Nintendo Resmi Ajukan Tuntutan Terhadap Para Pembajak!

in ,
Nintendo
Nintendo | Wikimedia Coomons

Baru-baru ini, pihak Nintendo Amerika Serikat telah mengambil tindakan untuk melawan para hacker dengan mengajukan dua tuntutan ke pengadilan. Tuntutan ini diajukan guna menghentikan penyebaran software yang dapat merusak sistem mereka.

Berdasarkan informasi, software tersebut membuat sistem milik Nintendo dapat dijebol dan memungkinkan pengguna untuk membajak game yang dirilis oleh mereka.


Team Xecuter, Kelompok Hacker yang Membuat Software

Xecuter
Xecuter | Wololo

Software yang dapat membuat sistem copyright protection milik Nintendo mati tersebut rupanya dibuat oleh sekelompok hacker bernama Team Xecuter. Sayangnya, tuntutan yang diajukan oleh Nintedon malah menyasar pada penjual software ilegal tersebut.

Misalnya saja operator situs UberChips harus berurusan dengan pihak kepolisian karena tuntutan ini. Lebih lanjut, tuntutan pertama dari Nintendo ditujukan kepada Tom Dilts Jr dan UberChips karena menjual alat yang berfungsi untuk memofikasi Switch para pengguna.

Sampai saat ini, situs UberChips masih dalam tahap maintenance serta berisikan informasi di mana mereka telah membatalkan serta me-refund semua pre-order SX Core dan SX Core Lite yang merupakan alat modifikasi.


Reseller Sampai Ikut Dituntut

Nintendo Switch
Nintendo Switch | Polygon

Tuntutan kedua dari Nintendo kini ditujukan peada reseller yang telah menjual alat tersebut dan memodifikasi Nintendo Switch, Nintendo 3DS, dan Gameboy Advance. Berdasarkan informasi, Nintendo meminta seluruh website untuk ditutup permanen.

Tidak hanya itu, Nintendo juga meminta ganti rugi sebesar $2.500 untuk setiap website tersebut. Selain itu, Software ilegal tersebut sudah banyak berkeliaran di luar sana dan membuat Nintendi rugi besar.

Sejatinya, Nintendo telah berurusan dengan berbagai hacker. Sebut saja di Desember 2018, Nintendi terpaksa menuntun Mikel Euskaldunak karena menjual alat hack Nintendo Switch.

Tidak sampai di situ saja, RomUniverse juga pernah dituntut oleh Nintendo karena mendistribusikan software bajakan. Lalu, Januari lalu, Nintendo berhasil memenangkan gugatan melawan Sergio Mojarro tentang penjualan software Team Xecuter.