BeritaResmi

Masahiro Sakurai: Membuat Game dengan Ratusan Karyawan Bisa Sangat Menimbulkan Frustrasi

"Ada karya yang jelas menunjukkan hasil Anda dan karya yang tidak," ujar Sakurai. "Sulit jika Anda tidak dapat menemukan rasa pencapaian dalam produk akhir."

Sutradara Masahiro Sakurai telah mengungkapkan bahwa membuat game dengan ratusan karyawan bisa sangat menimbulkan frustrasi.

Informasi ini diungkapkan oleh Sakurai saat diwawancarai 47NEWS (via GamesRadar+). Jika kalian tertarik dengan kondisi di industri game, kalian bisa melihat artikel kami lainnya di sini.

Masahiro Sakurai: Membuat Game dengan Ratusan Karyawan Bisa Sangat Menimbulkan Frustrasi

11 Januari 2026 – Berbicara dengan 47NEWS, sutradara Masahiro Sakurai ditanya tentang bagaimana menikmati pekerjaan sebagai pengembang game.

“Berbicara secara khusus tentang pengembangan game, sangat memuaskan melihat hasil kerja keras Anda,” ungkap Sakurai seperti yang diterjemahkan oleh GamesRadar+. “Anda tidak mendapatkan ini saat bekerja dalam tim dan itu bisa sangat menimbulkan frustrasi.”

Sakurai melanjutkan, “Misalnya, ketika seorang seniman piksel menggambar sebuah gambar sendiri, maka tentu saja mereka menyelesaikannya. Tetapi ketika mengelola tim, sering kali sulit karena Anda harus terus berdiskusi tentang jenis seni piksel apa yang cocok.”

“Ada karya yang jelas menunjukkan hasil Anda dan karya yang tidak. Sulit jika Anda tidak dapat menemukan rasa pencapaian dalam produk akhir.”

Menurut Sakurai, masalah ini semakin memburuk seiring dengan semakin besarnya sebuah tim.

“Saya merasa ini semakin sulit dengan game berskala besar,” ujar Sakurai. “Jumlah karyawan bisa meningkat pesat hingga ratusan.”

Sakurai melanjutkan, “Rasa kepuasan yang didapat dari membuat sesuatu sendiri berbeda dari sesuatu yang dibuat sebagai bagian dari kelompok. Apa yang seharusnya Anda lakukan juga berubah.”

Pada Juli 2024, Sakurai telah menyarankan para pengembang game untuk menambahkan opsi “skip cutscene” jika memungkinkan pada game mereka.

Pada Januari 2025, Sakurai telah mengungkapkan bahwa pengembang game tidak harus selalu fokus pada game yang ingin dibuat dan terkadang harus mempertimbangkan jenis game apa yang dibutuhkan oleh orang lain.

Pada Maret 2025, Sakurai telah mengungkapkan bahwa para pengembang game Jepang sebaiknya harus terus mengejar jenis game yang disukai orang Jepang.

Pada Maret 2025, Sakurai telah mengungkapkan bahwa para pengembang game berpotensi untuk “menyemarakkan” kehidupan masyarakat.

Pada Juni 2025, Sakurai telah mengungkapkan bahwa ada kekurangan sutradara game yang “serba bisa” di industri game.

Pada November 2025, Sakurai telah mengungkapkan bahwa awalnya ia enggan menyetujui pembuatan manga tentang kehidupannya sebagai pengembang game.

Setelah menyelesaikan pendidikan sebagai Analis Kimia, Fransiskus memutuskan untuk mengejar impiannya di bidang jurnalistik dan telah aktif meliput industri game sejak tahun 2020. Saat ini, ia tengah mendalami studi di bidang Hubungan Masyarakat (Humas).…
Leave Comment

Related Posts

Load More Posts Loading...No more posts.