suatu hari nanti, saya senang melihatnya.”

Mengingat Kamiya membangun keahliannya melalui berbagai game selama bertahun-tahun di Capcom dan PlatinumGames, ia mengaku terkejut dengan kemampuan studio-studio baru yang “tiba-tiba” merilis game aksi berkualitas tinggi seperti Morbid Metal, Stellar Blade, atau Lost Soul Aside.

“Sungguh menakjubkan bagi saya bahwa seseorang bisa begitu saja mulai membuat game dan akhirnya menghasilkan sesuatu dengan kualitas seperti itu,” timpal Kamiya.

Setelah menyelesaikan pendidikan sebagai Analis Kimia, Fransiskus memutuskan untuk mengejar impiannya di bidang jurnalistik dan telah aktif meliput industri game sejak tahun 2020. Saat ini, ia tengah mendalami studi di bidang Hubungan Masyarakat (Humas).…
Leave Comment

Related Posts

Load More Posts Loading...No more posts.