Sejumlah penggemar PlayStation mulai membatalkan langganan PlayStation Plus sebagai bentuk protes terhadap arah industri game yang semakin digital. Aksi ini muncul setelah Sony dikabarkan akan menghentikan produksi game fisik mulai 2028, memicu kekhawatiran besar soal masa depan kepemilikan game.
Di media sosial, banyak pemain menyerukan gerakan untuk berhenti berlangganan PS Plus agar Sony memahami penolakan komunitas terhadap hilangnya media fisik. Salah satu pengguna bahkan membagikan langkah-langkah membatalkan langganan, disertai ajakan agar pemain bersuara sebelum kepemilikan game benar-benar berubah sepenuhnya menjadi digital.
Kekhawatiran soal Kepemilikan Game Digital

Kekhawatiran utama para pemain bukan hanya soal nostalgia terhadap disc fisik, tetapi juga hak kepemilikan. Jika semua game berpindah ke format digital, pemain merasa akses mereka terhadap game bisa bergantung sepenuhnya pada keputusan platform.
Kekhawatiran itu semakin kuat setelah Sony sebelumnya menghapus ratusan film dari pustaka digital pengguna karena masalah lisensi. Kasus serupa juga pernah terjadi pada beberapa game lama seperti Marvel’s Ultimate Alliance 1 & 2 dan Deadpool 2013, yang tidak lagi bisa dibeli secara digital akibat lisensi yang berakhir.
Dalam situasi seperti ini, disc fisik menjadi satu-satunya cara legal untuk tetap memainkan game tersebut. Selain itu, pemain juga khawatir hilangnya media fisik akan mematikan pasar game bekas dan sistem berbagi game.
Bagi banyak orang, membeli game bekas menjadi cara yang lebih terjangkau untuk menikmati hobi gaming. Kini, protes pembatalan PS Plus menjadi sinyal bahwa kepercayaan sebagian fans terhadap arah PlayStation sedang diuji.


Bales ke