BeritaNintendoResmi

Nintendo Bantah Gunakan AI Generatif untuk Promosikan Lini Produk My Mario [UPDATE]

Beberapa hari lalu, Nintendo mengunggah beberapa gambar untuk mempromosikan lini produk "My Mario", yang akan hadir di New York dan San Francisco pada Februari 2026.

Nintendo telah membantah penggunaan AI generatif dalam mempromosikan lini produk “My Mario”, yang akan hadir di New York dan San Francisco pada Februari 2026.

Informasi ini dipublikasikan oleh Kotaku. Jika kalian tertarik dengan kondisi di industri game, kalian bisa melihat artikel kami lainnya di sini.

Nintendo Bantah Gunakan AI Generatif untuk Promosikan Lini Produk My Mario

https://twitter.com/Kotaku/status/2009746275734864138

11 Januari 2026 – Beberapa hari lalu, Nintendo mengunggah beberapa gambar untuk mempromosikan lini produk “My Mario”, yang akan hadir di New York dan San Francisco pada Februari 2026, tetapi beberapa orang menemukan keanehan.

Misalnya, satu gambar menunjukkan seorang wanita yang memegang boneka Mario dengan ibu jarinya yang bengkok secara tidak normal. Gambar lainnya menunjukkan jari-jari seorang wanita yang terlihat dua kali lebih panjang dari telapak tangannya saat memegang tablet.

Apa pun keanehan itu, orang-orang di Facebook dan X telah berasumsi bahwa gambar-gambar tersebut dihasilkan oleh AI.

Sekarang, perwakilan Nintendo mengatakan kepada Kotaku bahwa mereka tidak menggunakan AI untuk membuat gambar-gambar promosi mereka.

Pada Januari 2024, survei Game Developers Conference (GDC) telah mengungkapkan bahwa hampir 50 persen pengembang sudah menggunakan AI generatif di tempat kerja, sementara 84 persen lainnya khawatir dengan penggunaannya.

Menurut survei tersebut, AI generatif digunakan di berbagai jenis pekerjaan, termasuk bisnis dan keuangan (44 persen), komunitas dan PR (41 persen), produksi dan manajemen tim (33 persen), pemrograman (25 persen), desain game (21 persen), narasi (13 persen), seni visual (16 persen), audio (14 persen), hingga QA (6 persen).

Pada September 2025, survei Computer Entertainment Supplier’s Association (CESA) telah mengungkapkan bahwa 51 persen perusahaan game Jepang menggunakan AI generatif dalam pengembangan game.

Menurut CESA, penggunaan AI generatif yang paling dominan adalah dalam pembuatan aset visual dan gambar seperti karakter, diikuti oleh pembuatan cerita dan teks, serta dukungan pemrograman.


Update 13 Januari 2026: Dalam pernyataan kepada IGN, model Brittoni O’myah Sinclair telah mengonfirmasi bahwa Nintendo tidak menggunakan AI generatif untuk promosi lini produk “My Mario”.

“Semuanya nyata,” ungkap Sinclair. “Semua model dipilih melalui proses casting, dan sebagian besar dari kami bekerja dengan keluarga kandung kami. Kami harus mengikuti audisi dan panggilan balik untuk mendapatkan pekerjaan ini.”

Setelah menyelesaikan pendidikan sebagai Analis Kimia, Fransiskus memutuskan untuk mengejar impiannya di bidang jurnalistik dan telah aktif meliput industri game sejak tahun 2020. Saat ini, ia tengah mendalami studi di bidang Hubungan Masyarakat (Humas).…
Leave Comment

Related Posts

Load More Posts Loading...No more posts.