Ini Tanggapan Bos Louvre Esports Tentang Klarifikasi Moonton Terkait Slot MPL S4 15 Miliar!

in ,
Ini Tanggapan Bos Louvre Esports Tentang Klarifikasi Moonton Terkait Slot MPL S4 15 Miliar! Gamedaim

Bagi kalian yang mengikuti perkembangan ranah Esports Mobile Legends di Indonesia pasti tahu akan perselisihan antara owner dari Louvre Esports yaitu Erick Herlangga dengan pihak Moonton. Ia sendiri belum lama ini telah memulai sebuah petisi untuk menolak peraturan membayar sebesar IDR 15 miliar untuk ikut bermain di MPL season 4 tahun depan.

Bahkan, sudah lebih dari 35.000 gamer di seluruh Indonesia yang mendukung petisi yang ia buat. Karena membuat komunitas Mobile Legends semakin resah, akhirnya pihak Moonton sendiri akhirnya mengklarifikasi bahwa harga sebesar IDR 15 miliar tersebut bukan untuk mereka, namun untuk masa depan Esports di Indonesia kedepannya.

Ini Tanggapan Bos Louvre Esports Tentang Klarifikasi Moonton Terkait Slot MPL S4 15 Miliar 1 1

Tak hanya itu, Moonton juga merasa cukup kecewa adanya kampanye online dan bahkan bisa dibawa ke jalur hukum jika terus berlanjut seperti ini. Sontak owner dari Louvre Esports yaitu Erick Herlangga langsung mempertanyakan soal langkah Moonton yang akan membawa ke jalur hukum perihal petisi yang sudah mendapatkan tanda tangan lebih dari 35 ribu tersebut.

Tak hanya itu, ia pun menjelaskan bahwa ia sendiri sangat ingin bertemu mengenai perihal slot MPL seharga IDR 15 miliar ini. Menurut ia, ini sendiri sudah berkaitan dengan prestasi atlet Indonesia, yang di mana ke depannya akan ada ajang SEA Games 2019, apalagi Mobile Legends adalah salah satu cabangnya.

Ini Tanggapan Bos Louvre Esports Tentang Klarifikasi Moonton Terkait Slot MPL S4 15 Miliar 1 2

Tak hanya itu, Erick juga menambahkan hal yang berupa tuntutan agar owner-owner tim Esports yang sudah terlanjur membayar DP harus diberikan perlindungan. Seperti yang diketahui lewat instastory, ada 3 poin utama yang disampaikan beliau mengenai hal ini:

  1. Moonton harus membayar uang jaminan di satu bank agar suatu saat jika game mati atau MPL hanya 2 tahun sekali maka owner (tim) berhak mengambil uang mereka kembali.
  2. Moonton harus mengganti cara pembayaran dari harus lunas sebelum MPL menjadi 5 tahun.
  3. Menghapus pasal bunga jika owner terlambat melunasi

Di akhir kata, Erick juga menyampaikan bahwa ia sangat terbuka jika Moonton ingin bertemu dengan dirinya untuk membahas masalah ini. Ia juga berharap bisa bermusyawarah dengan pihak Moonton secara langsung untuk kemajuan ranah Esports Indonesia. Semoga ya, masalah ini bisa diselesaikan dengan baik untuk semua pihak yang berhubungan.

Ayo mulai Berdiskusi, Tinggalkan Balasan