Masa depan franchise StarCraft kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan bahwa Nexon sedang berupaya mendapatkan hak pengembangan dari salah satu IP terbesar milik Blizzard tersebut. Jika kesepakatan ini benar terjadi, langkah tersebut dapat membuka peluang baru bagi seri strategi ikonik yang sudah lama tidak mendapatkan rilisan besar.
Menurut laporan dari media Korea Selatan, Nexon disebut tengah melakukan pembicaraan dengan Blizzard untuk memperoleh hak pengembangan konten berbasis IP StarCraft. Laporan tersebut menyebut bahwa kontrak antara kedua perusahaan berada dalam tahap akhir dan dapat memberikan Nexon wewenang untuk mengembangkan proyek lanjutan dari franchise tersebut.
Peluang StarCraft 3 Kembali Terbuka

Kabar ini langsung memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan hadirnya StarCraft 3. Game terakhir dalam seri utama, StarCraft II: Wings of Liberty, dirilis pada 2010, sementara ekspansi besar terakhirnya, Legacy of the Void, hadir pada 2015.
Sejak saat itu, Blizzard lebih banyak mempertahankan franchise ini melalui pembaruan kecil dan rilisan seperti StarCraft: Remastered. Bagi komunitas penggemar, potensi keterlibatan Nexon menjadi kabar menarik mengingat StarCraft masih memiliki basis pemain yang kuat, terutama di Korea Selatan.
Meski sudah hampir tiga dekade sejak pertama kali dirilis, seri ini tetap menjadi salah satu game PC paling populer di negara tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi dari Blizzard maupun Nexon mengenai kesepakatan tersebut.
Detail mengenai jenis game yang mungkin dikembangkan juga masih belum diketahui, sehingga belum dapat dipastikan apakah proyek baru tersebut akan menjadi game strategi real-time seperti seri sebelumnya atau mengambil pendekatan berbeda.
Jika kerja sama ini benar terealisasi, langkah tersebut dapat menjadi titik balik bagi StarCraft. Setelah bertahun-tahun tanpa seri utama baru, para penggemar akhirnya memiliki alasan untuk kembali berharap melihat kebangkitan salah satu franchise strategi terbesar dalam sejarah industri game.


Membalas