LYON mencatat sejarah sebagai tim asal Meksiko pertama yang menjuarai Esports World Cup (EWC) 2026 Free Fire usai mengamankan Booyah pada game ketujuh Grand Finals di Paris, Prancis, Sabtu (19/7). Kemenangan melalui format Champion Rush ini menjadikan LYON penerus Team Falcons (Thailand) dan EVOS Divine (Indonesia) sebagai juara dunia Free Fire dalam dua edisi sebelumnya.
Perjalanan wakil Indonesia kali ini belum membuahkan hasil terbaik. RRQ Kazu finis di peringkat kesembilan dengan 56 poin, disusul EVOS Divine di posisi ke-10 dengan poin yang sama. Sementara itu, Bigetron by Vitality harus tersingkir lebih awal setelah gagal lolos dari Survival Stage.
Keberhasilan LYON tak lepas dari performa impresif Benjamín “Gamezking” Pérez. Pemain yang akan genap berusia 18 tahun pada akhir Juli tersebut sukses membawa timnya meraih gelar juara dunia perdana sekaligus dinobatkan sebagai MVP Grand Finals. Kisahnya mengingatkan publik pada Rasyah Rasyid yang menjadi juara dunia sekaligus MVP bersama EVOS Divine pada EWC tahun lalu di usia yang masih sangat muda.
Langkah LYON menuju gelar juara juga tidak berjalan mulus. Mereka sempat gagal lolos langsung dari Group Stage dan harus berjuang melalui Survival Stage sebelum tampil dominan di Grand Finals. Setelah menembus fase Champion Rush, LYON memastikan gelar juara lewat kemenangan dramatis di game ketujuh usai mengalahkan para pesaingnya di map Solara.
Berakhirnya EWC 2026 Free Fire sekaligus membuka rangkaian kompetisi regional musim kedua. Indonesia akan mengirimkan lima tim terbaik untuk berlaga di Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Fall mulai Agustus mendatang. Turnamen ini menjadi jalur kualifikasi menuju FFWS Global Finals 2026 di Bangkok, Thailand.
Musim ini juga menjadi momen spesial bagi penggemar Free Fire Tanah Air karena babak Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall akan digelar di Surabaya. Kota Pahlawan kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang bergengsi tersebut setelah sebelumnya sukses menggelar Grand Finals FFWS SEA 2024 Fall.


Membalas