Kelompok peretas ShinyHunters menindaklanjuti ancaman mereka sebelumnya dan merilis data curian milik Rockstar Games. Sejauh ini, data tersebut hampir seluruhnya terdiri dari angka pendapatan yang mengesankan untuk GTA Online dan Red Dead Online .
Meskipun bersifat rahasia, angka-angka ini telah memberikan dampak yang sangat positif bagi perusahaan. Bahkan, harga saham Take-Two naik 2,44% dalam 24 jam setelah informasi ini dirilis. Saham Take-Two tersebut kini diperdagangkan pada harga $206,28. Kapitalisasi pasar perusahaan mencapai $38,03 miliar pada saat penulisan ini.
Saham Take-Two Naik 17 Triliun imbas kebocoran data Rockstar Games

Perlu diingat bahwa, selama setahun terakhir, saham Take-Two Interactive telah turun sebesar 3,13%. Namun tren ini diperkirakan akan segera berbalik dengan dirilisnya GTA VI pada 19 November. Angka itu mungkin tidak terdengar kecil, tetapi menambah nilai perusahaan lebih dari USD 1 miliar atau setara IDR 17 triliun.
Menariknya, alih-alih membuat rugi Rockstar Gaems, peretasan yang dilakukan oleh sekelompok hacker ini memiliki efek yang sangat berlawanan dengan apa yang dimaksudkan oleh ShinyHunters.
Karena tidak ada data penting Grand Theft Auto VI yang dicuri, tampaknya yang kita dapatkan hanyalah beberapa informasi keuangan yang menunjukkan bahwa Take-Two meraup keuntungan besar berkat GTA Online, bahkan lebih besar dari yang kita duga sebelumnya.
Tidak heran, informasi yang mereka beberkan malah membuat para investor semakin tertarik untuk menanamkan uang mereka di perusahaan tersebut.


Bales ke