Polyarc, studio pengembang di balik seri game VR populer Moss, resmi mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan aktivitas pengembangan dan menutup studionya. Keputusan tersebut mengakhiri perjalanan hampir 12 tahun Polyarc dalam industri video game.
Melalui pernyataan resminya, Polyarc menyebut bahwa ini menjadi akhir dari sebuah era bagi studio tersebut. Tim pengembang mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh anggota tim dan pemain yang telah menjadi bagian dari perjalanan mereka selama ini.
Studio di Balik Petualangan Quill Mengakhiri Perjalanannya

Polyarc dikenal luas melalui seri Moss yang menjadi salah satu game VR paling mendapat perhatian berkat perpaduan antara petualangan, puzzle, dan dunia fantasi dengan karakter utama bernama Quill. Game tersebut berhasil mendapatkan banyak apresiasi karena mampu memanfaatkan teknologi VR sebagai bagian penting dari pengalaman bermain.
Rilisan terbaru studio ini adalah Moss: The Forgotten Relic, sebuah game yang menggabungkan cerita dari Moss dan Moss: Book II dalam satu pengalaman petualangan. Game tersebut dirilis untuk berbagai platform seperti PlayStation 5, Xbox Series, Switch 2, Nintendo Switch, dan PC melalui Steam.
Hingga saat ini, Polyarc tidak memberikan alasan spesifik terkait penutupan studio. Namun, sebelumnya perusahaan memang sempat melakukan pengurangan jumlah karyawan setelah menghadapi tantangan dalam pengembangan proyek baru dan pendanaan.
Dengan penutupan ini, perjalanan Polyarc sebagai salah satu studio yang membawa pengalaman VR berbasis cerita berakhir. Meski demikian, game-game Moss tetap menjadi bagian penting dalam perkembangan game virtual reality modern.


Membalas