Valve resmi mengumumkan harga perangkat gaming terbarunya, Steam Machine, yang langsung menarik perhatian karena berada di kelas harga tinggi untuk perangkat yang diposisikan sebagai console-like PC.
Model dasar dengan penyimpanan 512GB dibanderol sekitar US$1.049, sementara varian 2TB mencapai US$1.349. Pengguna juga perlu menambah biaya sekitar US$79 jika memilih bundel dengan Steam Controller.
Tanpa Steam Controller

Dari sisi posisi pasar, harga ini membuat Steam Machine jauh lebih mahal dibanding konsol generasi saat ini seperti PlayStation 5 dan Xbox Series X. Meski demikian, Valve mengklaim perangkat ini menawarkan performa yang sebanding dengan konsol tersebut, sekaligus membawa fleksibilitas khas PC gaming.
Perbedaan harga ini memunculkan perdebatan, terutama karena konsol tradisional biasanya disubsidi untuk menekan harga awal kepada konsumen. Valve menegaskan bahwa mereka tidak menggunakan model subsidi hardware seperti produsen konsol pada umumnya.
Menurut perusahaan, strategi subsidi cenderung mengunci pengguna pada ekosistem tertutup. Sebaliknya, Valve memilih pendekatan PC terbuka yang memberi kebebasan lebih luas kepada pengguna dalam memilih perangkat lunak, layanan, dan konfigurasi sistem.
Pendekatan ini konsisten dengan filosofi ekosistem Steam yang selama ini menekankan keterbukaan platform. Namun, harga tinggi ini juga tidak lepas dari kondisi produksi. Valve menghadapi keterbatasan komponen dan tantangan rantai pasok, sehingga jumlah unit yang tersedia pada peluncuran awal disebut tidak sepenuhnya memenuhi target produksi.
Situasi ini memperkuat posisi Steam Machine sebagai perangkat niche yang lebih ditujukan untuk pengguna enthusiast ketimbang pasar massal.
source: IGN


Bales ke