Capcom menjelaskan mengapa seri Resident Evil jarang mendapatkan game spin-off baru dalam beberapa tahun terakhir. Meski waralaba tersebut terus berkembang melalui judul utama dan berbagai remake, keterbatasan sumber daya membuat perusahaan belum dapat memberikan perhatian besar kepada proyek sampingan.
Produser Resident Evil, Masachika Kawata, mengakui bahwa masih banyak penggemar yang menginginkan spin-off baru. Namun, tim pengembang saat ini mencurahkan hampir seluruh tenaga mereka untuk mengerjakan proyek utama seperti Resident Evil Requiem dan remake dari game-game terdahulu.
Akibatnya, hanya sedikit sumber daya yang tersisa untuk mengembangkan spin-off.
Remake Menjadi Bagian Penting Strategi Capcom

Kawata juga menjelaskan bahwa remake memiliki peran penting dalam strategi Capcom. Membuat game Resident Evil utama setiap tahun dinilai sulit karena membutuhkan waktu, biaya, dan tenaga pengembangan yang besar.
Dengan menghidupkan kembali judul klasik, Capcom dapat menjaga jadwal perilisan seri sekaligus memberi kesempatan kepada tim untuk mengasah kemampuan mereka. Menurutnya, remake tidak dianggap sebagai proyek yang lebih rendah daripada game utama.
Pendapatan dari proyek-proyek tersebut juga membantu Capcom membiayai pengembangan seri baru serta kekayaan intelektual orisinal seperti Pragmata. Seri ini terakhir menghadirkan spin-off yang cukup berfokus pada cerita melalui Resident Evil Revelations 2 pada 2015.
Setelah itu, Capcom lebih banyak merilis game utama, remake, dan beberapa proyek multipemain. Pernyataan Kawata tidak berarti spin-off baru mustahil hadir. Namun, selama Capcom masih memprioritaskan judul utama dan remake, penggemar kemungkinan harus menunggu lebih lama.


Membalas