Seorang developer indie membagikan pengalaman positifnya bersama Steam Support setelah hampir gagal mengikuti Steam Next Fest karena mengirimkan build game yang tidak dapat dijalankan.
Alih-alih langsung menolak proyek tersebut, tim peninjau Valve justru membantu memperbaiki masalah teknis agar game tetap bisa berpartisipasi dalam acara tersebut. Kasus ini dialami Red Flag Team, pengembang game multiplayer deduksi sosial berjudul Red Flag.
Sebagai pengembang yang baru pertama kali menerbitkan game di Steam, mereka mengunggah versi demo tepat pada hari terakhir pendaftaran Next Fest. Padahal, proses peninjauan biasanya membutuhkan waktu sekitar lima hingga tujuh hari. Setelah menyadari kesalahan itu, tim segera menghubungi Valve dan meminta peninjauan mendesak.
Valve Turun Tangan Memperbaiki Konfigurasi Game

Beberapa jam kemudian, demo tersebut berhasil disetujui. Namun, Valve mengungkap bahwa build yang dikirim sebenarnya tidak bisa dibuka karena konfigurasi Visual C++ Redistributable yang keliru.
Masalah seperti ini seharusnya dapat membuat build dikembalikan kepada pengembang untuk diperbaiki. Namun, peninjau Steam memilih mengatur ulang konfigurasi tersebut secara langsung sebelum memberikan persetujuan.
Pengembang indie lain kemudian membagikan pengalaman serupa. Kesalahan dalam mengatur file redistributable disebut cukup umum terjadi, terutama di kalangan kreator yang baru pertama kali merilis game melalui Steam.
Berkat bantuan Valve, demo Red Flag akhirnya tampil dalam Next Fest edisi Juni. Partisipasi tersebut hampir menggandakan jumlah wishlist game dan mulai mendatangkan pemain ke dalam lobby. Red Flag dijadwalkan memasuki Early Access di Windows pada 14 Juli, sementara versi demonya tersedia secara gratis.


Membalas