Xbox Game Pass kembali menjadi sorotan setelah laporan terbaru menyebut jumlah pelanggannya kini berada di kisaran 30 juta pengguna. Angka tersebut masih jauh dari target ambisius Microsoft yang sebelumnya diproyeksikan mencapai 77 juta pelanggan pada 2026.
Menurut laporan The Wall Street Journal yang dikutip Notebookcheck, jumlah pelanggan Game Pass bahkan disebut turun sekitar 4 juta dibandingkan angka 2024.
Microsoft terakhir kali mengungkap data resmi pada 2024, ketika Game Pass tercatat memiliki sekitar 34 juta pengguna setelah memasukkan pelanggan lama Xbox Live Gold ke dalam ekosistem layanan tersebut.
Pertumbuhan Game Pass Mulai Kehilangan Momentum

Pertumbuhan yang melambat ini disebut menjadi salah satu faktor yang ikut memengaruhi keputusan restrukturisasi besar di divisi Xbox. CEO Xbox, Asha Sharma, sebelumnya mengakui bahwa kenaikan harga Game Pass membuat layanan tersebut kehilangan sebagian daya tariknya.
Untuk mengatasi hal itu, Microsoft dilaporkan telah menurunkan harga pada beberapa tier, termasuk Ultimate dan PC.
Meski begitu, tantangan Game Pass belum sepenuhnya selesai. Penjualan konsol Xbox yang melemah, kenaikan harga sebelumnya, serta kebiasaan sebagian pemain yang masih lebih memilih membeli game secara langsung membuat layanan berlangganan ini sulit tumbuh sesuai ekspektasi.
Microsoft tetap disebut akan terus berinvestasi pada Game Pass, meski strateginya kemungkinan berubah. Beberapa laporan bahkan menyebut tidak semua game besar, termasuk Call of Duty, akan selalu hadir sebagai rilis day one.
Dengan kondisi saat ini, target 77 juta pelanggan tampaknya semakin sulit dicapai. Game Pass masih menjadi bagian penting dari strategi Xbox, tetapi pertumbuhannya kini menghadapi tekanan yang jauh lebih besar.


Bales ke