Supermassive Games kembali menghadapi masa sulit setelah mengumumkan pengurangan jumlah karyawan yang berdampak pada lebih dari 70 orang di berbagai divisi. Pemutusan hubungan kerja ini terjadi tidak lama setelah perilisan game horor terbaru mereka, Directive 8020.
Studio yang dikenal melalui seri Until Dawn dan The Dark Pictures Anthology tersebut sebelumnya telah mengungkapkan adanya proses konsultasi terkait kemungkinan pengurangan tenaga kerja. Setelah proses tersebut selesai, sejumlah mantan karyawan mengonfirmasi bahwa pemangkasan benar-benar terjadi.
Menurut pernyataan dari salah satu staf Supermassive, lebih dari 70 anggota tim yang terdiri dari developer, seniman, produser, tim QA, hingga bagian operasional harus meninggalkan perusahaan. Keputusan ini menjadi bagian dari langkah restrukturisasi studio di tengah kondisi industri game yang masih mengalami tekanan besar.
Industri Game Masih Dihantam Gelombang PHK

Supermassive Games bukan satu-satunya studio yang terkena dampak. Dalam beberapa tahun terakhir, industri game global mengalami banyak gelombang PHK akibat meningkatnya biaya produksi, perubahan strategi perusahaan, serta penyesuaian setelah periode pertumbuhan besar selama pandemi.
Bagi Supermassive, situasi ini menjadi tantangan besar setelah studio tersebut berupaya memperluas portofolio melalui berbagai proyek naratif interaktif. Sebelumnya, perusahaan juga telah mengalami restrukturisasi yang memengaruhi sejumlah posisi di internal studio.
Meski mengalami pengurangan tim, Supermassive Games masih memiliki beberapa proyek yang tengah dikembangkan. Studio tersebut diharapkan dapat mempertahankan identitasnya sebagai salah satu pengembang game horor sinematik paling dikenal di industri.
Gelombang PHK ini kembali menunjukkan bahwa industri game modern menghadapi periode penuh ketidakpastian. Bahkan studio dengan rekam jejak kuat tetap harus melakukan penyesuaian untuk menghadapi perubahan pasar dan meningkatnya tantangan dalam pengembangan game.


Bales ke