Laporan terbaru telah mengungkapkan bahwa Virtuos melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 300 karyawannya.
Informasi ini dipublikasikan oleh jurnalis Origami, Gauthier Andres. Jika kalian tertarik dengan kondisi di industri game, kalian bisa melihat artikel kami lainnya di sini.
Virtuos PHK 300 Karyawan, Kenapa?
17 Juli 2025 – Jurnalis Origami, Gauthier Andres, melaporkan bahwa Virtuos akan memberhentikan 300 karyawan, atau tujuh persen dari jumlah tenaga kerjanya, dan sebagian besar yang terdampak berasal dari Tiongkok.
Saat artikel ini ditulis, Virtuos memiliki total 4.200 karyawan yang berlokasi di berbagai macam negara, termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, Irlandia, Singapura, dan Prancis.
Sebagai studio pendukung, Virtuos telah mengembangkan Hogwarts Legacy, NieR:Automata, Horizon Forbidden West, The Elder Scrolls IV: Oblivion Remastered, Metal Gear Solid Δ: Snake Eater, dan masih banyak lagi.
Menurut Andres, Virtuos memiliki kebijakan “pengeluaran yang berlebihan untuk kualitas” serta “kontrak bebas royalti”, di mana kontrak tersebut tidak memiliki bonus yang terkait dengan kesuksesan sebuah game.
“Hasilnya: tim-tim berada di bawah tekanan berat untuk sebuah game yang murni untuk pamer, yang profitabilitasnya [patut] dipertanyakan,” tulis Andres di BlueSky.
Setelah pengembangan The Elder Scrolls IV: Oblivion Remastered, Virtuos membekukan kenaikan gaji bersama dengan pengurangan bonus, yang menimbulkan pertanyaan serius dari karyawan kepada manajemen terkait pemutusan hubungan kerja (PHK).
Setelah berita PHK tersebut, Andres mengatakan bahwa pemogokan sedang berlangsung di Virtuos Lyon untuk memprotes PHK dan “melindungi kapasitas cabang di masa depan”.
Andres juga mencatat bahwa Virtuos telah bergerak menuju penggunaan AI generatif.
“Dalam satu tahun, kami telah beralih dari beberapa presentasi tingkat grup menjadi pelatihan dasar namun wajib bagi karyawan,” ungkap seorang sumber kepada Andres.
Pada Agustus 2024, Virtuos telah mengakuisisi Third Kind Games.
Pada September 2024, CEO Virtuos, Gilles Langourieux, telah mengungkapkan bahwa mereka berencana melakukan akuisisi terhadap sebuah studio yang berlokasi di Jepang.
Pada Januari 2025, Virtuos telah mengakuisisi Pipeworks Studios, abstraction, dan Umanaïa Interactive.
Update 17 Juli 2025: Dalam sebuah pernyataan kepada Eurogamer, juru bicara Virtuos mengonfirmasi bahwa PHK ini berdampak pada sekitar tujuh persen karyawan, “terutama di tim yang menghadapi tingkat hunian yang lebih rendah dan permintaan yang lebih lambat karena pergeseran struktural di industri”.
Menurut juru bicara Virtuos, sekitar 200 pekerjaan di Asia terkena dampaknya, sementara 70 pekerjaan di Eropa juga dieliminasi, dengan kurang dari 10 pekerjaan di Prancis, “tempat tim inti yang mengerjakan Oblivion Remastered” berada.
“Kami berterima kasih atas kontribusi mereka yang terkena dampak. Kami menyediakan paket perpisahan, bantuan transisi karier, dan peluang untuk penempatan kembali di seluruh jaringan global kami jika memungkinkan. Fokus utama perusahaan adalah mengelola transisi ini dengan hati-hati, transparan, dan penuh rasa hormat,” ujar juru bicara Virtuos.
Juru bicara Virtuos juga mencatat bahwa studio ini tetap “berkomitmen penuh” terhadap kemitraannya, termasuk The Elder Scrolls IV: Oblivion Remastered, Cyberpunk 2077, dan Metal Gear Solid Δ: Snake Eater.
“Kami akan terus berinvestasi dalam pengiriman global, keunggulan teknis, dan kolaborasi kreatif, memastikan bahwa Virtuos tetap menjadi mitra pilihan bagi para pembuat game terkemuka di dunia,” tambah juru bicara Virtuos.
“Kami berterima kasih kepada tim, mitra, dan rekan-rekan kami atas dukungan mereka yang terus berlanjut seiring Virtuos beradaptasi untuk memimpin masa depan pengembangan game.”


Membalas