Berita

Para Dev Mengaku Kesulitan untuk Menambahkan Pintu di Gamenya

Seiring perkembangan zaman, Video Game selalu saja menawarkan hal baru yang membuat kita sangat kagum. Grafis lebih Realistis, Tema yang unik, dan Teknologi yang mereka hadirkan juga sangat Fresh dan sulit kita bayangkan lagi. Namun tahukah kalian jika siring perkembangan jaman, membuat Video Game memang semakin sulit dan sangat kompleks. Yang menjadi kesulitan para Dev dalam mengerjakan game modern adalah Pintu. Para Dev ini mengaku kesulitan untuk menambahkan pintu pada gamenya.

Sangat aneh memang mengingat pada jaman Modern ini para Dev ternyata masih kesulitan soal Pintu pada gamenya. Saat awal pembuatan Video Game, banyak Dev mengaku tidak memprioritaskan grafis, fisik, dan mekanik pada gamenya. Namun yang mereka prioritaskan saat awal pembuatan pada game adalah kehadiran Pintu. Yap, “Pintu” ternyata salah satu elemen yang sangat sulit mereka buat dalam Video Game. Hal ini mereka ungkapkan langsung ke para fansnya lewat Social media Twitter.

Para Dev Game Mengaku Kesulitan Menambahkan Pintu ke Dalam Gamenya

Salah satu Dev bernama Stephan Hövelbrinks sang pengembang game – Death Trash menjawab kesulitannya dalam menghadirkan Pintu pada gamenya. Setelah Cuitan Twitter int muncul, para fans akhirnya membanjiri postingan tersebut dengan banyak pertanyaan. Hal ini jadi memicu para Dev lain yang juga mengalami masalah yang sama. Beberapa Dev game besar seperti Ubisoft, Naughty Dogs, dan Obsidian Games juga jadi ikut memberikan curhatan mereka soal masalah ini.

Stephan Hövelbrinks, mengatakan bahwa Pintu menjadi masalah utama sebelum ia bisa mengembangkan game buatannya ke tahap selanjutnya. Jika Pintu pada Video Game tidak kita kembangkan dengan baik maka dapat menghasilkan Bug yang membuat player tidak nyaman. Hal ini tentu dapat mempengaruhi kualitas game mereka setelah perilisan. Lewat postingan Stephan, para Dev Indie lain juga mengaku sangat kesulitan untuk membuat Pintu tersebut agar tidak memiliki Bug.

Berbagai Keluhan si Pintu Saat Mengembangkan Sebuah Video Game

Tidak hanya itu saja, Kurt Margenau, co-director dari The Last of Us 2 juga menjelaskan satu hal lagi. Saat ia mengembangkan game The Last of Us 2, Pintu memerlukan waktu yang lama agar akhirnya dapat player gunakan. Belum lagi pada game The last of Us 2 yang kita kenal, pintu adalah salah satu elemen utama yang dapat player gunakan saat melakukan Combat. Dengan adanya elemen seperti itu, pintu pada game ini menjadi semakin lama untuk bisa mereka kembangkan.

Josh Sawyer, sebagai sutradara dari Obsidian Games (Pengembang Fallout: NV) melanjutkan postingan milik Stephan. Ia setuju dengan ungkapan Stephen soal Pintu yang menjadi hal utama sebelum akhirnya dapat kita lanjutkan ke tahap selanjutnya. Pada game Open World seperti Fallout: New Vegas, Pintu adalah objek yang selalu player gunakan. Belum lagi dengan dunia yang luas dan penuh bangunan, mereka memerlukan banyak pintu. Memasukan dan memperbaiki satu persatu adalah sebuah mimpi buruk.

Salah Satu Desainer Game Ubisoft Berikan Artiker Soal Masalah Tersebut

Masalah Pintu ternyata tidak hanya berhenti di situ saja. Liz England, desainer dari Ubisoft juga meluangkan waktunya untuk menulis Artikel berjudul “The Door Problem“. Lewat artikel tersebut ia mengeluarkan seluruh curhatan dan kesusahannya soal Pintu pada semua game Ubisoft. Banyak hal yang perlu mereka pertimbangkan untuk mengimplementasikan Pintu tersebut pada setiap Level. Belum lagi kehadiran peta Open-World yang luas dan memakan waktu yang sangat lama.

Bagaimanakah menurut kalian tentang kejadian yang menimpa para Dev soal memasukkan Pintu ke dalam gamenya? Jika kalian punya pendapat soal kejadian Pintu tersebut, kalian dapat menulisnya di kolom komentar bagian bawah. Jangan lupa juga untuk kunjungi terus situs milik kita setiap harinya agar tidak ketinggalan berita, tips, dan rumor terkini seputar dunia Video Game dan industrinya.

Related Posts

Leave Comment
Gamedaim We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications