Kebocoran terbaru GTA 6 yang ramai beredar pada 18 Agustus 2026 tampaknya belum menjadi akhir dari masalah Rockstar Games. Sosok atau kelompok yang menggunakan nama CYBERLEEK mengklaim berada di balik penyebaran materi tersebut dan mengisyaratkan bakal melakukan aksi serupa terhadap Rockstar maupun publisher besar lainnya.
Bocoran yang beredar mencakup video yang diduga memperlihatkan Jason bermain basket, serta laporan mengenai sistem honor dan peta lengkap GTA 6. Meski materi tersebut langsung menjadi perhatian komunitas, keaslian maupun konteks dari seluruh bocoran tersebut belum mendapatkan konfirmasi resmi dari Rockstar.
CYBERLEEK menyebut aksinya didasari tiga tuntutan utama terhadap industri game. Mereka menentang penjualan pre-order digital, praktik DLC single-player yang dianggap tidak wajar, serta meminta publisher mempertahankan konten single-player agar tetap dapat diakses pemain.
CYBERLEEK Ancam Terus Ganggu Publisher Game
Dalam pernyataannya, CYBERLEEK mengancam akan terus mengganggu operasi publisher yang dianggap melanggar prinsip tersebut hingga perusahaan memberikan permintaan maaf terbuka dan komitmen konkret untuk melakukan perubahan. Rockstar menjadi salah satu target utama, termasuk karena penjualan pre-order digital dan konten yang dikaitkan dengan edisi tertentu.
Ancaman itu juga tidak terbatas pada Rockstar. CYBERLEEK memperingatkan bahwa publisher besar lain berpotensi menjadi sasaran berikutnya jika dianggap melakukan praktik serupa.
Sampai sekarang, belum diketahui seberapa banyak materi GTA 6 yang masih dimiliki pihak tersebut atau game apa yang mungkin menjadi target selanjutnya. Rockstar Games juga belum memberikan respons resmi terkait ancaman maupun klaim CYBERLEEK tersebut.
source: Insider Gaming


Bales ke